Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Bapenda Dairi Naikkan Target Perolehan Pajak Daerah Sebesar Rp4M

Johan Panjaitan • Kamis, 9 Juli 2026 | 18:00 WIB
Kepala Bapenda Dairi, Robot Simanulang. (RUDY SITANGGANG/SUMUT POS)
Kepala Bapenda Dairi, Robot Simanulang. (RUDY SITANGGANG/SUMUT POS)

 

DAIRI, Sumutpos.Jawapos.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), menaikkan target perolehan pajak daerah sebesar Rp4 miliar dari target sebelumya Rp30 miliar menjadi Rp34 miliar.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Dairi, Robot Samanulang kepada wartawan, Kamis (9/7/2026). 

Robot menjelaskan, secara keseluruhan target pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Dairi yang dibebankan pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun anggaran 2026 yakni pajak dan retribusi sebesar Rp110.400.200.000.

Dan yang sudah realisasi atau tercapai sampai dengan, 25 Juni 2026 sebesar Rp52.817.936.095 (47,84%). Dan khusus untuk pajak daerah, target kita naikkan sebesar Rp4 miliar dari target semula sebesar Rp30 miliar, menjadi Rp34 miliar, ungkap Robot.

Baca Juga: Solar Bersubsidi Langka, Antrean Kendaraan Mengular di SPBU Tebingtinggi

Robot mengatakan, untuk mengoptimalkan capaian pendapatan daerah, mulai tahun ini atau dalam waktu dekat Bapenda, akan mengapilikasikan sistem elektronifikasi transaksi PAD untuk meminimalisir kebocoran.

Kebocoran yang kita maksudkan adalah, dimana masih ada objek pajak melaporkan kewajiban tidak sesuai dengan omset. Jadi, dengan digitalisasi, perolehan pajak akan meningkat signifikan karena objek pajak akan melaporkan sesuai omzet, katanya.

Menurut Robot, ketidak jujuran objek pajak melaporkan kewajiban hampir mencapai 30-50 persen. Kalau dirupiahkan sekitar Rp10 miliar-Rp12 miliar khusus pajak daerah. 

Kita berharap, pengaplikasian transaksi digital bisa berjalan lancar, kebocoran tadi itu bisa kita tarik, tetapi dengan cacatan adanya sinergi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lainya, sebut Robot.

Baca Juga: GP Ansor Tebingtinggi Tegaskan Dukungan terhadap Perpres 111/2025

Mengenai penerapan digitalisasi untuk transaksi pajak dan retribusi daerah, kata Robot, sudah disosialisasikan kepada wajib pajak. 

Masih kata Robot, dengan efisiensi anggaran seperti saat ini pemerintah daerah harus bekerja keras menggali sumber pendapatan daerah melalui pajak dan retribusi daerah, dan tidak bisa terus bergantung pada pemerintah pusat.

Karena pada hakekatnya, otonomi daerah adalah kemandirian. Kita didorong kemandiran fiskal melalui strategi peningkatan PAD. Faktanya, dukungan PAD ke APBD Dairi selama ini masih diangka 10 persen, artinya masih tertogolong rendah, ungkap Robot.

Kedepan, kata Robot, yang paling ingin kita berhasilkan adalah pengelolaan dan kekayaan asset daerah. Kita sudah dorong asset-asset yang tidak produktif untuk dioptimalkan termasuk mess Pemkab Dairi di Medan untuk dioptimalkan menjadi sumber pendapatan, sebutnya.

Ditambahkan, target PAD Dairi tahun anggaran 2025 sebesar Rp 112.363.951.000, dan realisasi sebesar Rp111.446.383.682 (99,18%), pungkas Robot Simanulang. (rud/ila).

Editor : Johan Panjaitan
#bapenda dairi #pad #transaksi #digitalisasi