Desa Sekoci Dipilih Jadi Pilot Project Kampung Rescue, Langkat Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Banjir

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 14:26 WIB

Sekda Langkat, Amril saat menerima audiensi Basarnas Medan dengan membahas pembentukan kampung rescue. (Diskominfo Langkat/Sumut Pos)
Sekda Langkat, Amril saat menerima audiensi Basarnas Medan dengan membahas pembentukan kampung rescue. (Diskominfo Langkat/Sumut Pos)

 

STABAT, Sumutpos.jawapos.com – Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana mulai mendapat bentuk konkret di Kabupaten Langkat. Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, dilirik Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Medan sebagai lokasi pembentukan Kampung Rescue.

Rencana tersebut terungkap dalam audiensi Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, bersama jajaran Basarnas dengan Sekretaris Daerah Langkat, Amril, di Stabat, Senin (31/8/2026).

Kampung Rescue tidak sekadar diarahkan sebagai program pembentukan komunitas relawan. Lebih jauh, program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas masyarakat agar mampu mengambil langkah cepat ketika bencana maupun kondisi darurat terjadi, khususnya menghadapi ancaman banjir.

Hery mengatakan, kehadiran Kampung Rescue sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Basarnas dan Pemerintah Kabupaten Langkat dalam membangun masyarakat yang lebih tanggap terhadap situasi darurat.

Pembentukan Kampung Rescue di Desa Sekoci direncanakan berlangsung Sabtu (5/9/2026).

Baca Juga: Sinabung Naik Level, Pemkab Karo Matangkan Evakuasi dan Siapkan Lokasi Pengungsian

Melalui program tersebut, masyarakat akan mendapatkan pembekalan mengenai manajemen SAR, teknik pencarian dan pertolongan, serta tata kelola penanganan keadaan darurat berbasis masyarakat.

Konsep Kampung Rescue nantinya akan diselaraskan dengan program Desa Siaga Bencana yang telah lebih dahulu berjalan di Kabupaten Langkat. Dengan pola tersebut, program baru ini diharapkan tidak berjalan sendiri, melainkan memperkuat sistem kesiapsiagaan yang sudah dibangun di tingkat desa.

“Dengan demikian, keberadaan Kampung Rescue diharapkan semakin memperkuat kapasitas masyarakat yang telah terbentuk dalam menghadapi situasi darurat dan kebencanaan,” kata Hery.

Masyarakat Jadi Garda Pertama

Konsep utama Kampung Rescue bertumpu pada kekuatan masyarakat sendiri. Semangat yang diusung adalah dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat.

Artinya, ketika bencana terjadi, warga tidak hanya menjadi pihak yang menunggu bantuan datang. Mereka dibekali kemampuan untuk memberikan pertolongan awal, melakukan evakuasi, serta membantu proses penanganan sebelum tim penyelamat tiba di lokasi.

Sebagai bagian dari sistem kesiapsiagaan tersebut, nantinya akan dibangun 13 titik jalur evakuasi, tiga titik assembly point atau titik kumpul, serta satu posko utama di Desa Sekoci.

Baca Juga: ASN Langkat Didorong Adaptif Hadapi Transformasi Digital, Pelayanan Publik Tak Boleh Tertinggal

Infrastruktur tersebut diharapkan mampu mempercepat proses evakuasi sekaligus memperjelas koordinasi ketika keadaan darurat terjadi.

“Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung proses evakuasi dan koordinasi penanganan bencana secara lebih cepat dan efektif,” serunya.

Bagi wilayah yang memiliki potensi bencana, kecepatan respons menjadi faktor penting. Karena itu, kesiapan masyarakat di tingkat paling bawah menjadi bagian yang tidak bisa diabaikan.

Langkat Buka Peluang Replikasi

Sekretaris Daerah Langkat, Amril, menyambut baik rencana Basarnas menjadikan Desa Sekoci sebagai pilot project Kampung Rescue.

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Langkat dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana.

Amril berharap Kampung Rescue tidak berhenti sebagai program percontohan di Desa Sekoci. Jika berjalan efektif, konsep tersebut diharapkan dapat dikembangkan ke desa-desa lain yang memiliki tingkat kerawanan bencana serupa.

“Pemerintah Kabupaten Langkat menyambut baik program ini karena sejalan dengan upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Sinergi antara pemerintah daerah, Basarnas, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan sistem penanggulangan darurat yang cepat dan efektif,” ujar Amril.

Baca Juga: Seluruh Fraksi DPRD Nisel Setujui Ranperda P-APBD 2026, Belanja Daerah Naik 6,88 Persen

Dengan pembentukan Kampung Rescue, Desa Sekoci diproyeksikan bukan hanya memiliki jalur dan titik evakuasi, tetapi juga masyarakat yang memiliki pengetahuan serta keterampilan untuk merespons keadaan darurat.(ted/han)

Editor : Johan Panjaitan
desa sekoci basarnas pilot project bencana