Kecamatan Tukka Tapanuli Tengah Kembali Dilanda Banjir, 145 Warga Mengungsi

Juli Rambe • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 12:55 WIB
EVAKUASI: BPBD Sumut bersama warga saat mengevakuasi korban banjir di Kecamatan Tukka, Sabtu (18/7/2026). (Dok: BPBD Sumut)
EVAKUASI: BPBD Sumut bersama warga saat mengevakuasi korban banjir di Kecamatan Tukka, Sabtu (18/7/2026). (Dok: BPBD Sumut)

 

MEDAN, SUMUT POS- Kabupaten Tapanuli Tengah kembali dilanda banjir, tepatnya di Kecamatan Tukka.

Bencana tersebut dipicu tingginya intensitas curah hujan yang menyebabkan ratusan warga mengungsi dan merendam sejumlah permukiman.

Kepala Pelaksana BPBD Sumut, Tuahta Ramajaya Saragih, mengatakan banjir tidak hanya terjadi di Kecamatan Tukka, tetapi juga melanda sejumlah wilayah lain di Kabupaten Tapanuli Tengah, seperti Kecamatan Badiri dan Sarudik.

Baca Juga: Saipul Bahri Ajak Warga Pekan Labuhan Aktifkan Kembali Poskamling

"Bencana banjir di Tukka memang benar terjadi karena tingkat curah hujan yang tinggi. Dari laporan yang kami terima, selain di Tukka, banjir juga terjadi di Kecamatan Badiri dan Sarudik. Khusus di Tukka, ada beberapa titik tanggul yang secara fisik tergerus arus air sehingga air meluap melewati tanggul dan masuk ke permukiman warga," kata Tuahta saat memberikan keterangan kepada Sumut Pos, Senin (20/7/2026).

Akibat banjir tersebut, sebanyak 145 warga terpaksa mengungsi di Gereja HKBP Sipange. Meski demikian, kondisi banjir kini telah berangsur surut sehingga sebagian besar warga mulai kembali membersihkan rumah masing-masing.

"Informasi yang kami terima, ada 145 warga yang mengungsi di Gereja HKBP Sipange. Kondisi sejak kemarin hingga hari ini sudah surut. Warga mulai membersihkan rumah mereka dan aktivitas berangsur kembali seperti biasa," ujarnya.

Mewakili Gubernur Sumatera Utara, Tuahta juga menyerahkan bantuan logistik kepada para pengungsi. Bantuan tersebut berupa 170 paket kebutuhan dasar yang disalurkan kepada masyarakat terdampak banjir.

"Hari ini saya mewakili Bapak Gubernur menyerahkan bantuan sebanyak 170 paket kepada masyarakat yang mengungsi di Gereja HKBP Sipange sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap warga terdampak banjir," katanya.

Meski sebagian warga telah kembali ke rumah pada siang hari untuk membersihkan sisa lumpur dan material banjir, mereka masih memanfaatkan posko pengungsian, terutama untuk kebutuhan konsumsi.

"Jumlah pengungsi masih sekitar 145 orang. Namun pada siang hari mereka biasanya pulang ke rumah untuk membersihkan rumah masing-masing, kemudian kembali lagi ke lokasi pengungsian karena di sana tersedia dapur umum. Peralatan memasak di rumah mereka sebagian besar masih belum dapat digunakan, sehingga kebutuhan makan masih dipenuhi melalui dapur umum yang disediakan Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Tengah," jelas Tuahta.

BPBD Sumut juga mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca saat ini masih tidak menentu. Meski berdasarkan prediksi BMKG Sumatera Utara akan memasuki musim kemarau, hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.

"Saat ini kita masih menghadapi bencana hidrometeorologi basah. Masyarakat yang berada di daerah rawan atau yang sebelumnya terdampak banjir agar tetap bersiaga, memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, serta terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat, baik melalui kelurahan, kecamatan maupun BPBD. Jika ada potensi bahaya, segera ikuti arahan petugas," imbaunya.

Selain mewaspadai banjir, BPBD Sumut juga mengingatkan masyarakat untuk mulai mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi kering yang dapat muncul ketika musim kemarau mulai berlangsung.

"Ketika memasuki musim kering nanti, masyarakat kami minta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Perhatikan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan. Saat ini memang merupakan masa pancaroba. Menurut prediksi BMKG kita akan memasuki musim kemarau, tetapi hujan masih terjadi di berbagai daerah. Karena itu masyarakat harus tetap waspada terhadap segala potensi bencana dan selalu berkoordinasi dengan pemerintah setempat," tutup Tuahta.

BPBD Sumut memastikan terus memantau perkembangan situasi di Tapanuli Tengah dan wilayah lainnya yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem. Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga terus melakukan penanganan pascabanjir serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi hingga kondisi benar-benar pulih.(san/ram)

 

Editor : Juli Rambe
banjir di kecamatan tukka tapanuli tengah banjir bandang