KARO, Sumutpos.jawapos.com – Harapan untuk kembali menjalani aktivitas sekolah setelah menjalani serangkaian perawatan medis kembali pupus. Inka Kristy Br Ginting, siswi SMA Yayasan Bersama, kembali dilarikan ke rumah sakit setelah kondisi kesehatannya memburuk pada hari pertama kembali masuk sekolah, Senin (14/9).
Inka mengalami sesak saat mengikuti upacara bendera di sekolah. Melihat kondisinya, guru kemudian membawanya ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Namun, kondisi Inka terus menurun. Pihak sekolah akhirnya memutuskan membawa siswi tersebut ke RS Efarina Berastagi untuk mendapatkan penanganan medis.
Masih mengenakan seragam sekolah, Inka tampak terkulai lemah di atas ranjang rumah sakit.
Baca Juga: Perkuat Infrastruktur Pertanian dan Pengairan, Bupati Batu Bara Temui BBWS Sumut
Inka merupakan salah satu dari ratusan siswa yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) sekitar sebulan lalu. Sejak kejadian tersebut, ia tercatat beberapa kali menjalani perawatan karena kondisi kesehatannya belum sepenuhnya pulih.
Bagi sang ibu, Nurliana Br Perangin-angin, kondisi tersebut menjadi sumber kecemasan yang tak kunjung berakhir. Ia mengaku bingung melihat putrinya harus berulang kali keluar-masuk rumah sakit.
“Aku nggak tahu lagi harus ngomong apa. Sebagai orangtua, kami juga sudah bingung. Kenapa anak kami bolak-balik terus ke rumah sakit. Aku hanya ingin anakku sehat kembali,” ujar Nurliana.
Nurliana juga mempertanyakan penyebab gangguan kesehatan yang dialami putrinya. Ia berharap pemeriksaan medis dapat memberikan kejelasan mengenai kondisi Inka.
“Sebenarnya racun apa yang masuk ke tubuh anak kami? Kenapa penyakitnya bolak-balik terus sampai sekarang?” lirihnya.
Berulang Kali Jalani Perawatan
Nurliana menceritakan, setelah mengalami gangguan kesehatan, Inka sempat dirujuk dari RSU Kabanjahe ke Rumah Sakit Bina Kasih Medan.
Setelah menjalani perawatan selama lima hari, kondisi Inka dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang pada Selasa (18/8). Namun, hanya berselang dua hari, kondisi kesehatannya kembali menurun.
Pada Kamis (20/8), Inka mengalami kejang-kejang dan kembali dilarikan ke RSU Kabanjahe. Setelah mendapatkan perawatan, ia kembali diperbolehkan pulang.
Baca Juga: Mahasiswa UGM Ciptakan Pasir Kucing Ramah Lingkungan dari Limbah Ampas Tebu dengan Teknologi Deteksi
Meski demikian, persoalan kesehatan belum benar-benar berakhir. Saat berada di rumah, Inka masih kerap mengeluhkan sakit perut.
Berbagai upaya dilakukan keluarga agar kondisi Inka kembali pulih. Hingga akhirnya, Senin (14/9) pagi, orangtuanya memberanikan diri mengizinkan Inka kembali bersekolah.
“Sejak kejadian keracunan itu dan bolak-balik ke rumah sakit, baru hari ini anak saya masuk sekolah. Tadi pagi saya buatkan bontot untuknya,” kenang Nurliana.
Namun, harapan itu kembali kandas. Saat upacara berlangsung, Nurliana mendapat kabar bahwa kondisi putrinya memburuk dan harus dibawa ke RS Efarina Berastagi.
Sebagai orangtua, Nurliana mengaku sangat khawatir. Ia berharap Inka mendapatkan penanganan medis secara maksimal sehingga dapat segera pulih dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa.
Baca Juga: Mahasiswa UGM Ciptakan Pasir Kucing Ramah Lingkungan dari Limbah Ampas Tebu dengan Teknologi Deteksi
“Tolonglah tangani penyakit anak kami ini sebaik mungkin. Kami hanya ingin anak kami sembuh dan bisa sekolah kembali,” pintanya.
Sekolah Pastikan Inka Dilarikan ke Rumah Sakit
Kepala Sekolah SMP Yayasan Bersama, Jesaya Karosekali, membenarkan bahwa Inka baru kembali mengikuti aktivitas sekolah setelah menjalani perawatan medis.
Jesaya mengatakan, kondisi Inka mulai memburuk ketika mengikuti upacara bendera. Siswi tersebut mengeluhkan sesak hingga akhirnya dibawa ke UKS.
“ Saat upacara berlangsung, Inka mengalami sesak. Ia sempat dibawa ke UKS. Karena khawatir dengan kondisi kesehatannya, pihak sekolah mengambil kebijakan membawa Inka ke RS Efarina,” ujar Jesaya.
Kasus ini menambah panjang daftar korban gangguan kesehatan yang masih membutuhkan penanganan setelah kejadian MBG di Kabupaten Karo.
Baca Juga: Longsor Meluas, Jalan Penghubung Tiga Desa di Langkat Terancam Putus
Sehari sebelumnya, Minggu (13/9), korban lainnya, Deovan Perangin-angin, juga harus dirujuk dari RS Efarina Berastagi ke RS Haji Medan setelah kondisi kesehatannya memburuk.
Saat menjalani proses rujukan, Deovan dilaporkan menjerit kesakitan.
Kondisi sejumlah korban yang kembali memburuk menjadi perhatian serius, terutama bagi keluarga yang masih menanti kepastian mengenai kondisi kesehatan anak-anak mereka. (deo/han)
Editor : Johan Panjaitan