LANGKAT, Sumutpos.jawapos,com – Suasana duka menyelimuti Dusun Tempel, Desa Balai Kasih, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, setelah dua anak perempuan ditemukan meninggal dunia diduga akibat tenggelam di sebuah kolam ikan, akhir pekan lalu.
Kedua korban diketahui berinisial MR (6) dan DA (7), warga setempat. Peristiwa memilukan itu bermula ketika keduanya bermain bersama pada sore hari, namun tak kunjung kembali ke rumah hingga waktu menjelang malam.
Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Ghulam Yanuar Lutfi mengatakan, berdasarkan keterangan keluarga, kedua anak tersebut biasanya sudah pulang sekitar pukul 17.00 WIB. Karena hingga waktu tersebut mereka belum juga terlihat, orang tua masing-masing mulai melakukan pencarian di sekitar lingkungan rumah.
Baca Juga: Sidang Korupsi Smartboard Langkat, PPK Sebut Eks Kadisdik Saiful Abdi Ikut Kendalikan Proyek
Pencarian terus dilakukan hingga sekitar pukul 19.30 WIB. Harapan keluarga berubah menjadi kecemasan ketika seorang warga menemukan sepasang sandal yang diduga milik korban di tepi kolam ikan milik Hadi, yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah korban.
"Warga melihat sandal korban berada di pinggir kolam. Saat memperhatikan permukaan air, terlihat tanaman eceng gondok sudah berserakan, sehingga memunculkan kecurigaan," ujar AKP Ghulam, Senin (3/8/2026).
Warga kemudian mengarahkan cahaya senter ke permukaan kolam. Dari situ, mereka melihat tubuh kedua korban mengapung dalam posisi telungkup.
Kedua bocah tersebut segera dievakuasi dari kolam dan dibawa ke rumah masing-masing. Namun, saat diangkat dari air, keduanya sudah dalam kondisi meninggal dunia.
"Menurut keterangan saksi, ketika korban dievakuasi dari kolam, keduanya sudah tidak bernyawa," jelasnya.
Baca Juga: Hadapi Gejala Menopause dengan Tiga Langkah Ini
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan kedua anak itu memang terlihat bermain bersama sebelum peristiwa terjadi. Namun, tidak ada yang mengetahui bahwa mereka pergi menuju kolam ikan tersebut.
Petugas dari Puskesmas Kecamatan Kuala kemudian melakukan pemeriksaan medis terhadap jenazah dengan disaksikan keluarga masing-masing korban. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh kedua korban.
"Setelah dilakukan pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di seluruh tubuh korban," kata AKP Ghulam.
Usai proses pemeriksaan selesai, kedua jenazah dimakamkan di tempat pemakaman umum yang berada tidak jauh dari kediaman mereka. (ted/han)
Editor : Johan Panjaitan