LABURA, Sumutpos.jawapos.com – Kelangkaan dan mahalnya harga gas elpiji 3 kilogram bersubsidi menjadi keluhan utama masyarakat saat Anggota DPRD Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), H. Lumba Munthe, SE, menggelar reses masa persidangan II Tahun Sidang 2025-2026 di Kelurahan Aek Kota Batu, Kecamatan Na IX-X, Selasa (2/6/2026).
Reses yang sejatinya menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat itu berubah menjadi ruang curahan keresahan warga terkait tekanan ekonomi yang mereka rasakan dalam beberapa waktu terakhir. Di antara berbagai persoalan yang disampaikan, kelangkaan gas melon menjadi isu yang paling banyak mendapat sorotan.
Dalam pertemuan yang dihadiri lurah, tokoh masyarakat, serta puluhan warga tersebut, sejumlah ibu rumah tangga secara terbuka mengungkapkan kesulitan memperoleh gas elpiji bersubsidi. Kalaupun tersedia, harganya disebut jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Baca Juga: 122 Prodi Tutup Sepanjang 2026, Kampus Beralih ke Jurusan Lebih Prospektif
"Kami minta tolong Pak Dewan, sekarang gas 3 kilogram sangat sulit dicari. Kalau ada di eceran, harganya sudah terlalu mahal dan tidak sesuai lagi dengan ketentuan. Kondisi ini sangat memberatkan masyarakat kecil," ujar salah seorang warga saat sesi dialog.
Keluhan serupa juga datang dari pelaku usaha mikro yang mengaku terdampak langsung akibat ketidakstabilan pasokan gas bersubsidi. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar distribusi kembali normal.
Menanggapi aspirasi tersebut, H. Lumba Munthe menegaskan bahwa gas elpiji 3 kilogram merupakan kebutuhan vital masyarakat berpenghasilan rendah yang harus dijamin ketersediaannya. Menurutnya, persoalan kelangkaan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut kebutuhan dasar rumah tangga dan keberlangsungan usaha kecil.
"Kelangkaan gas melon ini tidak bisa dianggap sepele. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat, terutama ibu rumah tangga dan pelaku UMKM yang sangat bergantung pada gas bersubsidi," tegas politisi Partai Demokrat tersebut.
Baca Juga: Ragam Buah Ini Lebih Optimal Dikonsumsi dalam Bentuk Beku, Lebih Bernutrisi
Sebagai tindak lanjut, Lumba Munthe berjanji akan segera berkoordinasi dengan Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara guna melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah agen maupun pangkalan elpiji.
Langkah tersebut, kata dia, diperlukan untuk memastikan distribusi berjalan sesuai aturan dan tidak terjadi praktik yang merugikan masyarakat.
Warga berharap keluhan yang mereka sampaikan melalui forum reses tidak berhenti sebatas catatan aspirasi. Mereka menginginkan adanya tindakan nyata agar pasokan gas elpiji 3 kilogram kembali tersedia dengan harga yang sesuai ketentuan, sehingga beban ekonomi masyarakat tidak semakin berat. (ind/han)
Editor : Johan Panjaitan