Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Dandim 0209/Labuhanbatu Akui Ada Oknum TNI Diduga Terlibat, Kasus Kematian Luis David Masih Didalami

Johan Panjaitan • Kamis, 18 Juni 2026 | 17:30 WIB
Dandim 0209/Labuhanbatu Letkol Kav Hanung Kaptiaji (dok. Kodim 0209/LB)
Dandim 0209/Labuhanbatu Letkol Kav Hanung Kaptiaji (dok. Kodim 0209/LB)

 

LABUHANBATU, Sumutpos.jawapos.com – Penyelidikan kasus kematian Luis David Hutabarat (33) yang memicu aksi pembakaran sejumlah fasilitas PT Agrinas Palma Nusantara di Kabupaten Labuhanbatu Utara terus berkembang. Komandan Distrik Militer (Dandim) 0209/Labuhanbatu, Letkol Kav Hanung Kaptiaji, mengungkapkan adanya dugaan keterlibatan seorang oknum TNI Angkatan Darat dalam peristiwa tersebut.

Meski demikian, Hanung menegaskan bahwa seluruh informasi yang berkembang saat ini masih dalam tahap pendalaman dan belum dapat disimpulkan sebelum proses penyelidikan selesai dilakukan oleh aparat berwenang.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Polres Labuhanbatu serta informasi yang diperoleh dari personel di lapangan, terdapat dua individu yang saat ini menjadi perhatian dalam proses penyelidikan. Keduanya adalah seorang oknum TNI Angkatan Darat dan seorang purnawirawan TNI AD.

“Satu oknum TNI AD tersebut merupakan anggota dari satuan di luar Kodam I/Bukit Barisan dan bukan anggota Kodim 0209/Labuhanbatu. Saat kejadian, yang bersangkutan sedang menjalankan penugasan di PT Agrinas Palma Nusantara. Sementara satu orang lainnya merupakan purnawirawan TNI AD,” ujar Hanung saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (18/6/2026).

Baca Juga: Temuan Belanja BBM di Binjai: Tinggal Kecamatan Binjai Kota yang Belum Tuntas Pengembalian

Saat memberikan keterangan, Hanung mengaku tengah mengikuti kegiatan rapat di Markas Besar TNI di Jakarta. Kendati demikian, ia memastikan pihaknya terus memantau perkembangan kasus tersebut dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum yang menangani perkara.

Menurut Hanung, proses pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga mengetahui maupun terlibat dalam peristiwa itu masih berlangsung. Tim Subdenpom bersama Polres Labuhanbatu saat ini terus mengumpulkan keterangan, alat bukti, dan fakta-fakta lapangan guna memperoleh gambaran utuh mengenai kejadian yang sebenarnya.

“Proses pemeriksaan masih berjalan. Subdenpom dan Polres sedang bekerja. Apabila nantinya terbukti, maka akan dilakukan penanganan sesuai prosedur hukum dan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Dandim juga menekankan pentingnya menjunjung asas praduga tak bersalah selama proses penyelidikan berlangsung. Ia meminta seluruh pihak memberikan ruang kepada aparat untuk bekerja secara profesional dan objektif berdasarkan fakta hukum.

Selain pemeriksaan saksi dan pihak terkait, aparat juga masih menunggu hasil visum serta autopsi yang dilakukan terhadap jenazah Luis David Hutabarat. Hasil pemeriksaan medis tersebut dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam mengungkap penyebab pasti kematian korban.

“Hasil visum dan autopsi masih kami tunggu dari pihak rumah sakit dan Polres Labuhanbatu. Semua proses harus berdasarkan fakta dan alat bukti yang kuat,” ujarnya.

Baca Juga: Gerakan Tanam Bawang Merah di Simangittir, Pemda Paluta Dorong Ketahanan Pangan dan Penguatan Ekonomi Petani

Hanung memastikan pihak TNI akan mendukung penuh proses penegakan hukum dan bersikap terbuka terhadap setiap perkembangan penyelidikan. Jika nantinya ditemukan keterlibatan personel TNI, maka proses hukum akan dijalankan sesuai aturan yang berlaku di lingkungan militer maupun ketentuan hukum nasional.

Di sisi lain, koordinasi antara TNI dan Polri terus diperkuat untuk memastikan proses penyelidikan berjalan transparan dan dapat memberikan kepastian hukum kepada seluruh pihak.

Dandim juga menyebut manajemen PT Agrinas Palma Nusantara telah dimintai keterangan guna membantu mengungkap rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

Kasus kematian Luis David Hutabarat sendiri menjadi perhatian luas masyarakat setelah memicu gelombang kemarahan warga yang berujung pada aksi pembakaran sejumlah fasilitas perusahaan. Hingga kini, aparat kepolisian, Subdenpom, dan pihak terkait masih bekerja mengumpulkan seluruh fakta guna memastikan penyebab kematian korban serta pihak-pihak yang bertanggung jawab dapat diungkap secara terang dan objektif.(fdh/han)

Editor : Johan Panjaitan
#oknum tni #dandim #kasus