TEBINGTINGGI, Sumutpos.jawapos.com – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Tebingtinggi memperkuat barisan internal. Konsolidasi dan silaturahmi bersama jajaran pengurus serta kader Ansor-Banser digelar di salah satu kafe di Jalan Imam Bonjol, Kota Tebingtinggi, Selasa malam (1/9/2026).
Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi. Di balik suasana kekeluargaan, sejumlah agenda strategis organisasi dibahas, mulai dari penguatan struktur, peningkatan kekompakan pengurus hingga kesiapan kader menjalankan berbagai program kerja ke depan.
Ketua GP Ansor Kota Tebingtinggi, Muhammad Ansari Akbar, ST, hadir didampingi Sekretaris Jenderal Indra Perwira Siregar. Keduanya bersama jajaran pengurus menegaskan pentingnya menjaga soliditas sebagai fondasi utama organisasi.
Ansari mengatakan konsolidasi menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh unsur organisasi memiliki arah gerak yang sama. Menurutnya, kekuatan GP Ansor tidak hanya terletak pada struktur, tetapi juga pada kemampuan seluruh kader menjaga komunikasi dan kebersamaan.
Baca Juga: Jangan Sampai Lupa, Segera Ganti Sikat Gigi jika Sudah dalam Kondisi Ini
“Yang paling utama adalah penguatan internal dan struktural organisasi. Kita harus tetap kompak, solid, menjaga marwah organisasi dan satu komando,” tegas Ansari.
Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun dalam konsolidasi tersebut dapat diterjemahkan menjadi kerja nyata. Pengurus dan kader Ansor maupun Banser, kata dia, harus terus memperkuat komunikasi serta meningkatkan kontribusi organisasi di tengah masyarakat.
Ucapkan Selamat kepada Pimpinan PBNU
Selain membahas agenda internal, pertemuan tersebut juga menjadi momentum GP Ansor Tebingtinggi menyampaikan sikap atas hasil Muktamar NU ke-35 di Jombang.
Ansari menyampaikan ucapan selamat kepada Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin.
“Harapan kami sebagai badan otonom (Banom), tentu mengucapkan selamat kepada KH Miftachul Akhyar selaku Rais Aam maupun KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum PBNU. Semoga kepemimpinan ke depan dapat membawa NU menjadi lebih baik, terutama dalam memberikan perhatian kepada kami sebagai Banom,” ujarnya.
Baca Juga: Senormal Apakah Frekuensi BAK atau BAB dalam Sehari? Ini Ukurannya
Menurut Ansari, hubungan yang kuat antara PBNU dan badan otonom merupakan salah satu kunci untuk memastikan program organisasi dapat berjalan secara berkesinambungan.
Karena itu, komunikasi tidak boleh terputus. Sinergi antara struktur utama NU dan badan otonom harus terus dibangun agar setiap program dapat diterjemahkan hingga ke tingkat akar rumput.
“Dengan kebersamaan dan komunikasi yang baik, kita harapkan seluruh program Ansor Tebingtinggi dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya. (mag-3/han)
Editor : Johan Panjaitan