18 Truk KDKMP Angkut Pengungsi Sinabung Pulang ke Rumah

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 09:30 WIB
PULANG: Para pengungsi dipulangkan dari lokasi pengungsian ke rumah masing-masing. (Solideo/Sumut Pos)
PULANG: Para pengungsi dipulangkan dari lokasi pengungsian ke rumah masing-masing. (Solideo/Sumut Pos)

 

KARO, Sumutps.jawapos.com – Setelah beberapa hari bertahan di pengungsian akibat erupsi Gunung Sinabung, ratusan warga Kabupaten Karo mulai kembali ke rumah masing-masing. Pemulangan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan tim gabungan dan dukungan berbagai armada, termasuk 18 unit truk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Tanah Karo.

Pemulangan warga, khususnya masyarakat Desa Kuta Tengah, Kecamatan Naman Teran, berlangsung Senin (7/9) sekitar pukul 08.30 WIB. Sebelumnya, warga mengungsi di Jambur Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran, menyusul erupsi Gunung Sinabung yang berdampak terhadap sejumlah wilayah.

Dari lokasi pengungsian, warga diangkut menuju Desa Kuta Tengah menggunakan kendaraan tim gabungan. Sebanyak 18 truk KDKMP turut dikerahkan untuk mengangkut warga sekaligus barang-barang milik mereka.

Baca Juga: Perubahan APBD Langkat 2026 untuk Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat 

Proses pemulangan tersebut mendapat pengawalan dan dukungan personel TNI, Polri, BPBD, Basarnas, serta Satpol PP Kabupaten Karo. Sejumlah pejabat dan unsur terkait juga hadir, di antaranya Danramil 04/SE Kapten Inf Gandi N. Harianto, Kapolsek setempat, Kabid BPBD Kabupaten Karo Jupri Nadeak, Kepala Desa Kuta Tengah Josua Ginting, dan Kepala Desa Sukatepu Edison Ginting.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 207 kepala keluarga atau 650 jiwa yang terdampak dan sebelumnya harus mengungsi. Sebagian warga telah dipulangkan, sedangkan 374 jiwa masih bertahan di lokasi pengungsian sambil menunggu proses pemulangan tahap berikutnya.

Armada yang digunakan dalam proses tersebut berasal dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Satpol PP hingga Basarnas. Selain itu, 18 truk KDKMP dikerahkan untuk memperkuat mobilisasi warga. Sebagian pengungsi lainnya memilih kembali ke desa menggunakan kendaraan pribadi.

Dansatgas Tanggap Darurat Sinabung, Letkol Inf Robert Panjaitan, membenarkan proses pemulangan tersebut. Ia mengatakan, tim gabungan tidak hanya memastikan warga kembali dengan aman, tetapi juga membantu membawa barang-barang mereka yang masih berada di pengungsian.

Baca Juga: Orangtua Rela Menginap Demi Daftar Bimbel

“Setelah kita bersama tim gabungan membantu pengembalian ratusan warga pengungsi, kita juga membantu membawa sejumlah barang berharga serta bantuan sosial milik mereka yang diterima selama berada di pengungsian,” ujar Robert.

Untuk memastikan proses berjalan tanpa meninggalkan persoalan baru, petugas melakukan pemeriksaan kembali terhadap lokasi pengungsian. Setiap sudut diperiksa guna memastikan tidak ada barang milik warga yang tertinggal.

“Kita juga melakukan pengecekan di lokasi pengungsian. Kita tidak mau ada barang milik warga yang tertinggal. Lokasi pengungsian juga kita lakukan pembenahan. Proses pengembalian warga berjalan lancar, aman dan tertib sesuai rencana. Semua ini berkat upaya dan kerja sama seluruh tim yang terlibat,” katanya.

Namun, kepulangan warga bukan berarti situasi sepenuhnya dinyatakan aman. Aktivitas Gunung Sinabung dan kondisi wilayah sekitar tetap menjadi perhatian tim gabungan. Pemantauan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi jika terjadi peningkatan aktivitas vulkanik.

“Pemantauan terhadap kondisi wilayah dan perkembangan aktivitas Gunung Sinabung tetap kita lakukan. Koordinasi dengan instansi terkait juga terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan aktivitas vulkanik yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat,” tegas Robert.

Bagi warga yang akhirnya dapat kembali ke rumah, kepulangan tersebut menjadi momentum penting setelah beberapa hari harus meninggalkan aktivitas dan tempat tinggal mereka. Mereka pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu selama berada di pengungsian hingga proses pemulangan.

Baca Juga: Irlandia Sahkan Jennie’s Law, Pelaku KDRT Bisa Masuk Daftar Publik

“Kami berterima kasih kepada semua tim yang terlibat. Kami merasa sangat terbantu dan nyaman hingga akhirnya bisa kembali ke desa dengan selamat. Terima kasih kepada TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Satpol PP, pemerintah, serta Koperasi Merah Putih yang menerjunkan truk untuk membantu kami,” ujar sejumlah warga.

Di tengah kepulangan ratusan warga, kewaspadaan tetap menjadi kunci. Sebab, ancaman erupsi belum sepenuhnya berakhir dan setiap perkembangan aktivitas gunung api harus terus dipantau demi memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas. (deo/han)

Editor : Johan Panjaitan
erupsi vulkanik pengungsi gunung sinabung KDKMP