Kalapas Labuhan Ruku Sambut Baik Audiensi STIT Batu Bara, Perkuat Sinergi Pendidikan untuk Pembinaan Warga Binaan

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 08:25 WIB
Ketua STIT Batu Bara, Muhammad As
Ketua STIT Batu Bara, Muhammad As'adurrofik, S.Th.I., M.Ag., bersama tim akademisi saat ber audensi pada Kepala Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Dr. Hamdi Hasibuan, S.T., S.H., M.Hum., bersama jajaran pejabat struktural, Kamis (30/07/2026). (Liberti H Haloho/Sumut Pos)

 

BATUBARA, Sumutpos.jawapos.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak dalam memperkuat program pembinaan warga binaan. Kali ini, sinergi dibangun bersama dunia akademik melalui audiensi jajaran Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Batu Bara Sumatera Utara yang diterima langsung Kepala Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Dr. Hamdi Hasibuan, S.T., S.H., M.Hum., Kamis (30/7/2026).

Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut menjadi langkah awal mempererat kerja sama antara Lapas dan perguruan tinggi dalam bidang pendidikan, pembinaan karakter, hingga penguatan nilai-nilai keagamaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Audiensi merupakan tindak lanjut atas surat permohonan resmi Nomor: P/503/K.STIT.BB/07/2026 tertanggal 29 Juli 2026 yang diajukan Yayasan Pendidikan Islam Batu Bara Sejahtera. Rombongan dipimpin Ketua STIT Batu Bara, Muhammad As'adurrofik, S.Th.I., M.Ag., bersama jajaran akademisi.

Baca Juga: Mengintip Biaya Fantastis Anjing K-9 Penjaga Kawasan Elite, Bisa Tembus Rp15 Juta per Bulan

Dalam pertemuan tersebut, pihak Lapas memaparkan berbagai program pembinaan yang selama ini dijalankan, mulai dari pembinaan kepribadian melalui kegiatan keagamaan hingga pembinaan intelektual yang dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan agar siap kembali berperan di tengah masyarakat setelah menjalani masa pidana.

Diskusi berlangsung dinamis dengan membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat segera direalisasikan. Sejumlah program yang mengemuka di antaranya pengabdian kepada masyarakat, penelitian akademik, kuliah lapangan, hingga keterlibatan dosen dan mahasiswa STIT Batu Bara dalam kegiatan pembelajaran, pembinaan mental spiritual, serta peningkatan wawasan keagamaan bagi warga binaan.

Kolaborasi tersebut dinilai tidak hanya memberikan manfaat bagi proses pembinaan di dalam Lapas, tetapi juga menjadi ruang praktik akademik yang bernilai bagi sivitas akademika STIT Batu Bara.

Kalapas Labuhan Ruku, Dr. Hamdi Hasibuan, mengapresiasi kunjungan dan komitmen STIT Batu Bara untuk bersama-sama mendukung program pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.

Menurutnya, keterlibatan institusi pendidikan menjadi salah satu strategi penting dalam memperkaya materi dan metode pembinaan sehingga warga binaan memperoleh bekal intelektual, moral, dan spiritual yang lebih baik sebelum kembali ke masyarakat.

Baca Juga: Denmark Hapus Pajak Buku, Pertaruhkan Rp760 Miliar Demi Bangkitkan Budaya Membaca

"Sinergi dengan perguruan tinggi merupakan langkah strategis untuk memperkuat kualitas pembinaan. Kami berharap komunikasi dan kerja sama ini terus berkembang melalui program-program berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata, baik bagi warga binaan maupun dunia pendidikan," ujarnya.

Melalui audiensi tersebut, Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku kembali menegaskan komitmennya membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi, sebagai bagian dari upaya mewujudkan sistem pemasyarakatan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada pembinaan.

Kemitraan dengan STIT Batu Bara diharapkan mampu melahirkan berbagai program edukatif yang berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas warga binaan sekaligus memperkuat peran pendidikan dalam mendukung keberhasilan proses reintegrasi sosial. (lib/han)

Editor : Johan Panjaitan
STIT Batubara WBP Labuhan Ruku lapas warga binaan