MEDAN, SUMUT POS- Deputi III Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Republik Indonesia, Kurnia Ramadhana, mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Medan di Jalan Flamboyan, Kota Medan, Jumat (25/9/2026).
Dalam kunjungan itu, Kurnia meninjau fasilitas pendidikan, sarana pendukung, serta proses belajar mengajar yang berlangsung di lingkungan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Medan.
Kurnia mengatakan, Sekolah Rakyat merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memberikan kesempatan kepada seluruh anak Indonesia untuk memperoleh pendidikan yang layak, tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga.
Baca Juga: Kapolres Batubara Gelar Pengajian dan Santuni 20 Anak Yatim
Menurutnya, program ini tidak hanya berorientasi pada kegiatan belajar mengajar di ruang kelas, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan dasar dan kesejahteraan siswa selama mengikuti pendidikan.
"Program Sekolah Rakyat ini merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan pendidikan yang layak sekaligus menjamin kesejahteraan mereka," ujar Kurnia saat kunjungan tersebut.
Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah berupaya menghadirkan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan siswa, baik dari sisi akademik maupun pembentukan karakter.
Kurnia menyampaikan, pelaksanaan program Sekolah Rakyat terus mengalami perkembangan dan telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia.
Hingga saat ini, program tersebut telah hadir di lebih dari 180 lokasi di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, lebih dari 90 lokasi telah memiliki bangunan permanen yang digunakan untuk menunjang kegiatan pendidikan.
Secara keseluruhan, Sekolah Rakyat saat ini telah melayani lebih dari 44.000 siswa yang tersebar di berbagai wilayah.
Dukung Transformasi Pendidikan Digital
Dalam peninjauan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Medan, Kurnia juga melihat secara langsung fasilitas pembelajaran yang digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah penggunaan layar interaktif pintar atau interactive flat panel dalam proses pembelajaran.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya transformasi pendidikan, termasuk melalui pemanfaatan teknologi digital di lingkungan sekolah.
Penggunaan perangkat digital dalam kegiatan belajar mengajar diharapkan dapat menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif dan membantu siswa memahami materi pelajaran dengan lebih baik.
"Fasilitas yang kita lihat di sini cukup baik. Proses belajar mengajarnya juga sudah didukung dengan teknologi, seperti penggunaan layar interaktif pintar, yang sejalan dengan arahan Presiden dalam mendorong transformasi pendidikan ke arah digital," ungkapnya.
Selain meninjau fasilitas pembelajaran, Kurnia turut melihat bagaimana Sekolah Rakyat memberikan perhatian terhadap kebutuhan dasar siswa selama mengikuti pendidikan.
Ia menjelaskan, pendekatan yang diterapkan dalam program Sekolah Rakyat bersifat menyeluruh atau holistik. Artinya, pemerintah tidak hanya memperhatikan perkembangan akademik siswa, tetapi juga berupaya memastikan kebutuhan sehari-hari mereka terpenuhi.
Dalam pelaksanaannya, Sekolah Rakyat menyediakan fasilitas asrama bagi siswa, tempat makan, serta sarana ibadah yang mendukung aktivitas mereka selama berada di lingkungan sekolah.
Melalui fasilitas asrama, siswa dapat tinggal di lingkungan yang telah disiapkan untuk menunjang kegiatan pendidikan. Sementara itu, penyediaan makanan, mulai dari sarapan, makan siang hingga makan malam, ditujukan untuk mendukung kebutuhan konsumsi siswa selama menjalani aktivitas sehari-hari.
Pemerintah juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan spiritual melalui penyediaan tempat ibadah di lingkungan sekolah.
"Jadi, Sekolah Rakyat ini bukan hanya berbicara mengenai pendidikan di dalam kelas. Pemerintah juga memastikan kebutuhan siswa secara menyeluruh, mulai dari tempat tinggal, makanan, hingga fasilitas ibadah, dapat terpenuhi," katanya.
Dengan tersedianya fasilitas pendukung, siswa diharapkan memiliki kesempatan untuk berkonsentrasi pada kegiatan belajar, mengembangkan kemampuan, serta membangun karakter dan kedisiplinan.
Kunjungan Bakom Pemerintah ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Medan juga menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung pelaksanaan program prioritas pemerintah di daerah.
Melalui peninjauan tersebut, pemerintah dapat melihat bagaimana program Sekolah Rakyat diterapkan, mulai dari penyediaan sarana pendidikan, pemanfaatan teknologi pembelajaran, hingga dukungan terhadap kebutuhan siswa.
Program Sekolah Rakyat sendiri diarahkan untuk memperluas kesempatan memperoleh pendidikan yang layak bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Dengan dukungan fasilitas pendidikan dan pemenuhan kebutuhan dasar, program ini diharapkan dapat membantu memutus hambatan akses pendidikan yang selama ini dihadapi sebagian masyarakat.
Kurnia menegaskan bahwa pendidikan dan kesejahteraan siswa merupakan dua aspek yang saling berkaitan. Keduanya perlu berjalan beriringan agar tujuan peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat tercapai.
Pemerintah, lanjutnya, terus mendorong agar pelaksanaan Sekolah Rakyat dapat memberikan manfaat nyata bagi siswa dan keluarga mereka.(san/ram)
Editor : Juli Rambe