Ragam Tingkah Norak Orang yang Sok High Class; dari Terlalu Formal hingga Suka Kosakata Rumit

Redaksi • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 22:30 WIB
Ilustrasi, upaya tampil high class kadang malah bisa membuat seseorang norak. (pexels.com)
Ilustrasi, upaya tampil high class kadang malah bisa membuat seseorang norak. (pexels.com)

 

sumutpos.jawapos.com - Pernah risih dengan orang berlaku sok high class alias berkelas tinggi? Dan apa yang mereka lakukan malah terkesan norak?

Tentu saja pernah, orang seperti itu memang selalu ada. Biasanya yang sok high class ini muncul dari kecemasan ketika berada di tangga ekonomi menengah.

Melansir VegOut, Minggu (18/7/2026), upaya seseorang agar terlihat high class karrna cukup dekat untuk melihat kehidupan orang kaya, tetapi jaraknya terlalu jauh untuk ikut merasakannya secara langsung.

Baca Juga: PT DPM Tingkatkan Kapasitas UMKM Melalui Studi Banding ke PRSU 2026

Ujung-ujungnya ya itu tadi, norak. Nah, berikut beberapa contoh tingkah orang yang sok high class:

Jadi, apa saja hal 'norak' yang dilakukan orang agar terlihat berkelas? Ini ulasannya, merangkum dari berbagai sumber:

1. Terlalu formal dalam suasana santai
Orang yang sok high class biasanya selalu formal dalam setiap suasana, baik dalam hal gaya pakaian maupun berbahasa.

Misalnya, berbicara dengan formal saat berkumpul santai dengan teman-teman atau menata meja dengan sangat mewah saat hendak menjamu kerabat dekat.

Baca Juga: Wesly Silalahi Bersama Ribuan Warga Semarakkan Jalan Santai dan Senam Sehat di Festival Rakyat Nobar Piala Dunia

Ini bisa disebut sebagai kesalahpahaman kontekstual. Kemampuan untuk bersikap formal bila diperlukan dan santai bila sesuai, lebih bisa ditunjukkan oleh orang dengan kecerdasan sosial tinggi.

2. Sok akrab dengan kelas atas
Ada beberapa topik pembicaraan yang bisa mengesankan diri tampak seperti dari kalangan kelas atas. Misalnya, bicara soal seluk-beluk wine, opera, orkestra, dan sebagainya.

Orang yang ingin kelihatan high class, cenderung membicarakan hal-hal tersebut seakan ahlinya, tetapi ternyata hanya menghafal beberapa istilah saja.

Baca Juga: Matangkan Pesta Luhutan Bolon 2026, Panitia Gandeng PPRS Siantar Perkuat Konsolidasi Pomparan Raja Silahisabungan

Padahal, autentisitas merupakan ciri khas terkuat orang kelas atas. Mereka tak perlu tahu segala hal yang tampak high class dan mengakui apa yang mereka memang tak ketahui.

3. Sering menyebut merek terkenal
Hal norak lainnya yang dilakukan orang agar tampak seperti kalangan kelas atas, yakni selalu menyebutkan merek barang atau nama orang terkenal yang mereka temui.

Dari perspektif sosiologis, terus-menerus merujuk pada simbol status sebenarnya menandakan apa yang disebut sebagai "kecemasan status." 

Baca Juga: Matangkan Pesta Luhutan Bolon 2026, Panitia Gandeng PPRS Siantar Perkuat Konsolidasi Pomparan Raja Silahisabungan

Ketika seseorang merasa aman akan posisinya, ia tidak harus selalu mengingatkan semua orang tentang hal itu.

4. Memberi tip berlebihan
Setelah makan di restoran atau menggunakan jasa tertentu, memberikan tip kepada pegawai itu tidak ada salahnya. 

Namun ada saja orang-orang tertentu yang memberikan tip berlebihan untuk tujuan pamer.

Apalagi jika tindakan memberikan tip itu dilakukan secara mencolok di depan banyak orang. Sering kali, tindakan ini berasal dari rasa tidak aman akan posisinya di strata kelas.

5. Suka menggunakan kosakata rumit 
Orang yang ingin tampak berkelas, biasanya menggunakan kosakata kompleks, tetapi ia menggunakannya secara tidak tepat. 

Baca Juga: Kapolres Baru Ditantang Tuntaskan Dugaan Korupsi Retribusi Parkir Binjai

Orang yang benar-benar berpendidikan, cenderung berkomunikasi dengan bahasa sederhana dan jelas. Mereka memahami lawan bicara atau audiensnya, lalu menyesuaikan gaya berbicara. (lin)

Editor : Redaksi
High Class Psikologi Sosial status sosial gaya hidup fenomena sosial