Bunga 0 Persen dan Pasar yang Disiapkan, Bank Sumut Buka Jalan Baru bagi Petani Paluta

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 14:54 WIB
Bunga 0% dan kepastian pasar , Bank  Sumut beri Angin segar untuk Petani Padang Lawas Utara. (Mittra Harahap/Sumut Pos)
Bunga 0% dan kepastian pasar , Bank Sumut beri Angin segar untuk Petani Padang Lawas Utara. (Mittra Harahap/Sumut Pos)

 

PALUTA, Sumutpos.jawapos.com-Petani di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) mendapat angin segar. Pemerintah Kabupaten Paluta menggandeng Bank Sumut untuk membuka akses pembiayaan yang lebih ringan bagi kelompok tani, sekaligus menyiapkan pasar bagi hasil produksi mereka.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian sekaligus mendorong ketahanan pangan daerah. Sinergi Pemkab Paluta dan Bank Sumut ditandai dengan Sosialisasi Pembiayaan Sektor Pertanian yang dibuka Wakil Bupati Paluta H. Basri Harahap di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Lantai I, Kamis (20/8/2026).

Di hadapan para peserta, Basri menilai persoalan modal masih menjadi salah satu hambatan yang kerap dihadapi petani ketika memasuki musim tanam. Karena itu, skema pembiayaan yang mudah dan sesuai dengan siklus usaha pertanian dinilai dapat memberikan ruang lebih besar bagi kelompok tani untuk meningkatkan produksi.

Baca Juga: Polisi Gagalkan Pengiriman 93 Kg Ganja ke Tembung, Dua Warga asal Aceh Diamankan

Basri mengapresiasi Bank Sumut KCP Gunungtua yang menghadirkan fasilitas pembiayaan yang dinilai lebih mudah dan sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan.

“Kami berharap para kelompok tani dapat memanfaatkan program pembiayaan ini secara optimal untuk mengembangkan usaha pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan,” tegas Basri.

Modal Disiapkan, Pasar Juga Dibuka

Pemkab Paluta tidak ingin persoalan petani berhenti pada urusan permodalan. Sebab, modal tanpa kepastian pasar berisiko membuat petani tetap berada dalam posisi lemah ketika panen tiba.

Karena itu, pemerintah daerah mendorong agar hasil produksi kelompok tani nantinya dapat masuk ke dalam rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Paluta.

Skema tersebut diharapkan menciptakan kepastian pasar bagi komoditas lokal sekaligus membantu menjaga stabilitas harga di tingkat petani.

“Jika hasil panen masuk ke program MBG, petani punya pasar yang pasti. Ini otomatis memotong rantai tengkulak dan meningkatkan pendapatan mereka secara langsung,” ujar Basri.

Baca Juga: Film 'Istimewa' Memulai Perjalanan di Pulau Sumatera, Medan Jadi Kota Pertama Disapa

Jika berjalan konsisten, pola tersebut dapat membentuk ekosistem pertanian yang lebih sehat: petani memperoleh modal, produksi meningkat, hasil panen terserap, dan masyarakat mendapat manfaat dari produk pangan lokal.

Kredit YARNEN, Bayar Saat Panen

Daya tarik utama dalam program pembiayaan yang diperkenalkan Bank Sumut adalah Kredit YARNEN (Bayar Saat Panen).

Sesuai konsepnya, petani tidak dibebani cicilan bulanan. Pembayaran pinjaman dilakukan ketika masa panen tiba, mengikuti siklus produksi pertanian.

Lebih menarik lagi, skema tersebut menawarkan bunga 0 persen hingga Desember 2026. Bagi petani yang selama ini menghadapi tekanan modal pada awal musim tanam, pola pembayaran tersebut dapat menjadi ruang bernapas sekaligus menjaga arus kas usaha.

Dengan demikian, petani dapat lebih fokus mengelola lahan dan meningkatkan produksi tanpa harus dibebani kewajiban pembayaran setiap bulan sebelum hasil pertanian diperoleh.

Baca Juga: PFI Medan Gelar Pameran “Prahara Pulau Emas”, Hadirkan 68 Foto Bencana Sumatra

Namun, kemudahan pembiayaan tetap harus diikuti pengelolaan usaha yang disiplin. Pemanfaatan kredit secara produktif menjadi kunci agar fasilitas tersebut benar-benar mendorong peningkatan kesejahteraan petani, bukan sekadar menambah beban baru.

Dorong Pertanian Lebih Produktif

Sinergi Pemkab Paluta dan Bank Sumut ini menjadi salah satu upaya membangun sektor pertanian dari dua sisi sekaligus: permodalan dan pasar.

Pemerintah berharap kelompok tani mampu memanfaatkan fasilitas tersebut untuk meningkatkan produktivitas dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Sementara rencana penyerapan hasil pertanian melalui program MBG diharapkan memberikan kepastian bagi petani setelah masa panen.

Sosialisasi tersebut turut dihadiri Pimpinan Bank Sumut KCP Gunungtua, Asisten II, staf ahli, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas PUPR, unsur Babinsa, Koordinator Penyuluh Pertanian Kementan, para camat, serta puluhan perwakilan kelompok tani dari berbagai kecamatan di Kabupaten Padang Lawas Utara. (mag-12/han)

Editor : Johan Panjaitan
yarnen Pemkab Paluta petani bank sumut