RANTAUPRAPAT, Sumutpos.jawapos.com – Dugaan keterlibatan seorang oknum prajurit TNI Angkatan Darat dalam kasus kematian Luis David Hutabarat (33) di areal perkebunan PT Agrinas Palma Nusantara (APN), Desa Sukarame Baru, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, masih menyisakan tanda tanya.
Hingga kini, Sub Detasemen Polisi Militer (Subdenpom) I/1-2 Rantauprapat mengaku belum menerima pelimpahan perkara maupun menangani kasus yang telah memicu gejolak sosial di wilayah tersebut.
Komandan Subdenpom I/1-2 Rantauprapat, Kapten Cpm Rudi FP Simorangkir, menegaskan dirinya tidak memiliki kewenangan untuk memberikan keterangan terkait dugaan keterlibatan oknum TNI dalam peristiwa yang menewaskan warga tersebut.
Baca Juga: Lebih Masam dan Keras, Apel Hijau Tak Kalah dengan Apel Merah; Ini Manfaatnya
"Mohon maaf. Untuk rilis, konfirmasi maupun menjawab pertanyaan Bapak (wartawan) sekalian, saya tidak punya kewenangan atau kapasitas untuk menjawab atau memberikan argumen," kata Kapten Rudi melalui pesan WhatsApp, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, informasi terkait dugaan keterlibatan personel TNI hanya dapat disampaikan oleh Atasan yang Berhak Menghukum (Ankum) atau komandan satuan yang bersangkutan.
"Mohon maaf tanyakan saja langsung ke pihak Ankumnya atau Komandannya," ujarnya.
Pernyataan tersebut sekaligus memperkuat indikasi bahwa oknum berpangkat Sersan Mayor (Serma) yang disebut-sebut dalam kasus ini bukan berasal dari satuan jajaran Kodam I/Bukit Barisan, termasuk bukan anggota Kodim 0209/Labuhanbatu.
Baca Juga: Penderita Penyakit Saraf Sebaiknya Tidak Konsumsi Jenis Makanan Ini
Kapten Rudi juga memastikan hingga saat ini Subdenpom Rantauprapat belum menerima pelimpahan penanganan perkara dari pihak terkait.
"Kami belum menerima pelimpahan atau belum menangani kasus yang dimaksud," tegasnya.
Di sisi lain, proses penyelidikan atas kematian Luis David Hutabarat masih terus bergulir di Polres Labuhanbatu. Aparat kepolisian diketahui sedang mendalami dugaan keterlibatan empat personel pengamanan PT Agrinas Palma Nusantara dalam insiden tersebut.
Kasus ini menjadi sorotan publik setelah kematian korban memicu kemarahan warga. Massa yang menuntut kejelasan dan keadilan sempat meluapkan protes dengan membakar sejumlah fasilitas milik PT APN di Kabupaten Labuhanbatu Utara.(fdh/han)
Editor : Johan Panjaitan