BATUBARA, Sumutpos.Jawapos.com – Banjir kembali menghantui warga Desa Gambus Laut, Kecamatan Limapuluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara. Sedikitnya 211 rumah di Dusun VI, VII dan VIII kembali terendam, Selasa (8/9/2026).
Genangan dengan ketinggian 15 hingga 30 sentimeter itu muncul setelah debit Sungai Gambus meningkat dalam beberapa hari terakhir. Ratusan hektare areal pertanian juga dilaporkan kembali terdampak.
Bagi warga, banjir kali ini bukan sekadar persoalan genangan. Sebab, kawasan tersebut sebelumnya juga dilanda banjir pada Agustus lalu. Ketika itu, sekitar 150 hektare areal pertanian, termasuk tanaman cabai dan padi, serta sejumlah permukiman warga terdampak.
Kondisi yang kembali terjadi dalam waktu relatif berdekatan membuat persoalan aliran Sungai Gambus kembali menjadi sorotan. Salah satu yang mendapat perhatian adalah pekerjaan rehabilitasi Bendung Sidalu-Dalu yang sebelumnya diikuti rekayasa aliran air menuju Sungai Gambus.
Camat Limapuluh Pesisir, Sabri, membenarkan kembali terendamnya sejumlah rumah warga. Ia mengaku telah meninjau langsung lokasi pada Selasa sore.
“Ia bg, tadi sudah konfirmasi juga sama Pak Safii dewan, terkait debit air bertambah sehingga rumah warga terendam. Jumlahnya sudah 211 rumah, informasi baru kita dapat,” ujar Sabri melalui pesan WhatsApp.
Baca Juga: Dua Siswa SMPN 1 Lubukpakam Sakit Perut Bersamaan, Dilarikan ke RS Grandmed
Sabri belum dapat memastikan penyebab pasti meningkatnya debit air. Terlebih, kondisi cuaca di wilayah tersebut pada Selasa relatif panas dan tidak sedang diguyur hujan deras.
Namun, persoalan aliran air di Sungai Gambus sebelumnya memang telah menjadi perhatian pemerintah dan DPRD Batu Bara. Dalam peninjauan pada Agustus lalu, PSDA Provinsi Sumatera Utara bersama Komisi IV DPRD Batu Bara telah merekomendasikan sejumlah langkah penanganan.
Di antaranya normalisasi sungai dan rekayasa aliran air. Pemasangan sheet pile atau sengbed pada titik-titik tertentu juga direkomendasikan untuk membantu mengendalikan sekaligus mengarahkan aliran.
Rekomendasi tersebut diharapkan mampu mengurangi tekanan debit air dan mencegah genangan kembali meluas ke kawasan pertanian maupun permukiman warga.
Air Naik Perlahan, Warga Mulai Cemas
Kekhawatiran warga semakin meningkat lantaran air disebut terus naik secara perlahan sejak beberapa hari terakhir.
Muhammad Yakoeb Gultom, warga Dusun VII Desa Gambus Laut, mengatakan peningkatan debit air telah berlangsung sekitar empat hari. Kondisi tersebut membuat ketinggian air terus bertambah hingga mencapai sekitar lutut orang dewasa.
“Kondisi saat ini debit air naik hingga sedengkul orang dewasa. Kondisi ini berangsur-angsur meningkat hingga saat ini. Sudah berlangsung empat hari ini, Pak,” ungkap Gultom saat dikonfirmasi, Selasa malam.
Kepala BPBD Batu Bara, Ilyas, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut luapan air mulai terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, Selasa (8/9/2026).
Baca Juga: Hilangkan Gerah di Rumah, Tanam Tanaman Hias Penyerap Panas Ini
Menurut Ilyas, Sungai Gambus memiliki hulu di wilayah Kabupaten Simalungun. Sementara itu, pekerjaan pada Bendung Dalu-Dalu menyebabkan aliran air dari Sungai Dalu-Dalu dialirkan menuju Sungai Gambus.
“Kejadian ini mengakibatkan terendam dan banjir di 211 rumah warga di Dusun VI, Dusun VII dan Dusun VIII Desa Gambus Laut, Kecamatan Limapuluh Pesisir. Ketinggian air antara 15 sampai 30 sentimeter,” jelas Ilyas.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, BPBD masih melakukan pendataan untuk menghitung dampak dan estimasi kerugian yang ditimbulkan.
Hingga Selasa malam, warga terdampak belum mengungsi. Kendati demikian, BPBD Batu Bara telah menyiapkan dua tenda di lokasi, masing-masing untuk posko kesehatan dan tenda pengungsian sebagai langkah antisipasi apabila kondisi memburuk.
BPBD Siaga, Penanganan Dikoordinasikan
BPBD Batu Bara memastikan pemantauan terhadap kondisi banjir terus dilakukan. Koordinasi lintas instansi juga digencarkan untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya genangan.
Koordinasi melibatkan Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, pemerintah kecamatan serta pemerintah desa.
Baca Juga: Dukung Pansus CSR, AMKAK Bagikan Mawar Merah ke DPRD Karo
Ilyas mengatakan personel Satgas BPBD Batu Bara telah bergerak ke lokasi untuk melakukan asesmen, pemantauan sekaligus menyiapkan langkah evakuasi jika diperlukan.
“Pihaknya tetap memonitor perkembangan, melakukan asesmen, melaporkan ke pimpinan BPBD Batu Bara serta Satgas BPBD Batu Bara bergerak cepat menuju lokasi bencana, mengevakuasi dan mendirikan dua tenda pengungsi,” pungkasnya. (lib/han)
Editor : Johan Panjaitan