Bupati Karo Belum Menjenguk Siswa SMKN 1 Merdeka Korban Dugaan Keracunan MBG yang Masih Dirawat

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 15:00 WIB
KESAKITAN: Jesika, salah seorang siswa korban keracunan MBG meraung kesakitan di RS Amanda. (Istimewa/Sumut Pos)
KESAKITAN: Jesika, salah seorang siswa korban keracunan MBG meraung kesakitan di RS Amanda. (Istimewa/Sumut Pos)

 

KARO, Sumutpos.jawapos.com – Puluhan siswa SMK Negeri 1 Merdeka, Kabupaten Karo, yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG), masih menjalani perawatan di RS Amanda Berastagi, Rabu (16/9) siang.

Di tengah kondisi sejumlah siswa yang masih membutuhkan penanganan medis, perhatian juga tertuju pada sikap Pemerintah Kabupaten Karo. Hingga Rabu, keluarga korban menyebut belum melihat adanya kunjungan Bupati Karo Antonius Ginting ke rumah sakit untuk memastikan langsung kondisi para siswa.

Salah satu korban, Jesika Kamelia Br Sinuhaji, bahkan masih mengalami sakit dan kesulitan bernapas. Dalam video yang diterima media, Jesika tampak menangis dan meraung menahan rasa sakit saat menjalani perawatan.

Kondisi tersebut membuat keluarga cemas. Mereka berharap pemerintah daerah tidak hanya memastikan penanganan medis berjalan, tetapi juga hadir memberikan perhatian kepada para korban dan keluarga.

“Gak tega kami lihat, Kam nak e. Tolong lebih diperhatikan anak kami. Dia ada riwayat sesak sejak lahir, ditambah lagi seperti ini. Kalau sesaknya kambuh, bernapas pun dia kejang,” ungkap Juny, bibi Jesika.

Baca Juga: Manchester United vs Brighton: The Seagulls Bisa Menyulitkan The Reds

Ia mengatakan, kondisi Jesika jauh berbeda dibanding biasanya.

“Tolong pulihkan anak kami. Dia anak yang ceria. Sekarang mau bernapas pun menangis. Perutnya sakit dan dadanya terasa panas,” lanjutnya.

Ayah Jesika, Ropin Sinuhaji, menuturkan keluhan mulai dirasakan putrinya setelah menyantap MBG di sekolah pada Senin (14/9) siang.

Jesika sempat dibawa pihak sekolah ke RS Amanda Berastagi untuk mendapatkan perawatan. Namun, karena merasa takut dan meminta pulang, Jesika kemudian dibawa kembali ke rumah.

Beberapa jam berselang, sekitar pukul 19.00 WIB, kondisi Jesika kembali memburuk. Rasa sakit yang dialaminya membuat keluarga kembali membawa Jesika ke rumah sakit menggunakan mobil pribadi.

“Hari Senin makan siang. Awalnya setelah makan MBG ada reaksi. Pihak sekolah langsung mengantar ke RS Amanda. Karena anak takut dan minta pulang, akhirnya dibawa pulang. Namun, sekitar pukul 19.00 WIB, sudah tidak sanggup menahan sakit, sehingga kami antar kembali ke rumah sakit,” jelas Ropin.

Ibu Jesika, Tetti, juga mengaku masih khawatir karena kondisi putrinya belum menunjukkan perkembangan seperti yang diharapkan.

“Sampai sekarang belum ada perkembangan. Anak kami sangat kesakitan dan setiap bernapas terasa sulit,” ujarnya.

Bupati Belum Menjenguk

Informasi yang dihimpun menyebutkan, hingga Rabu pagi belum terlihat kunjungan Bupati Karo Antonius Ginting ke RS Amanda Berastagi untuk melihat langsung kondisi para siswa yang masih menjalani perawatan.

Peristiwa di SMK Negeri 1 Merdeka ini menjadi perhatian karena merupakan kasus dugaan keracunan MBG kedua yang dilaporkan terjadi di Kabupaten Karo. Sebelumnya, kasus serupa terjadi di SMA Negeri 1 Berastagi dan Yayasan Bersama pada 13 Agustus lalu.

Berbeda dengan kejadian sebelumnya yang mendapat sorotan luas, kasus di SMK Negeri 1 Merdeka relatif tidak banyak diketahui publik.

Baca Juga: Polda Sumut Ungkap 52 Kasus Curas dan Curat, 59 Tersangka Diamankan

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebanyak 44 siswa mengalami keluhan dan kemudian dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis. Para korban disebut dibawa menggunakan kendaraan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kondisi tersebut berbeda dengan penanganan korban dalam kasus di SMA Negeri 1 Berastagi sebelumnya, ketika proses evakuasi menggunakan ambulans menjadi perhatian publik.

Minimnya informasi resmi mengenai kasus di SMK Negeri 1 Merdeka pun memunculkan pertanyaan mengenai penanganan dan keterbukaan informasi terkait dugaan keracunan tersebut.

Hingga Rabu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo Imanuel Sinuhaji belum memberikan keterangan mengenai kondisi para korban maupun langkah penanganan yang dilakukan pemerintah.

Bupati Karo Antonius Ginting juga belum memberikan penjelasan mengenai belum adanya kunjungan ke RS Amanda Berastagi untuk melihat kondisi para siswa.

Baca Juga: 509 Sumur Minyak Langkat Siap Dikelola Secara Resmi

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Bupati Karo maupun Pemerintah Kabupaten Karo terkait penanganan kasus tersebut dan alasan belum dilakukannya kunjungan kepada para korban.

Yang kini menjadi perhatian utama keluarga bukan sekadar siapa yang datang ke rumah sakit, melainkan bagaimana memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis yang optimal serta penyelidikan yang transparan mengenai dugaan keracunan MBG tersebut.(deo/han)

Editor : Johan Panjaitan
siswa smkn 1 merdeka RS Amanda berastagi Keracunan MBG Bupati Karo SPPG