PADANG LAWAS, SUMUT POS– Program peningkatan ketahanan pangan melalui budidaya cabai merah seluas 5 hektare di Kecamatan Ulu Barumun, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara, terus menunjukkan hasil positif.
Memasuki bulan ketiga sejak ditanam, tanaman cabai kini mulai berbunga dan memasuki fase penyerbukan menuju pembentukan buah.
Perkembangan menggembirakan ini dipantau langsung oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) bersama para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Ulu Barumun saat melakukan monitoring lapangan pada Rabu (23/9/2026).
Baca Juga: Kasus Penggelapan yang Menyeret Ruben Onsu Dihentikan!
Program strategis milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang disalurkan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padang Lawas ini tersebar di dua wilayah, yaitu Desa Paranbatu seluas 3 hektare dan Desa Tanjung seluas 2 hektare.
Memasuki Fase Pembentukan Buah
Kepala BPP Kecamatan Ulu Barumun, Nurazimah Hasibuan, menjelaskan bahwa penanaman perdana telah dimulai sejak 27 Juli 2026 dengan estimasi masa panen 120 hari setelah tanam (HST).
"Saat ini sudah memasuki bulan ketiga dan tanaman mulai berbunga. Jika perkembangan berjalan lancar, beberapa waktu ke depan cabai merah ini sudah siap dipanen," ujar Nurazimah.
Selama proses pendampingan mulai dari pengolahan lahan, pemupukan, hingga pemeliharaan rutin, BPP dan PPL memastikan belum ditemukan kendala serius terkait serangan hama. Perjalanan budidaya ini tak sepenuhnya mulus.
PPL Desa Tanjung, Ahmad Roihan Hasibuan, mengungkapkan bahwa para petani sempat menghadapi tantangan cuaca ekstrem saat awal penanaman.
"Di awal penanaman kami sempat menghadapi kemarau panjang hingga tanaman dehidrasi. Namun, lewat penanganan ekstra di lapangan serta aplikasi pupuk Pentipos dan KNO3 yang tepat, kondisi kekeringan berhasil teratasi," ungkap Ahmad.
Dengan pertumbuhan tanaman yang kini membaik, tim pendamping optimistis target produksi dapat tercapai maksimal.
Bagi Nurazimah, keberhasilan program ini bukan sekadar mengejar angka produksi atau keuntungan semata, melainkan ilmu bagi masyarakat setempat. Petani diharapkan dapat menyerap teknik budidaya hortikultura yang diterapkan sehingga mampu mengembangkannya secara mandiri di lahan masing-masing. (mit/ram)
Editor : Juli Rambe