Maut di Perlintasan Tanpa Palang Sei Bamban, Avanza Dihantam Kereta Api

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 09:37 WIB
Kondisi  mobil avanza yang ringsek usai disambar kereta api di perlintasan tanpa plang, Sei Bamban. (Istimewa)
Kondisi mobil avanza yang ringsek usai disambar kereta api di perlintasan tanpa plang, Sei Bamban. (Istimewa)

 

SERDANG BEDAGAI, Sumutpos.jawapos.com – Perlintasan kereta api tanpa palang pintu kembali menjadi lokasi kecelakaan. Sebuah Toyota Avanza tertabrak Kereta Api Penumpang Siantar Express di Dusun V Peringgan, Desa Pon, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Kamis (27/8/2026) sore.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 16.45 WIB. Tiga orang yang berada di dalam mobil menjadi korban. Dua di antaranya mengalami luka-luka, sementara satu orang meninggal dunia.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kecelakaan bermula ketika Toyota Avanza bernomor polisi B 2803 PZH yang dikemudikan Kevin Bryan melaju dari arah Dusun V Peringgan menuju Desa Pon. Di dalam kendaraan tersebut terdapat dua orang penumpang.

Saat tiba di perlintasan sebidang yang tidak dilengkapi palang pintu, mobil tersebut diduga tidak menyadari adanya kereta api yang tengah melaju dari arah Tebing Tinggi menuju Medan.

Baca Juga: Alasan Hakim Tolak Sidang Praperadilan Febrie Adriansyah

Dalam hitungan detik, benturan tak terhindarkan. Siantar Express menghantam bagian samping kiri Toyota Avanza dengan keras.

Benturan tersebut mengakibatkan sejumlah penumpang mobil mengalami luka-luka. Satu korban kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Seluruh korban segera dievakuasi ke RSU Melati di Desa Pon untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara Toyota Avanza yang ringsek akibat kecelakaan telah dievakuasi ke Pos Bamban.

Kasi Humas Polres Serdang Bedagai, AKP Bringin Jaya, S.H., M.H., membenarkan peristiwa tersebut.

“Benar, telah terjadi laka lantas antara mobil minibus Toyota Avanza dengan Kereta Api Penumpang,” ujar Bringin Jaya.

Ia mengatakan, personel Satlantas Polres Sergai masih berada di lokasi untuk melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga masih mengumpulkan keterangan dan informasi untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian tersebut.

Baca Juga: Bruno Mars akan Tur Konser di Asia, Tanpa Jakarta Indonesia

Penyebab pasti kecelakaan belum dapat disimpulkan. Polisi masih mendalami kondisi di lokasi, termasuk kronologi kendaraan saat mendekati perlintasan.

Kecelakaan ini sekaligus menjadi pengingat keras bagi pengguna jalan yang melintasi jalur kereta api. Di perlintasan tanpa palang pintu, kewaspadaan pengendara menjadi sangat penting karena kereta api tidak dapat berhenti secara mendadak ketika ada kendaraan yang melintas di jalurnya.

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru saat menyeberangi perlintasan rel dan memastikan terlebih dahulu tidak ada kereta yang sedang mendekat.

“Dihimbau kepada masyarakat, terutama warga yang hendak melintasi atau menyeberang jalur rel kereta api, agar benar-benar memastikan kondisi sekitar sebelum menyeberang,” imbaunya.

Hingga kini, petugas masih melakukan penanganan dan pendalaman untuk memastikan kronologi lengkap serta penyebab pasti kecelakaan yang merenggut satu nyawa tersebut. (fad/han)

Editor : Johan Panjaitan
tewas sei bamban luka-luka kereta api