Bupati Batu Bara Dorong Ekspor Produk UMKM dan Hasil Pertanian, Target Realisasi Akhir 2026

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:30 WIB
Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., bersama Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal, S.E., M.AP., memimpin rapat lanjutan persiapan fasilitas ekspor produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta hasil pertanian Kabupaten Batu Bara di Aula Singapore Land Batu Bara, Kecamatan Sei Balai, Rabu (19/8/2026). (Komimfo.Batubara/Sumut Pos)
Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., bersama Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal, S.E., M.AP., memimpin rapat lanjutan persiapan fasilitas ekspor produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta hasil pertanian Kabupaten Batu Bara di Aula Singapore Land Batu Bara, Kecamatan Sei Balai, Rabu (19/8/2026). (Komimfo.Batubara/Sumut Pos)

 

BATUBARA, Sumutpos.jawapos.com — Pemerintah Kabupaten Batu Bara mulai mematangkan langkah untuk membawa produk UMKM dan hasil pertanian daerah menembus pasar ekspor. Targetnya cukup jelas: kegiatan ekspor perdana dapat direalisasikan pada akhir 2026, bertepatan dengan momentum Hari Jadi Kabupaten Batu Bara.

Keseriusan tersebut ditunjukkan Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A. bersama Wakil Bupati Syafrizal, S.E., M.AP. dengan memimpin rapat lanjutan persiapan fasilitas ekspor di Aula Singapore Land Batu Bara, Kecamatan Sei Balai, Rabu (19/8/2026).

Rapat itu tidak sekadar membahas kesiapan administratif. Pemerintah daerah bersama sejumlah instansi dan pelaku usaha membedah berbagai persoalan yang selama ini menjadi hambatan dalam aktivitas ekspor, sekaligus mencari formula agar produk unggulan Batu Bara memiliki jalur yang lebih kuat menuju pasar internasional.

Bukan Sekadar Ekspor, Tapi Membuka Pasar Baru

Baharuddin menegaskan, pengembangan ekspor harus dibangun melalui kolaborasi. Pemerintah daerah tidak mungkin bekerja sendiri, sehingga sinergi antara instansi pemerintah, pelaku usaha, eksportir, hingga organisasi dunia usaha menjadi kunci.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati berdialog langsung dengan para pelaku ekspor serta masyarakat yang selama ini telah menjalankan kegiatan perdagangan ke luar negeri.

Berbagai kendala yang mereka hadapi turut dipaparkan. Mulai dari kebutuhan fasilitas pendukung, koordinasi lintas instansi hingga persoalan teknis dalam proses ekspor menjadi bahan pembahasan untuk dicarikan solusi bersama.

Baca Juga: 19 Tahun Alfamidi: Perjalanan untuk Terus Berdampak

Dari rapat tersebut, seluruh instansi terkait pada prinsipnya menyatakan kesiapan untuk mendukung terwujudnya kegiatan ekspor produk UMKM dan hasil pertanian Batu Bara.

Bagi Baharuddin, ekspor bukan semata-mata soal mengirim produk ke luar negeri. Lebih jauh, langkah tersebut harus mampu menciptakan pasar baru sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas yang dihasilkan masyarakat.

Produk Lokal Harus Naik Kelas

Dengan akses pasar yang semakin luas, produk UMKM dan hasil pertanian Batu Bara diharapkan tidak hanya memiliki pasar domestik, tetapi mampu bersaing di pasar internasional.

Peningkatan aktivitas ekspor juga dinilai berpotensi memberikan efek berantai terhadap perekonomian daerah. Ketika permintaan meningkat, produksi masyarakat ikut terdorong. Pada saat yang sama, pelaku UMKM memiliki ruang lebih besar untuk berkembang dan menciptakan lapangan kerja.

Pemerintah Kabupaten Batu Bara juga melihat aktivitas perdagangan luar negeri sebagai salah satu peluang untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga: Arsenal vs Coventry City: Beban Juara Bertahan dan Ancaman Sang Penantang

Karena itu, Pemkab Batu Bara berkomitmen membangun koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk instansi vertikal, pelaku usaha dan organisasi dunia usaha. Seluruh kebutuhan pendukung ekspor akan dipersiapkan agar prosesnya tidak berhenti sebatas rencana.

Target Akhir Tahun

Baharuddin bersama Syafrizal berharap seluruh persiapan dapat dituntaskan sehingga kegiatan ekspor produk UMKM dan hasil pertanian Batu Bara benar-benar terealisasi pada akhir 2026.

Momentum Hari Jadi Kabupaten Batu Bara bahkan diproyeksikan menjadi tonggak pelaksanaan ekspor tersebut.

Target itu sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah daerah. Sebab, keberhasilan program tidak hanya diukur dari terlaksananya pengiriman produk ke pasar luar negeri, tetapi juga dari kemampuan membangun ekosistem ekspor yang berkelanjutan.

Baca Juga: Kenali Pasangan yang Suka Playing Victim, Ini Cirinya

Rapat tersebut turut dihadiri Pj. Sekretaris Daerah, Asisten II dan Asisten III, Kepala Bea Cukai, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kuala Tanjung, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungbalai, jajaran direksi Multimas, Direktur Utama PT Tantra Global Marine, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), serta para pelaku ekspor.

Hadir pula sejumlah perangkat daerah terkait, antara lain Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Dinas Perhubungan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Pertanian, Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Perikanan, serta Bagian Perekonomian dan Pembangunan.

Jika seluruh rencana berjalan sesuai target, akhir 2026 bukan hanya menjadi momentum seremonial. Batu Bara diharapkan mulai memiliki pijakan lebih kuat sebagai daerah yang mampu mengolah potensi lokal menjadi komoditas bernilai ekonomi di pasar global. (lib/han)

Editor : Johan Panjaitan
realisasi Bupati Batu Bara umkm ekspor pertanian