Pria India Diketahui Memiliki Rahim, Ternyata Mengalami Kelainan Langka

Redaksi • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 16:00 WIB
Ilustrasi. Pria 26 tahun di India terkejut saat pemeriksaan infertilitas menemukan rahim dalam tubuhnya.(Instagram @pandemictalks)
Ilustrasi. Pria 26 tahun di India terkejut saat pemeriksaan infertilitas menemukan rahim dalam tubuhnya.(Instagram @pandemictalks)

 

sumutpos.jawapos.com - Seorang pria berusia 26 tahun di Delhi, India, mengungkap fakta medis mengejutkan setelah menjalani pemeriksaan terkait masalah kesuburan. Pemeriksaan tersebut menemukan adanya rahim yang berkembang dengan baik di dalam tubuhnya, meski secara fisik ia memiliki ciri kelamin luar laki-laki.

Melansir Instagram @pandemictalks, Jumat (18/9/2026), kasus ini bermula ketika pria tersebut datang untuk menjalani evaluasi infertilitas. Ia tidak mengalami gejala khusus yang mengarah pada kelainan tersebut sebelumnya. Kepala Urologi RG Hospitals, Rajouri Garden, dr Susheel Kharbanda, mengatakan pemeriksaan awal menemukan kedua testis pasien tidak berada di dalam skrotum.

“Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan kedua testisnya tidak berada di skrotum. Analisis semen juga menunjukkan tidak adanya sperma atau azoospermia,” ujar dr Kharbanda.

Baca Juga: Padel Series Medan Meriahkan HUT ke-165 HKBP, Perkuat Sportivitas dan Silaturahmi

Temuan itu membuat dokter melakukan pemeriksaan lebih lanjut melalui tes kromosom, pemeriksaan kadar hormon, serta pencitraan menggunakan ultrasonografi (USG) dan magnetic resonance imaging (MRI).

Hasil pemeriksaan kromosom menunjukkan pasien memiliki pola XY, yaitu susunan kromosom yang umumnya dimiliki laki-laki. Namun, hasil pencitraan memperlihatkan adanya rahim yang terbentuk dengan baik di dalam tubuhnya. Selain itu, kedua testis pasien memiliki bentuk yang menyerupai ovarium.

Menurut Androlog dan Spesialis Kesehatan Reproduksi Pria dr Chirag Bhandari, kondisi tersebut dikenal sebagai Persistent Müllerian Duct Syndrome (PMDS). Kelainan langka ini terjadi ketika saluran Müllerian pada janin laki-laki yang seharusnya menghilang selama perkembangan justru tetap bertahan dan berkembang menjadi struktur seperti rahim.

Baca Juga: Bupati Karo Teken Komitmen Pencegahan Korupsi

Pada kondisi normal, janin laki-laki menghasilkan hormon tertentu yang menyebabkan saluran Müllerian mengalami regresi. Namun pada penderita PMDS, proses tersebut terganggu sehingga jaringan yang biasanya menjadi organ reproduksi perempuan tetap terbentuk, meski karakteristik fisik luar tetap laki-laki.

“Ini merupakan kondisi bawaan yang sangat jarang terjadi dan sering kali baru ditemukan ketika seseorang menjalani pemeriksaan karena masalah kesuburan atau kelainan posisi testis,” jelas dr Bhandari.

PMDS dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan, termasuk testis yang tidak turun ke skrotum, gangguan produksi sperma, hingga peningkatan risiko komplikasi tertentu pada jaringan reproduksi yang tidak berkembang secara normal.

Baca Juga: Islah Langkah Terbaik, IPHI Ahmad Yani Buktikan di Kepanitiaan Muktamar  

Kasus ini menjadi pengingat bahwa perkembangan organ reproduksi manusia melibatkan proses biologis yang kompleks. Kelainan langka seperti PMDS dapat terjadi tanpa tanda yang jelas sejak kecil dan terkadang baru diketahui saat seseorang menjalani pemeriksaan medis tertentu.(lin)

Editor : Redaksi
Pria India Rahim Dalam Tubuh PMDS kesehatan reproduksi medis