Dari Limbah Jadi Berkah, PLN Dorong Perempuan Langkat Bangun Usaha Kreatif Berbasis Lidi Sawit

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 15:02 WIB
Ketua HEBAT Foundation, Fika Emylia Effendi foto bersama perempuan Desa Payarengas, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat,  melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli bertajuk "PALM EMPOWER: Perempuan Naik Kelas lewat Inovasi Lidi Ramah Lingkungan" yang digelar PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara bekerja sama dengan HEBAT Foundation pada 29–31 Juli 2026. (Dok ISTIMEWA)
Ketua HEBAT Foundation, Fika Emylia Effendi foto bersama perempuan Desa Payarengas, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli bertajuk "PALM EMPOWER: Perempuan Naik Kelas lewat Inovasi Lidi Ramah Lingkungan" yang digelar PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara bekerja sama dengan HEBAT Foundation pada 29–31 Juli 2026. (Dok ISTIMEWA)

 

LANGKAT, Sumutpos.jawapos.com – Limbah pelepah kelapa sawit yang selama ini hanya menjadi sisa perkebunan kini mulai menemukan nilai baru. Di tangan puluhan perempuan Desa Payarengas, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, lidi sawit disulap menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi, membuka peluang usaha sekaligus memperkuat kemandirian keluarga.

Transformasi tersebut diwujudkan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli bertajuk "PALM EMPOWER: Perempuan Naik Kelas lewat Inovasi Lidi Ramah Lingkungan" yang digelar PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara bekerja sama dengan HEBAT Foundation pada 29–31 Juli 2026.

Program ini tidak sekadar menghadirkan pelatihan keterampilan, tetapi dirancang sebagai model pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal yang berkelanjutan. Fokus utamanya adalah membangun kapasitas perempuan desa agar mampu mengolah limbah perkebunan menjadi produk kreatif yang memiliki daya saing di pasar.

Baca Juga: Suzuki XL7 Terbaru Mengaspal, Kini Dibekali 360 Camera, TPMS hingga DVR

Sebanyak 20 perempuan dibentuk ke dalam dua kelompok usaha kreatif. Untuk memperkuat produktivitas mereka, PLN menyerahkan enam unit mesin serut lidi sawit yang dibagi kepada kedua kelompok tersebut. Bantuan juga dilengkapi paket peralatan produksi dan bahan praktik agar proses belajar dapat langsung diterapkan.

Selama tiga hari pelatihan, peserta mempelajari seluruh tahapan produksi, mulai dari teknik memilih dan mengolah lidi sawit, mengoperasikan serta merawat mesin serut, hingga menghasilkan berbagai produk kerajinan yang mengedepankan fungsi sekaligus nilai estetika.

Tak hanya aspek produksi, peserta juga dibekali pemahaman mengenai standar kualitas produk, pengelolaan kelompok usaha, hingga strategi pemasaran agar produk yang dihasilkan mampu menembus pasar yang lebih luas.

Ketua HEBAT Foundation, Fika Emylia Effendi, menegaskan bahwa komitmen program tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Menurutnya, pendampingan menjadi kunci agar kelompok usaha benar-benar tumbuh dan mandiri.

"Komitmen kami bersama PLN bukan sekadar menyalurkan bantuan peralatan dan menyelenggarakan pelatihan. Kami akan memberikan pendampingan serta mentoring secara konsisten selama satu tahun. Fokus kami adalah memastikan para anggota kelompok benar-benar terampil, mampu mengelola usaha secara mandiri, dan merasakan dampak nyata berupa peningkatan ekonomi keluarga," ujarnya.

Baca Juga: Ketua DPW NasDem Sumut Sebut Ricky Antoni Tidak Perlu Belajar Lagi, Yang Disampaikan Sudah Benar

Fika menilai Kabupaten Langkat memiliki potensi besar karena ketersediaan limbah lidi sawit yang melimpah. Dengan pengelolaan yang tepat, dukungan peralatan modern, peningkatan kualitas produk, serta akses pemasaran yang berkelanjutan, kerajinan berbahan baku lidi sawit diyakini mampu menembus pasar nasional bahkan berpeluang memasuki pasar ekspor.


rogram Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli bertajuk "PALM EMPOWER: Perempuan Naik Kelas lewat Inovasi Lidi Ramah Lingkungan".
rogram Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli bertajuk "PALM EMPOWER: Perempuan Naik Kelas lewat Inovasi Lidi Ramah Lingkungan".

 

Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Payarengas, Sartiman, yang menyebut program tersebut menjadi bukti nyata kehadiran PLN dalam mendorong kesejahteraan masyarakat, tidak hanya melalui penyediaan energi listrik.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN UID Sumatera Utara dan HEBAT Foundation yang telah hadir di desa kami dengan memberikan bantuan alat produksi dan pelatihan, khususnya kepada kelompok perempuan. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa PLN tidak hanya menerangi rumah-rumah masyarakat, tetapi juga turut menerangi masa depan dan perekonomian warga," katanya.

Ia berharap bantuan enam unit mesin serut, pelatihan, dan pendampingan selama satu tahun mampu menjadi pemicu lahirnya UMKM baru di Desa Payarengas. Dengan begitu, para perempuan, khususnya ibu rumah tangga, dapat memiliki sumber penghasilan tambahan tanpa harus meninggalkan peran mereka di dalam keluarga.

Melalui PALM EMPOWER, PLN UID Sumatera Utara bersama HEBAT Foundation berupaya membangun ekosistem usaha mikro yang tangguh, berbasis ekonomi sirkular, sekaligus ramah lingkungan. Limbah perkebunan yang sebelumnya tak bernilai kini diubah menjadi produk kreatif yang membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.

Program ini menjadi gambaran bahwa pemberdayaan tidak selalu dimulai dari sumber daya yang besar. Dengan inovasi, kolaborasi, dan pendampingan yang berkelanjutan, sesuatu yang selama ini dianggap limbah dapat menjadi energi baru bagi lahirnya kemandirian ekonomi perempuan di Kabupaten Langkat.(rel/han)

Editor : Johan Panjaitan
lidi sawit Palm Empower PLN UID Sumut produk kerajinan daerah peluang usaha