Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Labuhan Ruku Belajar Menenun Songket

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 22:42 WIB
Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku secara aktif menyelenggarakan kegiatan pembinaan keterampilan Tenun Songket bagi para warga binaan pada Senin (03/08/2026). (Foto Liberti H Haloho/Sumut Pos)
Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku secara aktif menyelenggarakan kegiatan pembinaan keterampilan Tenun Songket bagi para warga binaan pada Senin (03/08/2026). (Foto Liberti H Haloho/Sumut Pos)

 

BATU BARA, Sumutpos.jawapos.com– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu langkah yang dilakukan adalah membekali warga binaan dengan keterampilan menenun songket, sebuah warisan budaya yang memiliki nilai seni sekaligus potensi ekonomi.

Program pembinaan tersebut digelar di ruang Bimbingan Kerja (Bimker) Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Senin (3/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada pembentukan karakter, tetapi juga membekali warga binaan dengan keahlian yang dapat menjadi sumber penghasilan setelah bebas.

Baca Juga: RDP Ungkap Izin Kandang Ayam Bodong, Pengusaha Mengaku Tertipu Rp1,1 Miliar

Pelaksanaan program mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, yang menitikberatkan pembinaan sebagai bekal reintegrasi sosial warga binaan agar mampu hidup mandiri dan produktif di tengah masyarakat.

Dalam pelatihan tersebut, warga binaan mendapatkan pendampingan langsung dari instruktur dan petugas pembinaan. Mereka mempelajari seluruh tahapan proses pembuatan kain tenun songket, mulai dari penyusunan benang, pemilihan motif, hingga teknik menenun secara manual yang membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan ketekunan.

Selain menghasilkan produk bernilai ekonomi, kegiatan ini juga menjadi media untuk menanamkan disiplin, meningkatkan kreativitas, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya lokal yang perlu terus dilestarikan.

Baca Juga: Peduli Korban Banjir, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Salurkan 100 Paket Bantuan di Padang

Kepala Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku menegaskan, pembinaan keterampilan tenun songket merupakan salah satu bentuk komitmen lembaga pemasyarakatan dalam mempersiapkan warga binaan agar memiliki bekal hidup yang layak ketika kembali ke masyarakat.

"Program pembinaan tenun songket ini merupakan bentuk komitmen nyata Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku dalam membekali warga binaan dengan keterampilan yang produktif dan bernilai jual. Kami berharap melalui keahlian menenun ini, para warga binaan tidak hanya mampu melestarikan warisan budaya lokal, tetapi juga memiliki modal ekonomi yang kuat untuk membuka peluang usaha secara mandiri setelah selesai menjalani masa pidana," ujarnya. (lib/han)

Editor : Johan Panjaitan
songket Tenun Batak keterampilan Lapas Labuhan Ruku warga binaan