KARO, Sumutpos.jawapos.com – Di tengah ketidakpastian aktivitas Gunungapi Sinabung, perhatian terhadap warga yang terpaksa meninggalkan rumah terus mengalir. Kali ini, bantuan datang melalui program Bhayangkari Peduli yang disalurkan kepada masyarakat terdampak dan mengungsi di Jambur Baru, Desa Kuta Tengah, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo.
Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho bersama Ketua Bhayangkari Cabang Karo Ny. Nany Andi Haloho menyerahkan bantuan tersebut kepada para pengungsi pada Rabu (2/9) malam. Penyaluran turut melibatkan pejabat utama dan personel Polres Karo.
Bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa kebutuhan konsumsi, tetapi juga perlengkapan yang dibutuhkan warga selama berada di pengungsian. Di antaranya selimut, perlengkapan mandi dan mencuci, makanan ringan untuk anak-anak, gula, bubuk teh, serta kopi.
Baca Juga: Fraksi Harapan Desak Transparansi CSR Karo, Alokasi Rp2 Miliar ke Yayasan BKN Dipertanyakan
Bagi warga yang masih bertahan di pengungsian akibat paparan abu vulkanik Sinabung, bantuan tersebut menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selama mereka belum dapat kembali ke rumah.
Selain menyerahkan bantuan, Pebriandi juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan para pengungsi. Ia mendengarkan kondisi warga sekaligus memberikan dukungan moril kepada masyarakat yang harus meninggalkan tempat tinggal demi menghindari risiko bencana.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Polri melalui program Bhayangkari Peduli kepada masyarakat yang terdampak erupsi Sinabung. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan kebutuhan warga selama berada di pengungsian,” ujar Pebriandi.
Namun, bantuan kemanusiaan bukan satu-satunya perhatian aparat. Di tengah aktivitas gunungapi yang belum sepenuhnya mereda, aspek keselamatan menjadi hal yang terus ditekankan.
Polres Karo bersama TNI, BPBD dan instansi terkait, kata Pebriandi, akan terus memantau perkembangan kondisi Gunungapi Sinabung serta memastikan keamanan dan kebutuhan masyarakat selama berada di lokasi pengungsian.
Baca Juga: Pemkab Paluta Tegaskan Komitmen Reforma Agraria, Dorong Kepastian Tanah dan Penguatan Ekonomi Warga
“Kita berharap aktivitas Gunung Sinabung segera berakhir sehingga masyarakat dapat kembali ke rumah dan menjalani aktivitas secara normal. Namun selama kondisi belum memungkinkan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas kita,” tegasnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi warga agar tidak terburu-buru kembali ke wilayah yang masih berisiko. Terlebih, terdapat kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona merah atau zona berbahaya.
Pebriandi mengimbau masyarakat untuk tetap berada di lokasi yang aman dan mengikuti arahan resmi pemerintah maupun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak kembali ke zona merah terlebih dahulu. Tetap berada di tempat yang aman dan menunggu arahan resmi dari PVMBG serta pemerintah. Jangan mengambil risiko yang dapat membahayakan keselamatan,” pungkasnya.(deo/han)
Editor : Johan Panjaitan