Gen Z Mulai Anggap AI Sebagai Teman, Namun Risiko Privasi Jadi Perhatian

Redaksi • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 15:00 WIB
Ilustrasi. Studi Kaspersky ungkap Gen Z mulai menjadikan AI sebagai teman.(Instagram @pandemictalks)
Ilustrasi. Studi Kaspersky ungkap Gen Z mulai menjadikan AI sebagai teman.(Instagram @pandemictalks)

 

sumutpos.jawapos.com - Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah cara generasi muda berinteraksi dengan teknologi. Studi global terbaru dari perusahaan keamanan siber asal Rusia, Kaspersky, menunjukkan bahwa sebagian Generasi Z tidak lagi memandang AI hanya sebagai alat bantu, melainkan sebagai teman untuk berdiskusi dan berbagi cerita.

Melansir Instagram @pandemictalks, Senin (21/9/2026), tiset yang melibatkan 7.200 responden dari berbagai negara itu menemukan bahwa 27 persen pengguna Gen Z mengaku menggunakan AI layaknya seorang teman. Bahkan, 28 persen responden menyatakan pernah berkonsultasi dengan AI mengenai persoalan pribadi yang tidak ingin mereka ceritakan kepada orang lain.

Temuan tersebut menempatkan Gen Z sebagai kelompok yang paling aktif memanfaatkan AI dibandingkan generasi lainnya. Sebanyak 47 persen responden Gen Z menggunakan AI setiap hari atau secara berkala untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mencari informasi, belajar, membuat ide kreatif, hingga membantu pekerjaan.

Baca Juga: BPOM Investigasi Skin Booster Asal Korea Selatan yang Diklaim Mengandung Jaringan Kulit Manusia

Dalam studi tersebut, pencarian informasi menjadi aktivitas paling banyak dilakukan dengan AI, mencapai 56 persen. Selain itu, 49 persen responden memanfaatkan AI untuk kegiatan belajar, 47 persen menggunakannya untuk menghasilkan ide kreatif, dan 39 persen memakainya untuk mendukung urusan pekerjaan.

Namun, tingginya kedekatan Gen Z dengan AI juga membawa tantangan baru, terutama terkait keamanan data pribadi. Kaspersky menemukan masih banyak pengguna muda yang belum sepenuhnya menyadari risiko privasi ketika berbicara dengan sistem AI.

Hanya 42 persen pengguna Gen Z yang secara rutin menerapkan langkah keamanan, seperti memeriksa kembali informasi dari sumber terpercaya dan menghindari membagikan data rahasia kepada AI. Sementara itu, 52 persen responden mengaku hanya sesekali melakukan tindakan pencegahan, dan 6 persen lainnya tidak menerapkan langkah keamanan sama sekali.

Baca Juga: Viral, Pria Diduga Pegawai BGN Sindir Siswa Keracunan MBG di Karo

Manajer Grup Pusat Penelitian Teknologi AI Kaspersky, Vladislav Tushkanov, mengingatkan bahwa percakapan dengan AI tidak dapat dianggap sama seperti komunikasi pribadi yang sepenuhnya aman.

Menurutnya, rasa nyaman dalam menggunakan AI perlu diimbangi dengan sikap kritis. Pengguna tetap harus memeriksa kebenaran informasi yang diberikan AI serta berhati-hati dalam membagikan data pribadi.

Fenomena ini menunjukkan bahwa AI semakin masuk ke dalam kehidupan sehari-hari generasi muda, tidak hanya sebagai teknologi pendukung, tetapi juga sebagai ruang interaksi baru. Di tengah meningkatnya kepercayaan terhadap AI, kesadaran mengenai keamanan digital menjadi hal penting agar pemanfaatan teknologi tetap aman dan bertanggung jawab.(lin)

Editor : Redaksi
Kecerdasa buatan teknologi Gen Z siber ai