PADANG LAWAS, Sumutpos.jawapos.com – Pesan tentang pentingnya adab, akhlak, dan ilmu disampaikan Camat Aek Nabara Barumun, Taufik Akbar Hasibuan, S.Pd., M.Pd., saat menjadi Inspektur Upacara (Irup) pengibaran bendera Merah Putih di Yayasan Pondok Pesantren Gunung Selamat, Senin (14/9/2026).
Upacara yang berlangsung di halaman utama pesantren tersebut berjalan khidmat. Taufik Akbar tak hanya menyampaikan amanat kedinasan, tetapi juga menitipkan pesan kepada para santri agar menjadikan adab dan akhlak sebagai bagian penting dalam perjalanan menuntut ilmu.
Menurutnya, pendidikan di pesantren memiliki keunggulan tersendiri karena tidak hanya membentuk kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan kepribadian.
“Santri dan santriah harus menjaga adab, akhlak, dan ilmu. Saat ini banyak alumni pesantren yang sukses di berbagai bidang,” ujarnya.
Baca Juga: Revoada dos Guarás, Fenomena Ribuan Ibis Merah yang Mengubah Hutan Bakau Brasil seperti Lautan Bunga
Taufik juga mengajak para santri untuk mensyukuri kemudahan fasilitas yang tersedia saat ini. Ia mengisahkan kondisi pesantren pada masa lalu ketika berbagai kebutuhan masih dilakukan secara sederhana.
“Dulu fasilitas masih serba manual, masak pakai kayu dan penerangan pakai lampu petromax. Generasi Z sekarang patut bersyukur karena fasilitas listrik sudah tersedia,” katanya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat agar kemudahan yang dinikmati generasi sekarang tidak membuat semangat belajar justru melemah. Sebaliknya, fasilitas yang semakin baik harus dimanfaatkan untuk memperdalam ilmu dan mengembangkan potensi diri.
Dorong Santri Jadi Generasi Bermanfaat
Taufik selanjutnya memotivasi para santri untuk bersungguh-sungguh dalam menimba ilmu agama. Menurutnya, ilmu yang diperoleh di pesantren harus menjadi bekal untuk memberi manfaat lebih luas ketika para santri kembali ke tengah masyarakat.
Ia juga memiliki ikatan emosional dengan pesantren tersebut. Sebelum menjabat sebagai camat, Taufik mengaku pernah mengabdikan diri sebagai pendidik di Yayasan Pondok Pesantren Gunung Selamat selama dua dekade.
“Saya pernah menjadi pendidik di sini selama 20 tahun, sehingga pesantren ini sudah seperti rumah sendiri. Mari kita bersama-sama menjaga nama baik almamater Yayasan Pondok Pesantren Gunung Selamat di manapun berada,” tambahnya.
Pesan tersebut disampaikan di hadapan pimpinan pesantren, jajaran pendidik, serta para santri. Hadir di antaranya Kepala KUA Huristak sekaligus Pimpinan Ponpes Gunung Selamat Ayahanda Abdullah Khomis, S.Ag., Kamad MTs Ustadz Syafrijal Siregar, S.Pd., Kamad MA Al Falah Ustadz Parmin, S.Pd.I., dan Kepsek SMK Al Huda Ali Eddi Humala Hasibuan, S.Pd.Gr.
Baca Juga: Capaian Gemilang, Taekwondo Padang Lawas Sabet 18 Medali di Piala Wali Kota Sibolga
Dalam upacara tersebut, Hasbi Waldi Pane dipercaya sebagai Komandan Upacara, sementara Sri Mandani bertugas sebagai pengatur tata tertib. Pembacaan teks UUD 1945 dilakukan Lukman Siregar dan doa dipimpin Naufal Aditya.
Pengibaran bendera Merah Putih dilaksanakan Rodia Siregar, Celsi Putri Pohan, dan Febri Diana.
Seluruh rangkaian upacara berlangsung tertib dan khidmat hingga selesai sekitar pukul 09.00 WIB. Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama Camat Aek Nabara Barumun bersama pimpinan dan dewan guru Yayasan Pondok Pesantren Gunung Selamat.
Bagi Taufik, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Ada pesan yang ingin ditanamkan: kemajuan pendidikan harus berjalan beriringan dengan kuatnya adab, akhlak, dan ilmu.(mit/han)
Editor : Johan Panjaitan