Lapas Kotapinang Ajak Warga Binaan Meneladani Akhlak Rasulullah

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 23:35 WIB
Warga binaan lapas Kls lll Kotapinang saat mendengarkan tausiyah Keagamaan Ustadz Ahmad Faisal S.Ag. (Khairuddin/Sumut Pos)
Warga binaan lapas Kls lll Kotapinang saat mendengarkan tausiyah Keagamaan Ustadz Ahmad Faisal S.Ag. (Khairuddin/Sumut Pos)

 

LABUSE, Sumutpos.jawapos.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), menjadi momentum untuk menanamkan kembali nilai akhlak, kesabaran dan kejujuran kepada warga binaan.

Kegiatan yang digelar Jumat (4/9/2026) tersebut berlangsung khidmat dan diikuti jajaran petugas bersama warga binaan di lingkungan Lapas Kelas III Kotapinang.

Bukan sekadar agenda keagamaan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah itu diarahkan sebagai bagian dari pembinaan kepribadian dan kerohanian. Melalui momentum tersebut, warga binaan diajak menjadikan kehidupan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam proses memperbaiki diri.

Penceramah Ustadz Ahmad Faisal, S.Pd., dalam tausiyahnya mengajak seluruh peserta meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Kejujuran, kesabaran, kepedulian terhadap sesama serta kemauan untuk terus memperbaiki diri menjadi nilai yang ditekankan.

Pesan tersebut dinilai relevan bagi warga binaan yang tengah menjalani proses pembinaan. Masa menjalani pidana tidak semestinya hanya dimaknai sebagai pembatasan kebebasan, tetapi juga menjadi ruang untuk melakukan refleksi dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.

Baca Juga: Siapa yang Sebaiknya Tidak Minum Kopi? Ini Jawabnya

Kepala Lapas Kelas III Kotapinang, Haris Damanik, SH, MH, mengatakan kegiatan keagamaan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan.

Menurutnya, pembinaan tidak hanya berkaitan dengan aspek kedisiplinan, tetapi juga menyentuh karakter, mental dan spiritual agar warga binaan memiliki bekal yang lebih baik ketika menyelesaikan masa pidananya.

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum bagi kita semua untuk meneladani akhlak dan sifat-sifat Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Haris Damanik.

Ia berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW tidak berhenti di ruang kegiatan. Nilai tersebut diharapkan menjadi bagian dari perilaku warga binaan selama menjalani pembinaan hingga nantinya kembali berbaur dengan masyarakat.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap warga binaan semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan, memperbaiki diri serta memiliki bekal moral dan spiritual yang baik ketika nantinya kembali dan berbaur dengan masyarakat,” katanya.

Baca Juga: Dugaan Keracunan MBG di SMAN 1 Lubukpakam Terbantahkan, Hasil Lab Sampel Makanan Negatif

Haris menegaskan, pembinaan keagamaan memiliki posisi penting dalam membangun kesiapan warga binaan menghadapi kehidupan setelah keluar dari Lapas. Sebab, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari selesainya masa pidana, tetapi juga dari kesiapan seseorang untuk kembali menjalani kehidupan secara lebih baik.

Karena itu, kegiatan keagamaan seperti peringatan Maulid Nabi menjadi salah satu ruang untuk membangun kesadaran tersebut. Warga binaan diberikan kesempatan untuk mengambil pelajaran dari keteladanan Rasulullah SAW sekaligus melakukan introspeksi terhadap perjalanan hidup masing-masing.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Lapas Kelas III Kotapinang berlangsung dengan penuh kekhidmatan. Petugas dan warga binaan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan serta menyimak tausiyah hingga selesai.(mag-5/han)

Editor : Johan Panjaitan
maulid nabi akhlak lapas kelas III Kotapinang warga binaan