MEDAN, SUMUT POS- Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang masih terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di berbagai wilayah Sumatera Utara terus menjadi perhatian publik.
Situasi ini tidak hanya mengganggu mobilitas masyarakat, tetapi juga mulai memberikan dampak terhadap aktivitas perekonomian.
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara, Hendra Cipta, meminta PT Pertamina segera mempercepat pemulihan distribusi BBM agar pasokan di seluruh SPBU kembali normal.
Baca Juga: Perkuat GCG, PLN UID Sumut Hadirkan Kajati Sumut
Menurutnya, persoalan yang terjadi saat ini telah menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan berpotensi memunculkan dampak yang lebih luas apabila tidak segera ditangani.
"Ya pasti dari sisi konsumen, kebutuhan BBM yang sulit didapat ini menimbulkan banyak kerugian. Di samping itu juga mengakibatkan efek-efek ekonomi dan bisa berdampak secara sosial. Kebutuhan BBM di Sumatera Utara yang hari ini memang sudah sangat parah," kata Hendra saat memberikan keterangan kepada Sumut Pos, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, BBM merupakan kebutuhan vital yang sangat menentukan kelancaran berbagai sektor kehidupan masyarakat. Ketika pasokan terganggu, maka dampaknya akan dirasakan hampir di semua lini, mulai dari aktivitas pekerja, distribusi barang, hingga pelayanan masyarakat.
Ia menilai kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlangsung terlalu lama karena dapat memengaruhi produktivitas masyarakat serta roda perekonomian daerah.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga menanggapi berbagai informasi yang berkembang mengenai penyebab terganggunya distribusi BBM. Salah satunya terkait kabar adanya sekitar 125 truk tangki yang disebut mengalami kendala sehingga memengaruhi kelancaran penyaluran BBM ke sejumlah SPBU.
Meski demikian, menurut Hendra, apa pun penyebab yang terjadi di internal distribusi, masyarakat tidak seharusnya menjadi pihak yang menanggung dampaknya.
"Dengan segala macam isu yang berkembang, kemudian persoalan yang kita dengar bahwa ada sekitar 125 truk yang bermasalah, ataupun apa penyebabnya, bagi konsumen itu bukan persoalan utama. Yang penting bagi masyarakat adalah bagaimana kebutuhan BBM mereka bisa terpenuhi," ujarnya.
Lebih lanjut, Hendra mengaku telah mendengar komitmen dari Pertamina yang menyatakan proses normalisasi distribusi akan diselesaikan dalam waktu satu hingga dua hari. DPRD Sumut berharap komitmen tersebut benar-benar direalisasikan sehingga masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan memperoleh BBM.
"Menurut janji Pertamina, persoalan ini akan segera mereka tuntaskan dalam satu sampai dua hari. Kita tentu berharap janji itu benar-benar bisa direalisasikan sehingga distribusi BBM kembali normal dan masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan bahan bakar," ungkapnya.
Menurutnya, kepanikan masyarakat berpotensi mempercepat habisnya stok BBM di SPBU sehingga distribusi yang sedang dipulihkan menjadi semakin sulit memenuhi kebutuhan.
"Pesan saya kepada masyarakat tentunya jangan panik dan jangan melakukan tindakan yang berlebihan. Memang aktivitas bekerja, mengantar anak sekolah, dan berbagai kegiatan sehari-hari sangat dipengaruhi oleh ketersediaan BBM. Tetapi kita berharap masyarakat tetap tenang sambil menunggu pasokan kembali normal," katanya. (san/ram)
Editor : Juli Rambe