Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

HUT ke-19 PSBI, Effendi Simbolon Soroti Pelestarian Budaya dan Persoalan Danau Toba

Redaksi • Kamis, 9 Juli 2026 | 21:33 WIB
HUT ke-19 PSBI, Effendi Simbolon Soroti Pelestarian Budaya dan Persoalan Danau Toba
HUT ke-19 PSBI, Effendi Simbolon Soroti Pelestarian Budaya dan Persoalan Danau Toba

 

Jakarta - Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-20 di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, Selasa (7/7/2026). 

Kegiatan tersebut menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus penyampaian aspirasi strategis terkait pembangunan kawasan Danau Toba, pelestarian budaya Batak, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan diikuti sebanyak 156 wilayah Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) tersebar di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut, mayoritas wilayah berada di berbagai penjuru Indonesia (dari Sabang hingga Merauke), sementara wilayah internasional yang sudah dikonfirmasi secara resmi berpusat di California, Amerika Serikat. 

Baca Juga: Komisi I DPRD Sergai Bedah Sengketa Lahan 10 Hektare, Ahli Waris Serahkan Dokumen Kepemilikan Sejak 1972

Forum yang juga dihadiri oleh Gubernur Sumut, Bobby Nasution dan sejumlah Bupati itu, menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus menyampaikan sejumlah aspirasi strategis kepada pemerintah terkait pembangunan kawasan Danau Toba, pelestarian budaya Batak, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ketua Umum PSBI, Dr. Effendi MS Simbolon, menilai pentingnya menjaga dan melestarikan budaya Batak sebagai identitas masyarakat. Sebab budaya merupakan warisan leluhur yang harus terus dijaga sekaligus menjadi kekuatan dalam mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Kami hidup dan dibesarkan sampai sekarang ini tidak terlepas dari DNA orang Batak itu adalah budaya. Jadi mohon, karena di dalam budaya itulah ada seni, seninya bermacam-macam, " katanya.

Baca Juga: Hakim Beri Pemaafan, 2 Terdakwa Kasus Pertalite 20 Liter Tak Dipidana

Dirinya juga mendorong agar setiap desa sebaiknya memiliki sanggar kesenian sebagai langkah pembentukan karakter generasi muda dan penguatan budaya dengan dukungan pemerintah daerah.

Effendi Simbolon, juga menyinggung terkait terbatasnya ketersediaan air minum dan irigasi di Kabupaten Samosir. "Satu-satunya kabupaten yang berada di tengah air, tetapi masih kekurangan air bersih maupun air irigasi. Ini harus menjadi perhatian bersama," ujar Effendi.

Selain persoalan air, PSBI juga menyoroti pengelolaan lingkungan yang telah mencemari kawasan Danau Toba, khususnya operasional perusahaan budidaya ikan Aqua Farm, yang dinilai tidak bertanggung jawab dalam pengelolaan limbah.

Baca Juga: Diduga Terima Upeti Dari THM, 10 Orang Personel Ditresnarkoba Polda Sumut Diperiksa Propam

"Kami meminta perusahaan menjalankan water and wastewater treatment dengan baik demi menjaga kelestarian Danau Toba, karena kami melihat dampaknya terhadap pencemaran lingkungan yang tidak sehat," katanya.

Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menyatakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara siap bersinergi dengan PSBI dalam mendukung pembangunan daerah dan pelestarian budaya. 

Bobby menilai Effendi Simbolon banyak memberi pelajaran politik kepadanya. “Saya banyak belajar dari Pak Effendi Simbolon bagaimana menyikapi hal-hal yang di luar prediksi kita,” kata Bobby. 

Baca Juga: Mentan Amran Dorong Implementasi Pertanian Modern PM-AAS, Pendapatan Petani Naik Tiga Kali Lipat

Suami Kahiyang Ayu itu pun merespon positif atas saran dan masukan yang disampaikan Ketum PSBI, Effendi Simbolon berkaitan dengan sejumlah permasalahan di kawasan Danau Toba. 

Bobby juga menekankan pentingnya transformasi pengelolaan kebudayaan di Sumut agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Menurutnya, pelestarian budaya perlu dikembangkan melalui pendekatan industri kreatif sehingga tetap lestari sekaligus memberikan manfaat ekonomi.

"Kami sedang membangun sekolah unggulan di Samosir. Ini akan menjadi SMK Pariwisata," ujar Bobby dalam sambutannya.

Menurut Bobby, sekolah tersebut tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga membentuk karakter dan kesiapan mental para siswa. Seluruh kebutuhan pendidikan akan ditanggung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut.

"Skemanya adalah boarding dan semua biaya ditanggung pemerintah, bukan hanya materi pembelajaran, tetapi juga kesiapan mental siswa. Kita bukan zamannya lagi hanya melestarikan secara statis, tapi bagaimana melestarikan melalui industri," tegas Gubernur Sumut di hadapan para tokoh PSBI.

Menyikapi permasalahan air minum dan irigasi, pada kesempatan itu, Bobby juga mengusulkan integrasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di seluruh Sumut sebagai salah satu solusi untuk mengatasi persoalan penyediaan air bersih di berbagai daerah.

Mengawali rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19, PSBI juga menggelar ziarah nasional di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta, yang merupakan pusara 13 orang tua dari keluarga besar PSBI.

Ziarah nasional telah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun menjelang peringatan hari jadi organisasi. (rel/tri)

Editor : Redaksi
#effendi simbolon