KARO, Sumutpos.jawapos.com – Penanganan kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo kembali mendapat sorotan. Tim kuasa hukum, Elemen Masyarakat Karo Peduli (EMKAP), bersama orang tua siswa korban mendesak Polres Karo segera mengungkap pihak yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut.
Desakan itu menguat setelah penanganan perkara diketahui telah ditingkatkan dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Namun, hingga kini belum ada tersangka yang diumumkan kepada publik.
Juliadi, perwakilan orang tua korban, menegaskan pihaknya akan terus mengawal proses hukum tersebut. Ia meminta kepolisian tidak berhenti pada peningkatan status perkara, tetapi segera menuntaskan penyidikan dan mengungkap pihak yang diduga bertanggung jawab.
"Kami akan kejar terus. Kami tidak main-main dengan kasus ini. Kalau memang sudah dinaikkan ke penyidikan, kami mempertanyakan mengapa sampai hari ini belum ada tersangka," tegas Juliadi, Sabtu (12/9), didampingi EMKAP dan para orang tua siswa.
Baca Juga: Kabar Terbaru Virgo Transport 8: 103 Penumpang Selamat, 140 Orang Masih Hilang
Ia juga meminta penyidik memeriksa seluruh pihak yang memiliki keterkaitan dengan penyelenggaraan program MBG, termasuk pihak-pihak yang diduga mengetahui maupun terlibat dalam rangkaian penyediaan makanan tersebut.
Desak Hasil Laboratorium Dibuka
Desakan serupa disampaikan perwakilan EMKAP, Anes Ketaren. Menurutnya, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang dilakukan Polda Sumatera Utara.
Hasil pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk membantu mengungkap penyebab dugaan keracunan sekaligus menjadi bagian dari proses penanganan perkara.
"Kami menuntut janji Kapolres Tanah Karo. Kalau hasil laboratorium sudah keluar, silakan dipaparkan secara transparan. Dari sana kami akan melihat langkah selanjutnya," ujar Anes.
EMKAP juga meminta kepolisian memeriksa seluruh pihak yang berkaitan dengan pelaksanaan MBG, termasuk pihak yang disebut sebagai mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Baca Juga: Hilang di Tengah Cuaca Buruk! Helikopter dan Kapal SAR Dikerahkan Cari Virgo Transport 8
Anes menyebut nama Susy Susanti Br Ginting yang menurut informasi yang diterimanya merupakan mitra SPPG. Namun, ia menegaskan pemeriksaan harus dilakukan berdasarkan fakta dan bukti yang ditemukan penyidik.
"Semua yang berkaitan dan kalau memang ada dugaan kesalahan, silakan diperiksa. Siapa pun itu harus dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum," katanya.
EMKAP memastikan akan terus mengawal proses hukum kasus tersebut. Mereka meminta penanganan perkara dilakukan secara transparan dan tidak berhenti pada tahapan administratif semata.
"Kami bersama masyarakat akan mengambil sikap tegas. Jangan kasus ini dimainkan. Kami akan terus mengawal dan memperjuangkan hak para korban," tegas Anes.
Soroti Kondisi Kesehatan Korban
Selain mendesak proses hukum, EMKAP menyoroti kondisi kesehatan para siswa yang menjadi korban dugaan keracunan MBG.
Mereka meminta Pemerintah Kabupaten Karo, DPRD Karo, dan Dinas Kesehatan Karo memberikan perhatian lebih serius terhadap pemulihan para korban. Sebab, berdasarkan laporan yang diterima, sebagian anak disebut masih mengalami keluhan kesehatan setelah kejadian tersebut.
Pada Sabtu (12/9), EMKAP menerima laporan mengenai sekitar 30 anak yang menjalani pemeriksaan kesehatan. Namun, pemeriksaan yang dilakukan disebut baru sebatas pengambilan sampel darah.
"Kami menerima masukan dan laporan dari orang tua. Ada sekitar 30 anak yang melakukan pemeriksaan, tetapi yang baru diambil sampel darah," kata Jhon Ginting.
Baca Juga: Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, Bawa 243 Orang
Menurut Jhon, pemeriksaan korban tidak boleh berhenti pada pengambilan sampel darah. Keluhan yang dirasakan masing-masing anak harus menjadi pertimbangan dalam menentukan pemeriksaan lanjutan maupun pengobatan.
"Jangan hanya mengambil sampel darah. Kalau ada keluhan atau penyakit tertentu, harus ditangani sesuai kondisi masing-masing. Pengobatan harus tepat sasaran. Dokter yang menangani juga harus tepat sasaran," ujarnya.
Ia meminta pemerintah mengedepankan aspek kemanusiaan dalam menangani para korban. Menurutnya, kondisi anak-anak di lapangan harus diperiksa secara menyeluruh agar tidak ada korban yang luput dari penanganan.
"Jangan hanya menerima laporan. Fakta dan kondisi di lapangan harus dilihat. Mari kita dahulukan rasa kemanusiaan. Anak-anak ini adalah korban dan harus mendapatkan penanganan sampai tuntas. Kasihan mereka," pungkasnya.
Baca Juga: Real Sociedad vs Atletico Madrid: Los Colchoneros di Bawah Tekanan
Sebagai tindak lanjut, EMKAP berencana mendatangi Dinas Kesehatan Karo pada Senin (14/9) pagi. Kedatangan tersebut untuk memastikan penanganan kesehatan para korban dilakukan secara tepat berdasarkan keluhan dan kondisi masing-masing.
Sebelumnya, saat mengunjungi RS Efarina pada Jumat (11/9), Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa pemulihan kesehatan para siswa korban dugaan keracunan MBG menjadi prioritas pemerintah.
Pemerintah juga memastikan biaya perawatan dan pengobatan para siswa ditanggung hingga mereka dinyatakan sembuh.(deo/han)
Editor : Johan Panjaitan