STABAT, Sumutpos.jawapos.com– Cuaca buruk yang melanda Kabupaten Langkat pada Rabu (3/6/2026) petang mengakibatkan sebuah pohon besar tumbang dan menimpa satu unit mobil yang melintas di Jalan Lintas Medan–Banda Aceh, tepatnya di Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Stabat.
Peristiwa yang terjadi saat hujan deras disertai angin kencang itu sontak mengundang perhatian warga dan pengguna jalan. Selain menimbulkan kepanikan, kejadian tersebut juga menyebabkan arus lalu lintas di jalur utama penghubung Sumatera Utara–Aceh sempat mengalami kemacetan panjang.
Mobil yang tertimpa diketahui merupakan Daihatsu Terios berwarna hitam yang sedang melaju dari arah Stabat menuju Kota Binjai. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Langkat, Ipda Budi Sihotang, mengatakan pihaknya langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat mengenai pohon tumbang yang menutup badan jalan.
“Personel Satlantas Polres Langkat segera mendatangi lokasi setelah menerima informasi adanya pohon tumbang di Jalan Lintas Medan–Banda Aceh,” ujar Budi, Kamis (4/6/2026).
Baca Juga: Tim P2TL PLN Temukan Dugaan Penyalahgunaan Listrik Saat Pemeriksaan di Langkat
Menurutnya, pohon tumbang diduga kuat disebabkan tingginya intensitas hujan yang disertai hembusan angin kencang yang melanda kawasan tersebut.
Polisi Lakukan Rekayasa Lalu Lintas
Akibat pohon yang melintang di badan jalan, arus kendaraan dari kedua arah sempat tersendat. Untuk mengantisipasi kemacetan yang semakin panjang, petugas Satlantas melakukan pengaturan lalu lintas dan menerapkan rekayasa arus kendaraan di sekitar lokasi kejadian.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun satu unit kendaraan tertimpa pohon tumbang saat melintas,” jelas Budi.
Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat berkendara di tengah kondisi cuaca ekstrem, terutama ketika hujan deras dan angin kencang berlangsung.
Tak hanya aparat kepolisian, proses penanganan pohon tumbang juga melibatkan petugas dari Pemerintah Kabupaten Langkat, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Bersama warga sekitar, petugas bergotong royong memotong batang dan ranting pohon yang menutup jalan guna mempercepat proses normalisasi arus lalu lintas.
Selama proses evakuasi berlangsung, kendaraan diberlakukan sistem buka-tutup dan satu arah untuk menghindari kemacetan total di jalur nasional tersebut.
“Seluruh pihak bersama masyarakat melakukan pemotongan pohon tumbang. Arus lalu lintas sempat diberlakukan satu arah dan sekitar pukul 20.00 WIB kondisi jalan sudah kembali normal,” ungkap Budi.(ted/han)
Editor : Johan Panjaitan