Keracunan MBG di Berastagi, 289 Siswa Dirawat, Pemkab Karo Siap Bertanggung Jawab Penuh

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:25 WIB
ENGUK: Bupati Karo Antonius Ginting bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karo menjenguk siswa yang keracunan MBG. (Solideo/Sumut Pos)
ENGUK: Bupati Karo Antonius Ginting bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karo menjenguk siswa yang keracunan MBG. (Solideo/Sumut Pos)

 

KARO, Sumutpos.jawapos.com – Ratusan siswa di Berastagi, Kabupaten Karo, harus menjalani perawatan medis setelah diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap hidangan program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (13/8/2026).

Insiden tersebut terjadi di SMA Negeri 1 Berastagi dan SMA Swasta Bersama Berastagi. Hingga Kamis, data sementara mencatat sebanyak 289 siswa telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.

Bupati Karo Antonius Ginting bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karo langsung turun ke lapangan untuk memastikan kondisi para siswa serta penanganan medis berjalan optimal.

Baca Juga: Polisi Buru Enam Pelaku Penyerangan Gudang Batok di Tanjung Morawa

Kunjungan tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN) RI, perwakilan Koordinator Regional Provinsi Sumatera Utara, Koordinator Wilayah Karo, Kepala Cabang IV Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Kepala SMA Negeri 1 Berastagi, serta perwakilan Yayasan Bersama Berastagi.

Sebagai dokter spesialis, Antonius turut memantau kondisi para siswa yang menjalani perawatan. Pemerintah daerah memastikan seluruh korban memperoleh pelayanan kesehatan secara cepat dan maksimal.

289 Siswa Tersebar di Lima Fasilitas Kesehatan

Berdasarkan data sementara yang dihimpun Pemkab Karo, ratusan siswa tersebut menjalani perawatan di lima fasilitas kesehatan.

Di RS Amanda terdapat 157 siswa, terdiri dari 137 orang yang menjalani rawat inap dan 20 lainnya menjalani rawat jalan. Kemudian 90 siswa dirawat di RS Efarina, 35 siswa di RSUD Kabanjahe, empat siswa di RS Mina, serta tiga siswa mendapatkan penanganan di Puskesmas Berastagi.

Jumlah tersebut masih merupakan data sementara dan dapat berubah seiring proses pendataan serta pemeriksaan medis terhadap siswa yang terdampak.

Baca Juga: Makin Mudah Merencanakan Perjalanan, Goldenbird Perluas Akses Reservasi Digital

Kondisi ini membuat Pemkab Karo mengambil langkah cepat untuk memastikan seluruh kebutuhan medis para siswa terpenuhi.

“Pemerintah Kabupaten Karo bertanggung jawab penuh atas keselamatan dan kesembuhan anak-anak kita. Kami pastikan perawatan medis berjalan maksimal,” tegas Antonius.

Ia juga memastikan pemerintah daerah tidak akan membiarkan para siswa dan keluarga menghadapi persoalan tersebut sendirian.

Bagi siswa yang telah dinyatakan pulih oleh tim medis, Pemkab Karo akan memfasilitasi kepulangan mereka hingga ke rumah masing-masing.

“Jika ada siswa yang kondisinya sudah membaik dan dinyatakan sehat oleh tim dokter, proses kepulangannya akan difasilitasi langsung oleh Pemkab Karo hingga sampai ke rumah masing-masing,” lanjutnya.

Investigasi Berjalan, Masyarakat Diminta Tetap Tenang

Di tengah meningkatnya jumlah siswa yang mendapatkan perawatan, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil investigasi dan pemeriksaan lebih lanjut.

Pemkab Karo meminta masyarakat tidak berspekulasi dan tetap mempercayakan penanganan medis kepada tenaga kesehatan serta proses penyelidikan kepada pihak berwenang.

Baca Juga: Ketua PN Binjai dan Hakim Asyik Main Dam Batu saat Jam Kerja, Disebut Bagian Lomba HUT RI

Pemerintah daerah juga berkomitmen menyampaikan perkembangan kondisi para siswa secara terbuka kepada masyarakat.

Insiden ini sekaligus menjadi sorotan serius terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya terkait keamanan dan kualitas makanan yang dikonsumsi para siswa. Evaluasi menyeluruh diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan tujuan program pemenuhan gizi bagi peserta didik tetap berjalan tanpa mengorbankan aspek keselamatan. (deo/han)

Editor : Johan Panjaitan
sma negeri 1 berastagi keracuna mbg Pemkab Karo Bupati Karo