KARO, Sumutpos.jawapos.com– Aktivitas Gunung Sinabung kembali menunjukkan peningkatan. Pemerintah Kabupaten Karo merespons kondisi tersebut dengan menutup sementara objek wisata Danau Lau Kawar, sementara kepolisian memperkuat langkah mitigasi dengan turun langsung mengingatkan masyarakat yang masih beraktivitas di kawasan rawan bencana.
Berdasarkan hasil pemantauan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung pada Selasa (25/8), aktivitas kegempaan masih terdeteksi. Petugas mencatat dua kali gempa vulkanik dengan amplitudo 4 milimeter, waktu S-P 1–1,5 detik, dan durasi 10–11 detik.
Selain itu, tercatat empat kali gempa tektonik dengan amplitudo 3–13 milimeter, waktu S-P 14,5–18,5 detik, serta durasi 53–230 detik.
Baca Juga: PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT Menuju Swasembada Energi
Petugas Vulkanologi Gunung Sinabung, Armen Putra, mengatakan kondisi gunung terpantau mulai dari cerah, berawan, mendung hingga hujan. Angin bertiup lemah ke arah timur dan tenggara dengan suhu udara berkisar 15–26 derajat Celsius. Curah hujan tercatat sekitar 1 milimeter per hari.
“Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 50–300 meter di atas puncak kawah,” ujar Armen.
Meski aktivitas mengalami peningkatan, status Gunung Sinabung masih berada pada Level II atau Waspada.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tetap meminta masyarakat, pengunjung, dan wisatawan tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang telah direlokasi. Aktivitas juga dilarang dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung serta radius sektoral 4,5 kilometer ke arah selatan-tenggara.
Baca Juga: Asap Karhutla Indonesia Picu Lonjakan Asma dan ISPA di Malaysia
Masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman lahar. Pemerintah Kabupaten Karo diminta terus berkoordinasi dengan PVMBG dan Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung untuk mengikuti setiap perkembangan aktivitas vulkanik.
Lau Kawar Ditutup Sementara
Sebagai langkah pencegahan, Pemkab Karo melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata menutup sementara objek wisata Danau Lau Kawar di Desa Kuta Gugung, Dusun Lau Kawar, Kecamatan Naman Teran.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata Kabupaten Karo, Juni Antomi Kemit, mengatakan penutupan dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Keputusan itu diambil menyusul peningkatan aktivitas Gunung Sinabung. Pemerintah daerah meminta masyarakat dan wisatawan tidak memaksakan diri memasuki kawasan wisata tersebut sebelum dinyatakan aman.
Baca Juga: Danau Lau Kawar Ditutup Sementara karena Aktivitas Gunung Sinabung Meningkat
“Kami dari Pemerintah Kabupaten Karo, dalam hal ini Dinas Pariwisata, mengimbau kepada masyarakat, khususnya tamu wisata, supaya jangan dulu masuk ke objek wisata Danau Lau Kawar sampai batas waktu yang belum ditentukan,” katanya.
Penutupan tersebut menjadi bagian dari langkah antisipatif pemerintah untuk mengurangi risiko terhadap masyarakat maupun wisatawan. Terlebih, Danau Lau Kawar berada di kawasan yang secara geografis berdekatan dengan Gunung Sinabung.
Polisi Ingatkan Warga di Zona Rawan
Tak hanya pemerintah daerah, aparat kepolisian turut memperkuat kesiapsiagaan di lapangan.
Polsek Simpang Empat melakukan edukasi dan imbauan langsung kepada masyarakat terkait status Gunung Sinabung yang masih berada pada Level II. Kegiatan berlangsung Selasa (25/8) sekitar pukul 08.30 WIB di kawasan View Badiken, Desa Sigarang Garang, Kecamatan Naman Teran.
Kapolsek Simpang Empat AKP Poltak Hamonangan bersama personel mendatangi warga yang masih melakukan aktivitas di kawasan berisiko. Mereka mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan rekomendasi keselamatan yang telah dikeluarkan PVMBG.
Baca Juga: UMSU Gelar Edukasi Kesehatan Mental Islami bagi Remaja di Kota Baru Kolam
Warga juga diminta memahami batas-batas kawasan yang harus dihindari serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya erupsi maupun potensi bahaya lain yang dapat muncul sewaktu-waktu.
“Warga kami imbau untuk tetap mengutamakan keselamatan dan mematuhi setiap rekomendasi yang dikeluarkan oleh pihak berwenang. Bagi masyarakat yang masih beraktivitas di kawasan yang berisiko, agar selalu waspada dan segera meninggalkan lokasi apabila situasi dinilai membahayakan,” ujar Poltak.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat aktivitas gunung api dapat berubah dalam waktu singkat. Karena itu, kepatuhan terhadap rekomendasi PVMBG menjadi kunci untuk menekan risiko korban apabila terjadi peningkatan aktivitas secara tiba-tiba.
Polsek Simpang Empat memastikan pemantauan dan edukasi kepada masyarakat di kawasan rawan akan terus dilakukan.
Pemerintah Kabupaten Karo dan aparat keamanan pun mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh status Waspada Gunung Sinabung. Penutupan Danau Lau Kawar dan penguatan patroli serta edukasi di kawasan rawan menjadi penegasan bahwa keselamatan harus ditempatkan di atas aktivitas wisata maupun kepentingan lainnya.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di kawasan tersebut berjalan aman, tertib, dan kondusif. Namun, masyarakat tetap diminta mengikuti informasi resmi dan tidak memasuki wilayah yang telah ditetapkan sebagai kawasan berbahaya. (deo/han)
Editor : Johan Panjaitan