Satpol PP Binjai Razia Pelajar Bolos, Soroti Lemahnya Disiplin dan Perkuat Pembinaan

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 21:15 WIB

Pelajar yang bolos terjaring razia kasih sayang. (Foto dari Satpol PP Binjai/Sumut Pos)
Pelajar yang bolos terjaring razia kasih sayang. (Foto dari Satpol PP Binjai/Sumut Pos)

 

BINJAI, Sumutpos.Jawapos.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Binjai kembali menggelar Operasi Kasih Sayang dengan menyasar lokasi yang kerap dijadikan tempat berkumpul pelajar saat jam belajar di Kelurahan Berngam, Kecamatan Binjai Kota, Jumat (7/8/2026). Operasi ini merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang resah dengan maraknya aksi bolos sekolah.

Kedatangan petugas mendadak membuat sejumlah pelajar yang tengah nongkrong berhamburan. Dari hasil razia, Satpol PP menemukan beberapa siswa yang seharusnya berada di ruang kelas justru menghabiskan waktu di lokasi tersebut.

Kepala Satpol PP Kota Binjai, Arif Sihotang, mengatakan operasi dilakukan setelah pihaknya menerima informasi dari warga mengenai aktivitas pelajar yang kerap bolos di kawasan itu.

Baca Juga: Wali Kota Tebing Tinggi Ajak PKB Perkuat Sinergi demi Pembangunan Berkelanjutan

"Informasi dari masyarakat langsung kami tindak lanjuti. Hasilnya memang benar, di lokasi tersebut banyak ditemukan pelajar yang bolos sekolah saat jam belajar berlangsung," ujar Arif.

Menurutnya, operasi ini bukan semata-mata tindakan penertiban, melainkan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masa depan generasi muda. Karena itu, pendekatan yang dilakukan lebih mengedepankan pembinaan daripada hukuman.

Seluruh pelajar yang terjaring kemudian dibawa ke Kantor Satpol PP Kota Binjai untuk mendapatkan pembinaan. Selain diberikan pengarahan mengenai pentingnya disiplin dan tanggung jawab sebagai pelajar, mereka juga memperoleh materi wawasan kebangsaan sebagai upaya menanamkan nilai-nilai cinta tanah air dan karakter kebangsaan.

Arif menegaskan, langkah tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Baca Juga: Pengangguran Indonesia Turun ke 4,65 Persen, Terendah Sejak 1994

"Ketika Bapak Presiden Prabowo Subianto menunjukkan perhatian besar terhadap dunia pendidikan, maka di daerah kita juga harus memastikan kepedulian itu berjalan. Salah satunya dengan mencegah dan menekan angka pelajar yang bolos sekolah," katanya.

Ia berharap pembinaan yang diberikan mampu memberikan efek jera sekaligus membangun kesadaran para siswa agar tidak mengulangi perbuatannya.

"Kami ingin mereka menyadari bahwa waktu belajar adalah investasi masa depan. Jangan lagi bolos sekolah. Setelah pembinaan selesai, seluruh pelajar kami kembalikan ke sekolah masing-masing agar dapat melanjutkan proses belajar," pungkas Arif. (ted/han)

Editor : Johan Panjaitan
pelajar Satpol PP Binjai Pembinaan razia bolos