DPRD Sumut Soroti Minim Rambu dan Penerangan di Lokasi Laka Mobil Terjun Bebas Langkat

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 14:47 WIB
Wakil Ketua Fraksi PAN DPRD Sumut, Rudi Alfahri Rangkuti. (Istimewa)
Wakil Ketua Fraksi PAN DPRD Sumut, Rudi Alfahri Rangkuti. (Istimewa)

 

BINJAI, Sumutpos.jawapos.com– Kecelakaan maut yang menewaskan tiga wisatawan setelah mobil terjun ke aliran Sungai Batangserangan, Langkat, mendapat sorotan DPRD Sumatera Utara. Minimnya rambu dan penerangan di lokasi jalan yang terputus akibat abrasi dinilai menjadi persoalan serius yang harus segera ditangani.

Kecelakaan tunggal itu terjadi di Dusun Titi Kurus, Desa Karya Jadi, Kecamatan Batangserangan, Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Mobil Toyota All New Avanza BK 1821 AGI yang membawa tujuh wisatawan asal Kota Medan terjun bebas ke sungai.

Wakil Ketua Fraksi PAN DPRD Sumut, Rudi Alfahri Rangkuti, meminta pemerintah provinsi dan Pemerintah Kabupaten Langkat tidak berjalan sendiri-sendiri dalam menangani kondisi tersebut. Menurutnya, rambu dan penerangan sementara harus segera dipasang untuk memberi tanda yang jelas kepada pengguna jalan bahwa akses tersebut telah terputus.

“Ya, kita meminta kepada pemerintah provinsi dan kabupaten untuk saling menguatkan, memasang rambu maupun penerangan di lokasi kejadian,” kata Rudi, Senin (21/9/2026).

Baca Juga: Calon Pengantin Wajib Tahu! 6 Jus Ini Bisa Jadi Pelengkap Rutinitas Sebelum Nikah

Rudi menilai keberadaan rambu dan penerangan menjadi kebutuhan mendesak, terutama karena kondisi jalan yang terputus tidak mudah dikenali pengguna jalan pada malam hari.

Terlebih lagi, ruas tersebut merupakan salah satu akses menuju kawasan Ekowisata Tangkahan. Menurut Rudi, jalur menuju destinasi wisata yang telah dikenal hingga mancanegara semestinya mendapat perhatian serius dari pemerintah.

“Dengan kejadian tersebut, pemerintah provinsi itu seharusnya malu, karena akses ini merupakan jalur wisata menuju Ekowisata Tangkahan. Seharusnya, akses tempat pariwisata itu bagus, bukan seperti ini,” tegas legislator dari daerah pemilihan Binjai-Langkat tersebut.

Jangan Tunggu Korban Berikutnya

Rudi juga menyebut kecelakaan mobil terjun ke sungai di kawasan tersebut bukan kali pertama terjadi. Karena itu, pemerintah dinilai perlu mengambil langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Dia meminta Pemkab Langkat sebagai pemerintah daerah yang memiliki wilayah tersebut ikut bergerak, setidaknya dengan menyediakan rambu dan penerangan sementara sembari menunggu penanganan permanen dari pemerintah provinsi.

“Pemerintah kabupaten juga harus tanggap dan peduli terhadap jalan yang putus itu. Sebagai yang punya wilayah, hadirkan dulu rambu dan penerangan sementara atau kolaborasi dengan pemerintah provinsi,” ujarnya.

Baca Juga: BNI Pastikan Transaksi Nasabah KC Kabanjahe Valid dan Terotorisasi

Sorotan tersebut menjadi penting mengingat Ekowisata Tangkahan merupakan salah satu destinasi unggulan Langkat. Kawasan itu tidak hanya menarik wisatawan domestik, tetapi juga wisatawan mancanegara, dengan salah satu daya tariknya berupa wisata gajah di sepanjang aliran sungai.

Dishub Langkat Klaim Rambu Sudah Dipasang

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Langkat Arie Ramadhany menyatakan pihaknya telah memasang rambu dan penerangan di lokasi kecelakaan.

“Sudah kami pasang rambu dan penerangan,” katanya.

Namun, Arie tidak memberikan penjelasan lebih jauh mengenai pemasangan tersebut. Dia menegaskan bahwa ruas jalan yang mengalami kerusakan merupakan kewenangan pemerintah provinsi.

“Itu jalan provinsi,” tukasnya.

Kecelakaan maut tersebut terjadi ketika Toyota All New Avanza BK 1821 AGI yang membawa tujuh warga Kota Medan melaju dari arah Tangkahan menuju Padangtualang.

Mobil dikemudikan Ismail Sani (40), dengan enam penumpang. Diduga, pengemudi tidak mengetahui badan jalan telah terputus akibat terkikis aliran Sungai Batangserangan.

Kondisi lokasi yang gelap, ditambah hujan yang mengguyur kawasan tersebut, membuat ruas jalan yang terputus semakin sulit dikenali.

Mobil kemudian terjun bebas ke aliran sungai. Tiga penumpang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut, sementara empat orang lainnya mengalami luka dengan tingkat berbeda.

Baca Juga: Menteri Ekonomi Malaysia Kagum Potensi Sumut

Ketiga korban meninggal dunia masing-masing Adit (20), Egi (18), dan Hasbi (25).

Sementara Ismail Sani (40), M Iqbal Al-Fahri (26), dan Johan Tantawi (32) mengalami luka ringan. Sedangkan Nadin (18) mengalami luka berat dan mendapat penanganan medis.

Seluruh korban diketahui merupakan warga Kota Medan.

Kecelakaan tersebut kini kembali membuka persoalan keselamatan di ruas jalan yang telah terputus akibat abrasi. Di tengah statusnya sebagai akses menuju destinasi wisata, kebutuhan terhadap rambu, penerangan, dan pengamanan lokasi menjadi semakin mendesak agar tragedi serupa tidak kembali terjadi. (ted/han)

Editor : Johan Panjaitan
penerangan Terjun rambu dprd sumut mobil