1.832 Hektare Lahan Pertanian Karo Terdampak Abu Vulkanik Sinabung

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 17:30 WIB

 

Dinas Pertanian Kabupaten Karo, luas lahan pertanian yang terdampak abu vulkanik mencapai 1.832 hektar yang tersebar di enam kecamatan. (Solideo/Sumut Pos)
Dinas Pertanian Kabupaten Karo, luas lahan pertanian yang terdampak abu vulkanik mencapai 1.832 hektar yang tersebar di enam kecamatan. (Solideo/Sumut Pos)

 
KARO, Sumutpos.jawapos.com-Erupsi Gunung Sinabung pada akhi 31 Agustus 2026 kemarin meninggalkan dampak signifikan. Selain menyebabkan warga dua desa harus diungsikan ke lokasi aman, paparan abu vulkanik juga  berdampak terhadap sektor pertanian di Kabupaten Karo. 

  Berdasarkan laporan Dinas Pertanian Kabupaten Karo, luas lahan pertanian yang terdampak abu vulkanik mencapai 1.832 hektar yang tersebar di enam kecamatan. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Naman Teran, Merdeka, Dolat Rayat, Berastagi, Simpang Empat, dan Barus Jahe.

 Namun dari total lahan yang sebelumnya terpapar abu vulkanik, sebanyak 1.677 hektar tanaman telah kembali pulih. Hal ini terjadi setelah abu tercuci oleh guyuran air hujan. Sementara 155 hektare tanaman masih tertutup abu vulkanik, seluruhnya berada di Kecamatan Naman Teran.

Baca Juga: Satpam Bengkel Nyambi Edarkan Ganja, Langsung Ditangkap

 Kecamatan Dolat Rayat menjadi wilayah dengan luas tanaman terdampak terbesar, yakni 725 hektare, disusul Kecamatan Merdeka 375 hektare dan Berastagi 291 hektare. Sementara itu, dampak di Kecamatan Naman Teran mencapai 225 hektare, Barus Jahe 158 hektare, dan Simpang Empat menjadi wilayah dengan dampak paling kecil, yakni 17 hektare.
  
Saat dikonfirmasi Sumut Pos, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karo saat ini dijabat oleh Michael Purba, S.T.P., M.M. mengatakan ada beberapa komoditas hortikultura yang paling rentan terhadap paparan abu vulkanik. Tanaman itu meliputi  kentang, kubis, cabai keriting, dan kembang kol tercatat mengalami tutupan abu paling luas.

  Selain itu,  wortel, bawang daun, dan tomat juga terdampak. Sementara untuk  lahan yang masih tertutup  abu hingga tertanggal 2 September seluas 155 hektare di Kecamatan Naman Teran, tepatnya di Desa Kuta Tonggal dan Sukandebi. Dengan rincian 45 hektar tanaman kentang, 27 hektare kubis, 24 hektare kembang kol, 16 hektare cabai kriting, 25 hektare cabai rawit,tomat 14 hektare dan brokoli 4 hektare. 

Baca Juga: Massa GPM-PALAS Kembali Geruduk PT KAS, Soroti Harga TBS hingga Dugaan Pencemaran Lingkungan

 Lebih lanjut dikatakan Michael,paparan abu vulkanik yang berlangsung terus-menerus berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman. Lapisan abu pada permukaan tanaman dapat menghambat proses fotosintesis, sementara proses pembungaan dan penyerbukan juga dapat terganggu.

 Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan penurunan produksi dan produktivitas tanaman, terutama jika paparan abu berlangsung dalam waktu lama. Meski demikian, Michael belum  bisa memastikan berapa luas tanaman warga yang gagal panen.

 "Hasil pemantauan kita, air hujan membuat tanaman pulih dan tidak berbahaya lagi. Meski demikian, tapi nanti kita monitor lagi perubahan dan perkembangannya," kata Michael.

Karena belum ada laporan adanya tanaman yang fuso atau gagal panen, Michael juga belum bisa menaksir total  kerugian yang dialami petani.

 "Sampai hari ini dan hasil pemantauan kita, belum ada kita temukan tanaman yang gagal panen," katanya.  Sementara untuk sektor peternakan, Michael mengaku belum ada mendapat laporan    mengenai ternak yang terdampak erupsi Gunung Sinabung. 

Status Level III Siaga
 Aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, masih berada pada Level III (Siaga). Berdasarkan laporan pengamatan periode Jumat (4/9) pukul 06.00–12.00 WIB, asap kawah terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal.

 Asap kawah teramati mencapai ketinggian sekitar 200–300 meter di atas puncak kawah. Secara visual, Gunung Sinabung terpantau jelas hingga tertutup kabut 0-I. Dari sisi kegempaan, pada periode pengamatan tersebut tidak tercatat adanya aktivitas gempa (nihil).

Baca Juga: Hari Pelanggan Nasional, BPJS Ketenagakerjaan Binjai Perkuat Kedekatan dengan Peserta

 Kondisi meteorologi di sekitar gunungapi dilaporkan cerah dan berawan, dengan angin bertiup sedang ke arah selatan dan barat. Suhu udara berada pada kisaran 17–27 derajat Celsius. Meski kegempaan nihil, status Gunung Sinabung masih Level III atau Siaga.

  Masyarakat dan wisatawan diminta tetap mematuhi rekomendasi keselamatan yang ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). PVMBG merekomendasikan masyarakat dan pengunjung tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang telah direlokasi, kawasan dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung, serta radius 6 kilometer pada sektor selatan-tenggara.

 Masyarakat yang tinggal di sekitar sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diminta tetap mewaspadai potensi bahaya lahar.
Pemerintah Kabupaten Karo diminta terus berkoordinasi dengan PVMBG maupun Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung dalam memantau perkembangan aktivitas gunungapi. (deo)

Editor : Johan Panjaitan
erupsi hektare gunung sinabung pertanian