BINJAI, Sumutpos.jawapos.com – Pemerintah Kota (Pemko) Binjai menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Lila Apriyana, pedagang UMKM yang menjadi korban tertimpa dahan pohon di kawasan Lapangan Merdeka Binjai, Senin (14/9/2026) petang.
Pasca kejadian nahas tersebut, Pemko Binjai langsung menunjukkan kepedulian kepada keluarga korban. Rombongan pemerintah kota mendatangi rumah duka di Kuala, Kabupaten Langkat, sekaligus memberikan pendampingan dalam proses pemulangan dan pemakaman almarhumah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Binjai Ahmad Yani mengatakan, pendampingan dilakukan sejak jenazah korban berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Djoelham hingga dipulangkan ke rumah duka.
"Pendampingan dilakukan mulai dari Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham hingga proses pemulangan jenazah ke rumah duka," ujar Yani, Rabu (16/9/2026).
Baca Juga: Dua Bendahara BOS SMK Ganda Husada Divonis Lepas
Menurutnya, jajaran Pemko Binjai turut membantu proses pengurusan jenazah. Sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) juga hadir mengantar almarhumah hingga ke rumah duka.
Tak hanya pendampingan, Pemko Binjai juga menyerahkan santunan untuk kebutuhan fardu kifayah kepada keluarga korban. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap keluarga yang tengah berduka.
Pihak keluarga disebut telah menerima dan mengikhlaskan kepergian almarhumah sebagai musibah dan takdir.
Pohon Rawan Tumbang Dipangkas
Di sisi lain, Pemko Binjai mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi kejadian serupa. Pemangkasan pohon dilakukan di sejumlah titik di sekitar Lapangan Merdeka Binjai.
Kegiatan tersebut dilakukan di bawah koordinasi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Binjai Rudi Baros. Pohon-pohon yang dinilai rimbun maupun berpotensi tumbang menjadi sasaran pemangkasan.
Langkah ini membuat kawasan Lapangan Merdeka kini terlihat lebih terbuka. Pepohonan yang sebelumnya membuat kawasan tersebut tampak rimbun mulai dikurangi, terutama pada bagian yang dinilai berisiko.
"Semua mau dipangkas itu, termasuk yang rawan tumbang, turut dilakukan pemangkasan," kata Baros.
Baca Juga: RSI - USU Dorong Penguatan Kelembagaan Petani Sawit
Pemangkasan dilakukan sebagai langkah mitigasi menyusul kondisi cuaca ekstrem yang belakangan sulit diprediksi. Hujan deras yang disertai angin kencang dapat meningkatkan risiko dahan patah hingga pohon tumbang.
Karena itu, Baros mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika cuaca buruk terjadi. Warga diminta tidak menjadikan pohon rindang sebagai tempat berteduh ketika hujan deras disertai angin kencang.
"Masyarakat diminta berhati-hati di tengah cuaca ekstrem saat ini dan jangan berteduh di bawah pohon, hindari pohon rindang," pungkasnya. (ted/han)
Editor : Johan Panjaitan