KARO, Sumutpos.jawapos.com – Aktivitas Gunungapi Sinabung kembali memicu langkah kewaspadaan di Kabupaten Karo. Sebanyak 320 warga Desa Kuta Tengah, Kecamatan Naman Teran, dievakuasi ke lokasi yang lebih aman, Selasa (1/9/2026) siang.
Warga yang terdiri dari 80 kepala keluarga (KK) tersebut dipindahkan ke Jambur Desa Suka Tepu menggunakan kendaraan operasional TNI dan Polri.
Evakuasi dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik dan perkembangan aktivitas Gunungapi Sinabung. Personel Polda Sumatera Utara, Polres Karo, Kodim 0205/Tanah Karo, BPBD serta sejumlah instansi terkait turun langsung membantu proses pemindahan warga.
Baca Juga: Bocah 9 Tahun Indonesia Bawa Pesan Lingkungan ke Panggung Dunia
Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho menegaskan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama di tengah perkembangan aktivitas gunung api tersebut.
“Siang ini kami bersama Kodim 0205/TK dan instansi terkait melakukan evakuasi warga Desa Kuta Tengah. Ada sekitar 320 jiwa atau 80 KK yang kita pindahkan ke Jambur Desa Suka Tepu,” ujar Pebriandi.
Menurutnya, evakuasi merupakan bagian dari mitigasi sekaligus respons cepat TNI-Polri bersama pemerintah daerah. Langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi apabila aktivitas Sinabung kembali meningkat.
“Ini merupakan langkah antisipasi. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas kita. Warga kita evakuasi ke tempat yang lebih aman dan sudah disiapkan, sementara perkembangan situasi Gunung Sinabung terus kita pantau,” katanya.
Dalam proses evakuasi, personel TNI dan Polri turut membantu warga, termasuk mengangkut masyarakat menggunakan kendaraan yang telah disiapkan.
Baca Juga: Asap Kawah Gunung Sinabung Capai 1.000 Meter, Status Level III Siaga
Kapolres meminta masyarakat tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi seluruh arahan petugas di lapangan.
“Kami meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan petugas. Jangan mengambil tindakan sendiri yang justru dapat membahayakan keselamatan,” pungkasnya.
Gubernur Sumut Turun Langsung
Di tengah situasi tersebut, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution turun langsung ke Kabupaten Karo untuk melihat kondisi pascaerupsi Gunungapi Sinabung.
Bobby tiba di Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Sinabung PVMBG di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, sekitar pukul 15.30 WIB.
Didampingi Forkopimda Kabupaten Karo, Gubernur Sumut menerima paparan dari petugas terkait perkembangan terbaru aktivitas vulkanik Sinabung.
Usai meninjau pos pengamatan, Bobby melanjutkan kunjungan ke lokasi pengungsian. Di sana, ia melihat langsung kondisi warga yang terdampak abu vulkanik sekaligus memastikan penanganan masyarakat berjalan dengan baik.
Kapolres Karo menyebut kehadiran Gubernur Sumut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap warga yang terdampak aktivitas Sinabung.
“Kehadiran Bapak Gubernur Sumatera Utara ini merupakan bentuk empati dan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Sinabung. Beliau ingin melihat langsung kondisi di lapangan, baik perkembangan gunung maupun masyarakat yang saat ini berada di pengungsian,” ujar Pebriandi.
Kunjungan tersebut sekaligus memperkuat koordinasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Karo, TNI, Polri, BPBD dan seluruh unsur terkait dalam menangani dampak aktivitas vulkanik.
Baca Juga: Pinjol Ilegal Mengganas, Satgas PASTI Terima 25.875 Laporan dalam 7 Bulan
“Ini juga menunjukkan bahwa penanganan Sinabung dilakukan bersama-sama. Kita terus berkoordinasi dan memastikan kebutuhan masyarakat di pengungsian dapat ditangani dengan baik,” katanya.
Personel Disiagakan, Warga Diminta Waspada
Kapolres menegaskan personel TNI-Polri bersama instansi terkait tetap disiagakan di sejumlah titik. Kesiapsiagaan tersebut dilakukan untuk merespons setiap perubahan aktivitas Gunungapi Sinabung.
Masyarakat kembali diminta tetap tenang, namun tidak mengabaikan kewaspadaan. Warga juga diingatkan agar mengikuti arahan petugas serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.
“Yang paling utama adalah keselamatan masyarakat. Kami meminta warga mengikuti arahan petugas dan informasi resmi terkait perkembangan Gunung Sinabung,” pungkasnya.(deo/han)
Editor : Johan Panjaitan