KARO, Sumutpos.jawapos.com-Peningkatan aktivitas Gunung Sinabung membuat kewaspadaan di kaki gunung api tersebut kembali diperketat. Polsek Simpang Empat bersama Pemerintah Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi erupsi.
Langkah itu dilakukan melalui rapat koordinasi di Kantor Kepala Desa Gamber Huntap Keci Keci, Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 20.30 WIB. Pertemuan dipimpin Kapolsek Simpang Empat AKP Poltak Hamongan dan dihadiri Kepala Desa Gamber Thomas Sitepu, personel Polsek Simpang Empat serta jajaran pemerintahan desa.
Kewaspadaan diperkuat menyusul keputusan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperluas radius zona rekomendasi bahaya Gunung Sinabung. Meski status aktivitas gunung masih berada pada Level II atau Waspada, batas kawasan yang harus dihindari masyarakat diperlebar.
Baca Juga: Bupati Baharuddin Siagian Hadirkan Pelayanan Publik Lebih Dekat melalui Program Berlayar di Sei Bala
Radius zona rekomendasi bahaya diperluas dari sebelumnya 2 kilometer menjadi 3 kilometer dari puncak. Sementara zona sektoral arah selatan-tenggara diperluas dari 3,5 kilometer menjadi 4,5 kilometer.
Ketentuan tersebut berlaku sejak Kamis (13/8/2026) pukul 10.00 WIB. Masyarakat, wisatawan maupun pendaki diminta tidak melakukan aktivitas di dalam zona yang telah dinyatakan berbahaya.
Aktivitas Vulkanik Meningkat
Perluasan zona rekomendasi bukan tanpa alasan. Peningkatan aktivitas Sinabung ditandai dengan bertambahnya gempa vulkanik dalam dan gempa hembusan. Aktivitas vulkanik juga menunjukkan kemunculan gempa Low Frequency (LF) serta gempa hibrid yang sebelumnya relatif jarang terdeteksi.
Perubahan juga terlihat secara visual. Hembusan asap kawah terpantau semakin tebal, berwarna putih hingga keabu-abuan, dengan ketinggian mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak.
Kondisi tersebut menjadi peringatan bahwa masyarakat di sekitar Sinabung tidak boleh menganggap aktivitas vulkanik sebagai sesuatu yang rutin dan aman untuk diabaikan.
Kapolsek Simpang Empat meminta Pemerintah Desa Gamber aktif menyampaikan setiap perkembangan aktivitas gunung api serta imbauan keselamatan kepada warga. Perhatian khusus diberikan kepada masyarakat yang masih menjalankan aktivitas pertanian di kawasan rawan.
Baca Juga: Bupati Baharuddin Siagian Hadirkan Pelayanan Publik Lebih Dekat melalui Program Berlayar di Sei Bala
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menganggap kondisi ini sebagai hal biasa. Tetap waspada, patuhi setiap anjuran dari pihak berwenang dan jangan memaksakan diri melakukan aktivitas di kawasan yang telah dinyatakan berbahaya,” ujar AKP Poltak Hamongan.
Lau Borus Jadi Perhatian
Polisi juga mengingatkan masyarakat untuk tidak memasuki zona bahaya, terutama kawasan yang berpotensi menjadi jalur aliran awan panas.
Warga diminta menjauhi aliran sungai atau Lau Borus. Kawasan tersebut memiliki potensi menjadi jalur aliran lahar ketika hujan turun, sehingga aktivitas di sekitar aliran sungai harus benar-benar dihindari selama kondisi Sinabung masih menunjukkan peningkatan.
Pemerintah Desa Gamber juga diminta mengantisipasi kedatangan wisatawan yang hendak berkunjung ke kawasan Batu Sungai atau Lau Borus. Lokasi tersebut berada di kawasan yang memiliki risiko bencana sehingga keselamatan harus menjadi prioritas.
Badan Geologi sebelumnya mengingatkan sejumlah potensi bahaya primer Gunung Sinabung, mulai dari erupsi freatik dan magmatik, pembongkaran kubah lava, lontaran batu pijar hingga hujan abu. Sementara bahaya sekundernya berupa aliran lahar yang dapat terjadi terutama saat hujan.
Sistem Peringatan Dini Diperkuat
Kesiapsiagaan tidak hanya diarahkan pada imbauan. Pemerintah daerah bersama BPBD Sumatera Utara dan BPBD Kabupaten Karo didorong terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Sinabung di Desa Ndokum Siroga.
Pemantauan tersebut penting untuk memastikan setiap perkembangan aktivitas vulkanik dapat segera diteruskan kepada masyarakat dan ditindaklanjuti dengan langkah mitigasi yang tepat.
Baca Juga: Cabor Tinju, Anggar dan Tenis Meja akan Berangkat secara Mandiri ke Asian Games 2026
Pemerintah Desa Gamber juga didorong menyiapkan sistem peringatan dini berupa alarm atau sirene di kawasan permukiman. Keberadaan sistem tersebut diharapkan dapat mempercepat respons warga apabila aktivitas Sinabung kembali meningkat dan evakuasi harus dilakukan.
Jalur evakuasi yang telah tersedia juga perlu dipastikan dalam kondisi siap digunakan. Kecepatan informasi dan ketepatan evakuasi menjadi dua hal penting untuk mencegah kepanikan sekaligus meminimalkan risiko korban.
Polsek Simpang Empat bersama Pemerintah Desa Gamber berharap masyarakat tidak mengabaikan setiap rekomendasi keselamatan. Dalam situasi gunung api yang aktivitasnya meningkat, kepatuhan terhadap batas zona bahaya bukan sekadar imbauan, melainkan bagian penting dari upaya menyelamatkan diri dan lingkungan sekitar. (deo/han)
Editor : Johan Panjaitan