/
NIAS SELATAN, SUMUTPOS.CO - Jalan nasional Telukdalam menuju Kota Gunungsitoli, tepatnya di pertengahan jembatan Sa'ua dengan Batu Atola (Batu Lubang) kilometer 7, Desa Bawoza,’ua Kecamatan Teluk Dalam, amblas kembali akibat hantaman ombak laut. Bahkan, terancam putus dan mengancam keselamatan pengendara serta akses perekonomian masyarakat lumpuh.
Ikhtiar Wau (59), salah seorang masyarakat Nias Selatan dan sebagai pegiat LSM Antiraswa kepada wartawan Sumutpos.co mengatakan jika jalan belum ditangani secepatnya oleh pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional BBPJN Sumut, maka diprediksi bisa putus.
"Sehingga muaranya bisa mengakibatkan akses penghubung utama dari Teluk Dalam-Gunungsitoli lumpuh total," ungkap Wau. Sabtu (15/3)
Ia menambahkan, apalagi dengan Gubernur Sumatera Utara yang masih mudah dan penuh energi, dapat memperbaiki kembali akses jalan nasional di Kepulauan Nias, khususnya pada akses jalan nasional Teluk Dalam menuju Kota Gunungsitoli. Pasalnya, jika akses jalan lumpuh maka berefek pada perekonomian masyarakat.
"Semoga Pak Bobby Afif Nasution segera memerintahkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Sumut, untuk segera memperbaiki jalan nasional yang rusak ataupun amblas, khusus jalan nasional Telukdalam menuju Gunungsitoli," harapnya.
Menurut Ikhtiar Wau bahwa berdasarkan penglihatannya langsung di lapangan, sebenarnya pada waktu dibangun atau di kerjakan, mereka tidak menggali pondasi dan ditambah lagi bukan batu sungai yang dua puluh, tetapi batu kapur yang dipakai, sehingga pondasi dam tersebut benar-benar tidak berkualitas dan akibatnya jalan nasional itu terancam putus.
"Kami memohon kepada pemerintah provinsi sumatera utara, Bobby Afif Nasution supaya datang ke Kabupaten Nias Selatan untuk melihat langsung hasil pekerjaan PPK 35 tersebut. Kalau perlu PPK 35 itu di lebur, untuk apa hadir di Kepulauan Nias kalau hanya menghancurkan uang negara", tandas Pegiat LSM Antiraswa, Ikhtiar Wau.
Sementara, salah seorang pengendara, Budi Hati Gaurifa (41), berharap agar jalan tersebut segera dibangun untuk menghindari korban jiwa.
"Kiranya pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional BBPJN Sumut, punya hati nurani untuk secepatnya segera dibangun, guna mencegah korban jiwa", harapnya.
Lebih lanjut, Budi Hati Gaurifa menjelaskan bahwa setiap rekanan yang mengerjakan proyek pembangunan jalan nasional tersebut dikerjakan asal jadi tanpa mengutamakan kualitas.
"Kembali ambruknya jalan nasional tersebut, patut diduga rekanannya memperkaya diri", ujarnya. (mag-8/han)
Editor : Johan Panjaitan