Asap Kawah Gunung Sinabung Capai 1.000 Meter, Status Level III Siaga

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 10:00 WIB
MITIGASI: Bupati Karo dan Kapoldasu beserta Forkopimda menggelar rapat mitigasi dan kesuapsiagaan. (solideo/Sumut Pos)
MITIGASI: Bupati Karo dan Kapoldasu beserta Forkopimda menggelar rapat mitigasi dan kesuapsiagaan. (solideo/Sumut Pos)

 

KARO, Sumutpos.jawapos.com – Aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo masih menunjukkan gejolak. Pada Rabu (2/9/2026) pagi, gunung api tersebut terpantau mengeluarkan asap kawah bertekanan kuat dengan ketinggian mencapai 1.000 meter di atas puncak kawah.

Berdasarkan laporan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung, aktivitas tersebut tercatat dalam periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.

Asap kawah teramati berwarna kelabu hingga cokelat dengan intensitas sedang hingga tebal. Abu vulkanik dilaporkan bergerak ke arah timur hingga tenggara.

Baca Juga: Dua Pekerja Pemotong Rumput Tol Tewas Disambar Dump Truk di Perbaungan
Secara visual, Gunung Sinabung sempat terlihat jelas sebelum tertutup kabut 0-I. Kondisi cuaca di sekitar gunung cerah hingga berawan dengan angin bertiup lemah ke arah timur dan tenggara.

Tak hanya aktivitas visual, kegempaan di tubuh gunung juga masih terekam.

Dalam enam jam pengamatan, tercatat lima kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 2–6 milimeter dan durasi 8–12 detik.

Selain itu, terjadi empat kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 2–22 milimeter, S-P 1,2–1,6 detik dan durasi 7–10 detik. Tremor menerus atau microtremor juga masih terekam dengan amplitudo 2–3 milimeter, dengan amplitudo dominan 2 milimeter.

Dengan kondisi tersebut, Gunung Sinabung masih berstatus Level III atau Siaga.

Radius Bahaya Diperketat

Masyarakat, pengunjung dan wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang telah direlokasi maupun di kawasan dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung.

Larangan aktivitas juga berlaku pada radius 6 kilometer untuk sektor selatan-tenggara.

Baca Juga: Pinjol Ilegal Mengganas, Satgas PASTI Terima 25.875 Laporan dalam 7 Bulan

Masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman lahar dingin, terutama saat terjadi hujan deras di kawasan puncak.

Pemkab Karo Perkuat Mitigasi

Di tengah peningkatan aktivitas gunung api, Bupati Karo Antonius Ginting bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karo sebelumnya mengikuti rapat pembahasan langkah mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi erupsi Gunung Sinabung.

Rapat digelar bersama Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto beserta jajaran di Kantor PVMBG, Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat.

Sejumlah langkah strategis dibahas, mulai dari kesiapan personel, jalur dan lokasi pengungsian, penanganan masyarakat terdampak, ketersediaan logistik, pelayanan kesehatan hingga penguatan koordinasi lintas instansi.

Bupati Karo menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam menghadapi potensi bencana.

Baca Juga: Maulid Nabi 1448 H, Iman Irdian Ajak Warga Perkuat Ukhuwah dan Teladani Akhlak Rasulullah

Karena itu, pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD dan instansi terkait terus memperkuat koordinasi agar setiap langkah mitigasi dapat dilakukan secara cepat, tepat dan terpadu.

Kapolda Sumatera Utara beserta jajaran juga memberikan perhatian terhadap kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi kemungkinan dampak erupsi. Sinergi antarlembaga dinilai menjadi bagian penting untuk memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat tetap terjaga.

Cek Kesiapan Pos Darurat

Usai rapat koordinasi, Bupati Karo bersama Kapolda Sumatera Utara dan Forkopimda melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi Pos Darurat Tigakicat.

Di lokasi tersebut, rombongan menyerahkan paket perlengkapan bagi personel yang bertugas di posko darurat.

Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang kebutuhan personel sekaligus memperkuat kesiapan penanganan masyarakat apabila sewaktu-waktu terjadi peningkatan aktivitas Gunung Sinabung.

Baca Juga: Messi Benar-Benar Pergi! La Pulga Tutup Pintu Kembali ke Timnas Argentina

Pemerintah Kabupaten Karo bersama Forkopimda berkomitmen terus memantau perkembangan aktivitas gunung api dan mengambil langkah sesuai kondisi di lapangan.

Masyarakat diminta tetap tenang, tidak panik, meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi seluruh rekomendasi PVMBG serta arahan pemerintah dan aparat berwenang.

Keselamatan menjadi prioritas. Setiap perkembangan aktivitas Gunung Sinabung harus diikuti dengan kewaspadaan dan kepatuhan terhadap zona yang telah ditetapkan. (deo/han)

Editor : Johan Panjaitan
kawah zona bahaya gunung api esdm gunung sinabung