HUT Ke-18, Labura Rayakan Perjalanan Daerah dengan Sederhana dan Penuh Kekeluargaan

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 08:00 WIB
 Kabupaten Labura Rayakan Hari Jadi Ke-18 dengan Sederhana, Sarat Nuansa Kekeluargaan. ( Asri Tarigan/ Sumut Pos )
Kabupaten Labura Rayakan Hari Jadi Ke-18 dengan Sederhana, Sarat Nuansa Kekeluargaan. ( Asri Tarigan/ Sumut Pos )

 

LABURA, Sumutpos.jawapos.com – Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) genap berusia 18 tahun. Peringatan hari jadi tahun ini digelar sederhana, namun tetap sarat makna dan nuansa kekeluargaan.

Resepsi Hari Jadi ke-18 Kabupaten Labuhanbatu Utara berlangsung di Aula Ahmad Dwi Syukur, Kompleks Kantor Bupati Labura, Selasa (21/7/2026). Mengusung tema “Melangkah Bersama, Maju Lebih Cepat untuk Labura Hebat”, momentum tersebut menjadi ruang refleksi atas perjalanan Labura sebagai daerah otonom sekaligus peneguhan komitmen bersama untuk mempercepat pembangunan.

Peringatan tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh pemekaran, unsur pemerintahan, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, pemuda, tokoh agama, hingga kepala desa se-Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Tampak hadir Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya, Dandim 0209/Labuhanbatu, unsur Kejaksaan Negeri dan Pengadilan Negeri, Danlanal Tanjung Balai Letkol Laut (P) Sigit Riyanto, Wakil Bupati Labura H. Samsul Tanjung, serta berbagai unsur lainnya.

Baca Juga: Darma Wijaya Resmi Buka Turnamen Sepak Bola Piala Bupati dan Wakil Bupati Sergai U-23 2026

Bupati Labuhanbatu Utara Dr. H. Hendriyanto Sitorus mengatakan, usia 18 tahun merupakan fase penting dalam perjalanan sebuah daerah. Selama hampir dua dekade, Labura telah melewati berbagai dinamika, tantangan, sekaligus mencatat sejumlah capaian pembangunan.

“Delapan belas tahun bukanlah waktu yang singkat dalam perjalanan sebuah daerah. Sejak ditetapkan sebagai daerah otonom, Kabupaten Labuhanbatu Utara telah melalui berbagai dinamika pembangunan, tantangan, serta capaian yang patut kita syukuri,” ujar Hendriyanto.

Bupati yang akrab disapa HYS itu menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam perjalanan pembangunan Labura. Mulai dari para tokoh pemekaran, pemerintah daerah, DPRD, pelaku usaha, akademisi, pemuda, tokoh masyarakat, hingga seluruh warga.

Menurutnya, tema peringatan hari jadi tahun ini bukan sekadar slogan. Tema tersebut merefleksikan semangat kolektif untuk memperkuat kebersamaan dan mempercepat pembangunan daerah.

“Ini adalah cerminan semangat kebersamaan kita untuk terus bergerak maju, memperkuat solidaritas sosial, serta mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Hendriyanto juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan selama satu tahun terakhir. Di antaranya peningkatan kualitas pelayanan publik, pertumbuhan ekonomi daerah, pemerataan pembangunan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Baca Juga: Aksi Damai di Kejati Sumut, Massa Dukung Kejaksaan Berantas Korupsi

Namun, ia mengakui masih terdapat berbagai pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara berkomitmen memperkuat sinergi dengan DPRD dan seluruh elemen masyarakat.

“Kami terus bergandeng tangan dengan DPRD dan seluruh elemen masyarakat. Mohon doa dan dukungannya agar pembangunan yang telah berjalan maupun yang belum selesai dapat terus dituntaskan demi kemajuan Kabupaten Labuhanbatu Utara,” katanya.

Mengakhiri sambutannya, Ketua DPD Partai Golkar Labura itu mengajak masyarakat menjadikan Hari Jadi ke-18 sebagai momentum untuk memperkuat optimisme dan persatuan.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai refleksi diri dan komitmen bersama untuk terus membangun Kabupaten Labuhanbatu Utara menjadi kabupaten yang hebat, maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Napak Tilas Sejarah Pemekaran

Sebelum resepsi berlangsung, rangkaian Hari Jadi ke-18 Labuhanbatu Utara diawali dengan Rapat Paripurna Istimewa DPRD Labura yang dipimpin Ketua DPRD Rimba Bertuah Sitorus.

Dalam sidang tersebut, sejarah singkat berdirinya Kabupaten Labuhanbatu Utara turut dipaparkan. Pembacaan sejarah dilakukan Kepala Dinas Pendidikan Labura sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para tokoh pemekaran yang menjadi bagian penting dari lahirnya daerah tersebut.

Rangkaian peringatan kemudian ditutup dengan prosesi pemotongan nasi tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan 18 tahun Labura.

Di usia yang semakin matang, Kabupaten Labuhanbatu Utara diharapkan terus melangkah dengan semangat kebersamaan menuju daerah yang semakin maju, inklusif, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Semangat “Basimpul Kuat Babontuk Elok” pun kembali diteguhkan sebagai fondasi untuk menatap masa depan Labura dengan optimisme dan kerja bersama.(mag-10/han)

Editor : Johan Panjaitan
hut kabupaten labura hari jadi