Sedang Meliput Cuaca Ekstrem di Nisel, Gali-Gali Zebua Selamat dari Terjangan Banjir Bandang

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 16:55 WIB
Alisama Zebua Alias Gali-Gali Wartawan Kitakininews.co.id dalam kondisi lemah. (Eriusman Duha/Sumut Pos)
Alisama Zebua Alias Gali-Gali Wartawan Kitakininews.co.id dalam kondisi lemah. (Eriusman Duha/Sumut Pos)

 

NISEL, Sumutpos.jawapos.com – Tugas jurnalistik membawa Alisama Zebua alias Gali-Gali berhadapan langsung dengan ancaman banjir bandang di Kabupaten Nias Selatan. Saat tengah meliput kondisi cuaca ekstrem, wartawan kitakininews.co.id itu terseret derasnya arus dan harus bertahan hampir dua jam di batang pohon kueni demi menyelamatkan nyawa.

Peristiwa menegangkan tersebut terjadi di sekitar Jembatan Loho, kilometer 6, Kecamatan Fanayama, Senin (7/9/2026) siang. Gali-Gali yang juga menjabat Kepala Perwakilan Wilayah (Kaprewil) se-Kepulauan Nias, awalnya melintas menggunakan sepeda motor ketika kondisi banjir masih terlihat memungkinkan untuk dilewati.

Namun, situasi berubah dalam hitungan menit. Debit air meningkat cepat, disusul arus deras yang menerjang kawasan tersebut.

“Saat banjir bandang itu awalnya masih bisa dilalui. Saya sedikit terkendala dengan mobil yang ada di depan saya. Tiba-tiba air meluap sangat cepat dengan arus yang begitu deras,” ujar Gali-Gali saat ditemui di Klinik Pratama Glendo, Simpang Loho, Kecamatan Fanayama, Selasa (8/9/2026).

Baca Juga: Buntut Setahun Belum Dieksekusi, Jamwas dan Aswas Diminta Turun ke Langkat

Menyadari kondisi semakin berbahaya, Gali-Gali memilih meninggalkan sepeda motornya. Ia berusaha menyelamatkan diri sebelum tubuhnya ikut diseret arus.

Arus yang kuat membuat tubuhnya terbawa. Dalam kondisi panik, ia berupaya mencari benda apa pun yang dapat dijadikan pegangan. Hingga akhirnya, tangannya berhasil meraih batang pohon kueni di sekitar lokasi.

Pohon tersebut menjadi penyelamat. Gali-Gali bertahan dengan berpegangan pada batangnya, sementara derasnya arus terus mengalir di sekelilingnya.

Hampir dua jam ia bertahan dalam kondisi tersebut hingga akhirnya pertolongan tiba.

“Saya bertahan di batang pohon kueni itu hampir dua jam sampai akhirnya pertolongan datang,” tuturnya.

Dalam peristiwa itu, sejumlah barang miliknya turut hilang terbawa arus. Telepon seluler, beberapa kartu ATM dan sejumlah uang belum berhasil ditemukan hingga Selasa (8/9/2026). Sepeda motor miliknya juga terseret banjir.

Baca Juga: Pedagang Blok A dan B Pusat Pasar Sidikalang Unjukrasa, Tolak Normalisasi ILP

Setelah hampir dua jam menunggu dalam situasi yang mengancam keselamatan, tim gabungan bersama warga akhirnya berhasil mencapai lokasi. Tim Basarnas, BPBD Nias Selatan dan masyarakat sekitar melakukan evakuasi hingga Gali-Gali berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat.

Ia kemudian dibawa ke Klinik Pratama Glendo untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan perawatan medis.

Sehari setelah kejadian, kondisinya dilaporkan membaik. Gali-Gali bahkan berencana meninggalkan klinik dan kembali ke rumah untuk melanjutkan proses pemulihan.

“Saat ini kondisi saya sudah membaik. Rencananya hari ini saya akan pulang ke rumah untuk melanjutkan perawatan,” katanya.

Gali-Gali menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses penyelamatan, khususnya Basarnas, BPBD Nias Selatan dan warga yang bergerak memberikan pertolongan.

“Saya sangat berterima kasih kepada tim evakuasi, dalam hal ini Tim Basarnas maupun BPBD Nias Selatan serta warga setempat yang telah bergerak cepat untuk melakukan pertolongan,” ujarnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada rekan-rekan media dari berbagai organisasi dan perusahaan pers yang terus memberikan perhatian sejak dirinya mengalami musibah hingga mendapatkan perawatan.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media dari berbagai media yang terus memberikan perhatian kepada saya, mulai dari saat kejadian sampai saya mendapatkan perawatan di klinik,” katanya.

Peristiwa tersebut terjadi ketika Gali-Gali tengah menjalankan tugas jurnalistik untuk memantau dan meliput dampak cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Nias Selatan.

Baca Juga: Bupati Baharuddin Dorong Optimalisasi PAD untuk Percepat Pembangunan Batu Bara

Sebagai wartawan kitakininews.co.id di bawah naungan PT Kita Kini Media Perkasa, ia berada di lapangan untuk menjalankan tugas peliputan ketika kondisi cuaca dan debit air berubah secara cepat.

Pengalaman tersebut menjadi pengingat keras bahwa tugas jurnalistik di lapangan tidak selalu berjalan dalam kondisi aman. Kali ini, Gali-Gali harus berjuang mempertahankan hidup di tengah amukan banjir bandang sebelum akhirnya berhasil dievakuasi.

Setelah mendapat penanganan medis dan kondisinya membaik, Gali-Gali memilih kembali ke rumah untuk menjalani perawatan lanjutan sekaligus memulihkan kondisi fisiknya.(eri/han)

Editor : Johan Panjaitan
cuaca esktrem meliput wartawan banjir bandang