DAIRI, Sumutpos.jawapos.com – Komitmen pemerintah dalam mempercepat penurunan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia kembali ditegaskan melalui kunjungan kerja Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, ke Kabupaten Dairi, Kamis (4/6/2026).
Kunjungan yang dipusatkan di Gedung Balai Budaya Sidikalang itu disambut langsung Bupati Dairi Vickner Sinaga, Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor, unsur Forkopimda, serta anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tanjung. Ratusan kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dari Kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Agenda utama kunjungan tersebut adalah temu kader TPK sekaligus penguatan program pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting melalui program Bangga Kencana yang menjadi salah satu fokus pemerintah pusat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Dairi, dr. Nitawati Sitohang, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah pusat dan kader di lapangan, tetapi juga sarana memperkuat kapasitas para pendamping keluarga dalam menjalankan tugasnya.
Baca Juga: Anggota DPRD Labura Dilaporkan ke Polisi, KPAD Merasa Dicemarkan oleh Tuduhan Terima Uang
Menurutnya, sekitar seribu peserta mengikuti kegiatan temu kader tersebut, terdiri dari Tim Pendamping Keluarga yang selama ini menjadi ujung tombak pemerintah dalam mendampingi keluarga berisiko stunting.
“Selain temu kader, kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan program Bangga Kencana agar pendampingan kepada keluarga sasaran semakin optimal,” ujarnya.
Dairi Dukung Penuh Program MBG
Bupati Dairi Vickner Sinaga menyambut baik kehadiran Menteri Wihaji dan menilai kunjungan tersebut menjadi energi baru bagi pemerintah daerah dalam memperkuat upaya penanganan stunting.
Menurutnya, persoalan kependudukan dan stunting merupakan salah satu prioritas pembangunan yang harus ditangani secara serius demi menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
“Pemkab Dairi memiliki semangat yang sama dengan pemerintah pusat untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” kata Vickner.
Ia juga menegaskan dukungan penuh terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya Makan Bergizi Gratis (MBG).
Saat ini, kata Vickner, telah tersedia 38 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Dairi yang dipersiapkan untuk mendukung distribusi makanan bergizi gratis, termasuk kepada kelompok sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Baca Juga: Mahasiswa Tabagsel Geruduk Dinas Perizinan dan Kejari Paluta, Soroti Dugaan Tambang Ilegal di Sipiongot
Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tanjung menegaskan bahwa pembangunan bangsa tidak hanya diukur dari keberhasilan pembangunan fisik, tetapi juga kualitas manusia yang dihasilkan.
Menurutnya, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga memiliki peran strategis karena menyentuh langsung aspek kualitas keluarga dan pembangunan manusia.
“Ukuran kemajuan negara bukan hanya infrastruktur, tetapi juga kualitas sumber daya manusianya. Karena itu pemerintah daerah perlu terus bersinergi dengan kementerian ini,” ujarnya.
Ahmad Doli juga mengungkapkan bahwa DPR RI saat ini sedang mendorong revisi Undang-Undang Kependudukan dan Keluarga Berencana guna memperkuat berbagai program kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.
Cek Langsung Distribusi MBG untuk Kelompok 3B
Dalam konferensi pers, Menteri Wihaji menjelaskan bahwa kunjungannya ke Dairi merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja di Sumatera, setelah sebelumnya mengunjungi Aceh Tenggara.
Selain bertemu kader TPK, ia juga ingin memastikan implementasi program prioritas Presiden berupa distribusi Makan Bergizi Gratis kepada kelompok 3B berjalan sesuai target.
“Sesuai Peraturan Presiden, kementerian kami mendapat tugas mendistribusikan Makan Bergizi Gratis untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Karena itu saya turun langsung ke lapangan untuk melihat pelaksanaannya sekaligus mendengar kendala yang dihadapi kader,” ujar Wihaji.
Ia menegaskan bahwa program MBG menjadi salah satu instrumen penting dalam menekan angka stunting nasional yang saat ini masih berada di kisaran 19 persen.
Baca Juga: RSU Haji Medan Targetkan 900 Tenaga Medis dan Kesehatan Diberikan Vaksin Campak
“Harapannya, melalui program ini angka stunting dapat terus ditekan sehingga lahir generasi yang lebih sehat dan berkualitas,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Wihaji juga berdialog secara interaktif dengan para kader TPK dan Posyandu. Ia memberikan pemahaman mengenai penyebab stunting, strategi pencegahan, hingga pentingnya pendampingan keluarga sejak masa kehamilan hingga tumbuh kembang anak.
Kunjungan ini menjadi bukti bahwa percepatan penurunan stunting tidak hanya dilakukan melalui kebijakan dari pusat, tetapi juga melalui keterlibatan langsung pemerintah bersama para kader yang bekerja di garis terdepan pelayanan masyarakat. (rud/han)
Editor : Johan Panjaitan