Dinsos Palas Pulangkan Dua Lansia Terlantar ke Keluarga, Satu Sempat Dirawat karena Stroke

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 12:15 WIB
Dua Lansia terlantar di Padang Lawas, dikembalikan Dinas Sosial Padang Lawas kepada keluarga, Kamis (10/9). (Mitra Harahap/Sumut Pos)
Dua Lansia terlantar di Padang Lawas, dikembalikan Dinas Sosial Padang Lawas kepada keluarga, Kamis (10/9). (Mitra Harahap/Sumut Pos)

 

PADANG LAWAS, Sumutpos.jawapos.com– Dua lansia terlantar yang ditemukan di wilayah Kabupaten Padang Lawas (Palas) akhirnya kembali ke keluarga masing-masing. Pemulangan difasilitasi Dinas Sosial (Dinsos) Palas sebagai bentuk respons terhadap warga yang membutuhkan perlindungan dan pelayanan sosial.

Kedua lansia tersebut dipulangkan ke daerah asal masing-masing pada Kamis (10/9/2026), yakni ke Sumatera Barat dan Kabupaten Simalungun.

Kepala Dinsos Palas Laskar Muda Nasution mengatakan, penanganan keduanya bermula dari laporan masyarakat serta hasil penertiban yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Palas.

Begitu menerima informasi, Bidang Rehabilitasi Sosial bersama tim langsung melakukan penelusuran untuk memastikan identitas dan keberadaan keluarga kedua lansia tersebut. Dinsos juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait untuk memastikan proses pemulangan berjalan aman.

Baca Juga: Perubahan APBD Langkat 2026 Disahkan, Tiorita Minta Anggaran Segera Direalisasikan

“Sesuai SOP, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial bersama tim langsung menelusuri keberadaan keluarga untuk proses terminasi serta berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis dan Simalungun,” ujar Laskar.

Ditemukan Linglung hingga Kondisi Lemah

Salah satu lansia yang dipulangkan yakni Alina Umar Siregar. Perempuan tersebut diketahui berasal dari Kabupaten Bengkalis dan ditemukan seorang tukang becak di Desa Tobing Tinggi, Kecamatan Aek Nabara Barumun.

Saat ditemukan, Alina berada dalam kondisi linglung. Ia kemudian menyampaikan keinginannya untuk pulang ke Kampung Tonga, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.

Sementara itu, lansia lainnya, Sakri Purnomo, ditemukan petugas Satpol PP di sekitar Masjid Agung Sibuhuan. Warga Kabupaten Simalungun tersebut ditemukan dalam kondisi fisik lemah karena mengalami stroke.

Kondisi Sakri membuat petugas terlebih dahulu memberikan penanganan medis. Ia sempat menjalani perawatan selama dua malam di RSUD Sibuhuan sebelum kondisinya dinilai memungkinkan untuk dipulangkan.

Baca Juga: Sutarto Minta Peran Masyarakat dalam Pembangunan Rendah Karbon Diperkuat

Setelah identitas dan keberadaan keluarga berhasil ditelusuri, Dinsos Palas kemudian mengurus proses pemulangan kedua lansia tersebut.

Dibekali Sembako

Tidak hanya memastikan transportasi dan koordinasi dengan keluarga, Dinsos Palas juga membekali kedua lansia dengan bantuan sembako untuk kebutuhan selama perjalanan menuju daerah masing-masing.

Laskar mengatakan, penanganan terhadap warga terlantar merupakan bagian dari pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang sosial. Karena itu, pemerintah daerah berkewajiban memastikan warga yang berada dalam kondisi rentan mendapatkan perlindungan dan pelayanan yang layak.

Menurutnya, proses pemulangan kedua lansia tersebut tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak. Mulai dari masyarakat yang memberikan informasi, Satpol PP yang melakukan penertiban, tenaga medis yang menangani kondisi kesehatan, hingga koordinasi antar-Dinas Sosial.

“Penanganan warga terlantar merupakan bagian dari pemenuhan pelayanan sosial kepada masyarakat,” tegasnya.(mit/han)

Editor : Johan Panjaitan
keluarga stroke dinsos lansia