Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Produktivitas Padi Sergai Stabil, Dinas Pertanian Optimistis Ketahanan Pangan Terjaga hingga Akhir 2026

Johan Panjaitan • Jumat, 22 Mei 2026 | 09:15 WIB
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Serdang Bedagai, Dedy Iskandar, saat ditemui di ruang kerjanya di Sei Rampah, Kamis (21/05/2026). (Fadly/Sumut Pos)
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Serdang Bedagai, Dedy Iskandar, saat ditemui di ruang kerjanya di Sei Rampah, Kamis (21/05/2026). (Fadly/Sumut Pos)

 

SERGAI, sumutpos.jawapos.com, Sumutpos.jawapos.com-Di tengah ancaman perubahan iklim dan fluktuasi sektor pangan nasional, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) masih menunjukkan ketahanan produksi padi yang relatif stabil. Dengan luas sawah mencapai sekitar 55.196 hektare dan rata-rata produktivitas mencapai 5 ton per hektare, daerah ini diperkirakan mampu menghasilkan ratusan ribu ton gabah sepanjang tahun 2026.

Aktivitas panen yang masih berlangsung di sejumlah kecamatan, disertai dimulainya musim tanam baru di wilayah lain, menjadi penanda bahwa siklus produksi pangan di Sergai tetap bergerak dan belum mengalami gangguan signifikan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Serdang Bedagai, Dedy Iskandar, mengatakan kondisi pertanian di Sergai hingga saat ini masih berada dalam kategori aman dan produktif. Menurutnya, keberlanjutan masa tanam dan panen menjadi indikator penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

“Produksi padi di Sergai sejauh ini masih cukup baik dan diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan daerah. Pemerintah juga terus melakukan pendampingan kepada petani agar produktivitas tetap terjaga,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya di Sei Rampah, Kamis (21/5/2026) sore.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Perkuat Sinergi dengan Kejagung RI untuk Pengamanan Revitalisasi Terminal LPG di Medan

Ia menjelaskan, berdasarkan data hasil panen tahun 2025, luas lahan persawahan di Sergai mencapai sekitar 55.196 hektare. Dengan asumsi produktivitas rata-rata sebesar 5 ton per hektare, maka potensi produksi gabah daerah tersebut dinilai masih sangat mencukupi untuk menopang kebutuhan masyarakat.

Angka produksi itu sekaligus menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu tulang punggung ekonomi daerah. Tidak hanya menjaga ketersediaan beras, stabilitas produksi padi juga menjadi penopang utama pendapatan ribuan petani di wilayah pesisir timur Sumatera Utara tersebut.

Menurut Dedy, pola pengelolaan pertanian padi di Sergai hingga kini masih didominasi sistem swadaya masyarakat. Meski demikian, sebagian petani mulai mengembangkan usaha tani secara mandiri dengan memanfaatkan dukungan sarana produksi dan teknologi pertanian yang tersedia.

Untuk menjaga produktivitas tetap stabil hingga akhir tahun, Dinas Pertanian Sergai terus mengintensifkan pendampingan melalui penyuluh pertanian lapangan (PPL), pemantauan kondisi tanaman, serta pengawasan terhadap distribusi sarana produksi pertanian.

Baca Juga: IHSG Nyaris Jebol 6.000, Investor Cemas Menunggu Kepastian Arah Kebijakan Pemerintah

Selain itu, koordinasi lintas sektor juga terus dilakukan guna memastikan proses panen berjalan lancar dan tidak mengalami hambatan, terutama dalam menjaga stabilitas distribusi hasil pertanian di tingkat petani.

Terkait hubungan dengan Bulog, Dedy menyebut pihaknya lebih berfokus pada pelaporan perkembangan panen dan produksi gabah petani sebagai bagian dari pemantauan ketahanan pangan daerah.

“Kita berharap hasil panen petani tetap stabil sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” tambahnya.

Dinas Pertanian Sergai juga mengimbau petani untuk terus menjaga kualitas hasil panen dan memanfaatkan berbagai program pertanian pemerintah guna meningkatkan produktivitas pangan secara berkelanjutan.(fad/han)

Editor : Johan Panjaitan
#dinas pertanian sergao #petani #padi #ketahanan pangan