Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Konflik Agrinas-Warga Labura Memanas, Satu Kompi Brimob Dikerahkan Jaga Polres Labuhanbatu

Johan Panjaitan • Rabu, 17 Juni 2026 | 20:20 WIB
Sejumlah personel Brimob Yon B Tebingtinggi tampak berada di lingkungan Mapolres Labuhanbatu (Fajar/Sumut Pos)
Sejumlah personel Brimob Yon B Tebingtinggi tampak berada di lingkungan Mapolres Labuhanbatu (Fajar/Sumut Pos)

 

LABUHANBATU, Sumutpos.jawapos.com – Situasi pascakerusuhan di kawasan perkebunan PT Agrinas Palma Nusantara (APN) Regional I di Desa Sukarame Baru, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), masih menjadi perhatian aparat keamanan. Rabu (17/6/2026), Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Labuhanbatu mendapat penguatan personel bantuan kendali operasional (BKO) dari Batalyon B Pelopor Brimob Polda Sumut yang bermarkas di Tebingtinggi.

Kehadiran pasukan Brimob tersebut menyusul pecahnya konflik antara warga dan pihak perusahaan yang berujung pada pembakaran serta penjarahan sejumlah aset PT APN Regional I pada Selasa (16/6/2026) malam.

Pantauan di Mapolres Labuhanbatu di Jalan MH Thamrin, Rantauprapat, sejumlah truk pengangkut pasukan Brimob tampak terparkir di halaman markas. Personel berseragam lengkap juga terlihat bersiaga untuk memperkuat pengamanan.

“Sebanyak satu kompi atau sekitar 100 personel BKO dikerahkan,” ujar salah seorang personel Brimob kepada wartawan.

Baca Juga: Puluhan Emak-emak Kepung SPBU Dolok Masihul, Protes BBM Langka Sebulan Terakhir

Menurutnya, personel Brimob ditugaskan menjaga keamanan Mapolres Labuhanbatu, sementara personel kepolisian setempat difokuskan untuk membantu pengamanan di wilayah konflik.

“Kami bertugas mengamankan Polres. Sementara personel Polres Labuhanbatu diterjunkan untuk membantu Polsek Kualuh Hulu dalam mengendalikan situasi dan mengamankan lokasi kejadian,” katanya.

Personel yang dikerahkan berasal dari Batalyon B Pelopor Brimob Polda Sumut yang membawahi wilayah operasional Tebingtinggi, Pematangsiantar, hingga Tanjungbalai.

Konflik yang pecah di areal perkebunan tersebut dipicu meninggalnya seorang warga yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum petugas pengamanan perusahaan. Peristiwa itu memantik kemarahan warga hingga berujung aksi massa yang membakar dan merusak sejumlah fasilitas perusahaan.

Sedikitnya tiga bangunan dilaporkan terdampak dalam insiden tersebut, termasuk kantor dan mess milik PT Agrinas Palma Nusantara Regional I yang kini mengelola eks areal PT Grahadura Leidong Prima.

Baca Juga: Setelah Berjuang Melawan Kanker Darah, Ayah Terdakwa Kasus BBM Jeriken Meninggal Dunia

Korban meninggal diketahui bernama Luis David Hutabarat (32), warga Dusun Tapian Nauli Kilang Mili, Desa Sukarame Baru. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban bersama seorang rekannya baru pulang dari ladang dan melintasi areal perkebunan perusahaan sebelum insiden tragis itu terjadi.

Dugaan keterlibatan oknum pengamanan perusahaan dalam peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia kini menjadi fokus penyelidikan aparat kepolisian.

Hingga Rabu siang, aparat gabungan masih melakukan pengamanan di lokasi guna mencegah terjadinya aksi susulan, sekaligus memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif di wilayah Kualuh Hulu. (fdh/han)

Editor : Johan Panjaitan
#agraria #BKO #brimob #konflik