LUBUK PAKAM, Sumutpos.jawapos.com – Proyek pembangunan gorong-gorong yang diduga mangkrak di lingkungan SMP Perguruan PAB Wilayah 1 Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, memakan korban. Seorang siswa kelas IX berinisial ZI mengalami luka serius di bagian kepala setelah terjatuh dan tertusuk besi proyek yang dibiarkan terbuka.
Peristiwa tersebut terjadi di area sekolah yang berada di Jalan Pantai Labu, Dusun Sadar Barat, Desa Sekip, Kecamatan Lubuk Pakam. Kondisi proyek yang belum rampung dengan lubang galian menganga dan besi yang menjulur dinilai membahayakan keselamatan warga sekolah, khususnya para siswa.
Kepala SMP Perguruan PAB Wilayah 1 Lubuk Pakam, Faridah Br. Saragih, S.Pd., M.Pd., membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, kecelakaan terjadi saat para siswa mengikuti pelajaran olahraga dan bermain kasti di halaman sekolah.
Saat bola permainan menggelinding masuk ke area semak di sekitar proyek, korban berusaha mengambilnya. Namun nahas, ia terpeleset dan kepalanya menghantam ujung besi yang berada di lokasi proyek hingga mengalami pendarahan cukup serius.
"Mereka sedang bermain kasti. Bolanya masuk ke semak, lalu korban berlari mengambil bola, terpeleset dan jatuh. Kepalanya mengenai ujung besi gorong-gorong hingga mengeluarkan darah cukup banyak," ujar Faridah, Jumat (17/7/2026).
Korban kemudian segera mendapat pertolongan dan dibawa berobat. Pihak sekolah mengambil tanggung jawab dengan menanggung biaya pengobatan karena insiden terjadi di lingkungan sekolah.
Faridah mengaku kecewa karena hingga kini belum ada pihak kontraktor maupun instansi terkait yang datang memberikan penjelasan ataupun menunjukkan tanggung jawab atas kondisi proyek yang terbengkalai tersebut.
"Kami langsung membawa siswa berobat. Kejadiannya di sekolah kami sehingga biaya pengobatan kami tanggung. Tetapi sampai sekarang tidak ada pihak kontraktor maupun dinas terkait yang datang. Akibat pekerjaan yang terlantar ini, siswa kami menjadi korban," katanya.
Ia menjelaskan, proyek tersebut mulai dikerjakan oleh Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Deli Serdang pada Desember 2025 untuk mengganti gorong-gorong lama yang dinilai sudah tidak mampu menampung debit air saat musim hujan.
Meski bertujuan mengatasi persoalan banjir di kawasan sekitar, pekerjaan itu justru belum juga rampung hingga pertengahan 2026.
Akibatnya, lingkungan sekolah berubah menjadi area yang dipenuhi galian terbuka, material proyek, serta besi-besi yang mencuat ke permukaan dan membahayakan aktivitas belajar para siswa.
"Gorong-gorong lama memang kecil sehingga saat hujan air meluap ke permukiman warga. Tapi sekarang kondisi sekolah kami justru seperti kubangan. Banyak lubang bekas galian yang dibiarkan terbuka," ujarnya.
Baca Juga: Alfamidi Dukung Pencegahan Stunting, Salurkan 3.600 Butir Telur di Asahan
Faridah mengungkapkan, pihak kontraktor sebelumnya berulang kali menjanjikan pekerjaan akan segera diselesaikan. Namun hingga kini janji tersebut belum terealisasi.
"Katanya akan segera diselesaikan, tetapi sampai sekarang hanya tinggal janji. Sekolah kami seperti habis diterjang banjir, lubang masih menganga dan besi-besi menjulur ke mana-mana. Kondisi ini sangat membahayakan anak-anak didik kami," tegasnya.
Pihak sekolah berharap Pemerintah Kabupaten Deli Serdang segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan proyek tersebut sekaligus memastikan keamanan lingkungan sekolah agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kabupaten Deli Serdang, Sandra Dewi Situmorang, S.STP., M.Si., saat dikonfirmasi hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan terkait proyek yang diduga mangkrak tersebut. (btr/han)
Editor : Johan Panjaitan