PLN Sumut Nyalakan 13 Sambungan Listrik Gratis, Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Simalungun

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 14:50 WIB
Jajaran PT PLN (Persero) UP3 Pematangsiantar menyerahkan bantuan sambungan listrik gratis kepada warga. (Pra Evasi/Sumut Pos)
Jajaran PT PLN (Persero) UP3 Pematangsiantar menyerahkan bantuan sambungan listrik gratis kepada warga. (Pra Evasi/Sumut Pos)

 

SIMALUNGUN, Sumutpos.jawapos.com– PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui program Light Up The Dream (LUTD) dan Xtra Care, PLN menyalakan 13 sambungan listrik gratis sekaligus menyalurkan bantuan sosial kepada warga kurang mampu di Nagori Laras Dua, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.

Secara simbolis, General Manager PLN UID Sumatera Utara Mundhakir menyalakan sambungan listrik di rumah Fitri, salah seorang penerima manfaat. Penyalaan tersebut menjadi penanda dimulainya akses listrik mandiri bagi 13 keluarga yang sebelumnya belum menikmati layanan listrik secara layak.

Tak hanya menghadirkan terang di rumah warga, PLN UP3 Pematangsiantar juga menyerahkan 13 paket sembako melalui Program Xtra Care kepada seluruh penerima manfaat. Bantuan tersebut berasal dari donasi sukarela pegawai PLN yang secara konsisten menyisihkan sebagian rezekinya sebagai bentuk kepedulian sosial.

Baca Juga: Poltekkes Kemenkes Medan Perkuat Layanan ANC di Sipahutar, Ibu Hamil Dibekali Edukasi, Triple Elimination dan Skrining Digital

General Manager PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir, mengatakan listrik merupakan kebutuhan dasar yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, melalui Program Light Up The Dream, PLN ingin memperluas akses listrik bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Program Light Up The Dream merupakan wujud nyata kepedulian insan PLN kepada masyarakat. Bantuan ini lahir dari semangat gotong royong pegawai PLN yang ingin berbagi kepada sesama. Kami berharap kehadiran listrik dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan, membuka peluang ekonomi, meningkatkan kenyamanan, serta mendukung pendidikan dan aktivitas masyarakat sehari-hari," ujarnya.

Ia menegaskan, program tersebut menjadi bukti bahwa keberadaan PLN tidak hanya berorientasi pada penyediaan layanan kelistrikan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Senada dengan itu, Manager PLN UP3 Pematangsiantar Ramses Manalu menyampaikan bahwa berbagai program sosial yang dijalankan PLN merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca Juga: Pakar Teknik Sipil: Getaran Ledakan di Grand Polonia Mirip Cara Kerja Dinamit Merobohkan Bangunan

"PLN hadir bukan hanya untuk menyalakan listrik, tetapi juga menghadirkan kepedulian. Melalui Program Light Up The Dream dan Xtra Care, kami ingin memastikan manfaat keberadaan PLN benar-benar dirasakan masyarakat," katanya.

Ramses menambahkan, seluruh bantuan yang disalurkan berasal dari donasi sukarela pegawai PLN. Semangat berbagi dan gotong royong itulah yang menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan program sosial secara berkelanjutan.

"Setiap sambungan listrik dan setiap paket sembako yang disalurkan merupakan wujud nyata kepedulian insan PLN kepada masyarakat yang membutuhkan," tambahnya.

Bagi para penerima manfaat, bantuan tersebut menghadirkan kebahagiaan sekaligus harapan baru. Fitri, salah seorang warga yang menerima sambungan listrik gratis, mengaku bersyukur karena kini keluarganya dapat menikmati listrik secara mandiri.

"Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada PLN dan seluruh pegawai yang telah membantu kami. Akhirnya kami bisa menikmati listrik sendiri di rumah. Bantuan sembako yang diberikan juga sangat berarti bagi keluarga kami. Semoga seluruh kebaikan Bapak dan Ibu PLN dibalas dengan kesehatan, kelancaran rezeki, dan keberkahan," ungkapnya penuh haru. (pra/han)

Editor : Johan Panjaitan
sambungan listrik gratis PLN UID Sumatera Utara