sumutpos.jawapos.com - Ramadan 2026 menjadi pengalaman emosional bagi Karina Ranau, istri mendiang aktor Epy Kusnandar, karena ini adalah kali pertama ia menjalani puasa tanpa kehadiran suaminya tercinta.
Epy Kusnandar telah meninggal dunia pada 3 Desember 2025 di usia 61 tahun akibat komplikasi kesehatan yang menyebabkan penyumbatan pembuluh darah di batang otak.
Pada dini hari Kamis, 19 Februari 2026, Karina memilih cara unik untuk menyambut sahur pertama Ramadan ini, makan sahur di dekat makam sang suami di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan. Momen itu ia bagikan melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, @karinaranau9, dilansir Jumat (20/2/2026), lengkap dengan caption penuh haru:
“Assalamualaikum Papi. Sahur pih. Bahagianya malam ini bisa sahur bareng Papi.”
Di lokasi tersebut, Karina tidak sendirian. Ia ditemani anak semata wayangnya, Quentin Stanislavski Kusnandar, serta beberapa karyawan tempat usahanya. Mereka duduk beralaskan tikar, menyantap makanan sahur sederhana, sekaligus mengenang sosok Epy melalui foto dan sebuah standee yang ditempatkan di dekat mereka.
Unggahan tersebut langsung viral dan memicu beragam reaksi warganet. Kelompok yang mengkritik menilai aksi itu berlebihan dan tidak sesuai dengan budaya atau ajaran Islam.
Salah seorang warganet mengatakan bahwa lebih baik Karina mengisi Ramadan dengan kegiatan seperti pengajian daripada melakukan hal yang dianggap “meratapi” kuburan.
Kelompok lain justru memaklumi tindakan Karina sebagai ekspresi rasa rindu terhadap suami yang telah tiada, dan menilai hal itu merupakan bentuk cinta dan cara menghadapi duka.
Beberapa komentator juga menyinggung tentang pandangan syariat Islam terhadap makan atau minum di area kuburan. Menurut sejumlah ulama, aktivitas tersebut termasuk makruh (sebaiknya dihindari), karena kuburan dianggap sebagai tempat untuk mengambil pelajaran dan merenungkan kehidupan akhirat, bukan untuk bersantai atau makan minum.
Menanggapi gelombang komentar yang muncul, Karina sendiri menulis di kolom komentar unggahannya agar tindakan tersebut tidak ditiru oleh orang lain, karena menurutnya itu merupakan momen pribadi yang tidak bisa dijadikan contoh umum.
Walau menuai beragam tanggapan, yang pasti Ramadan pertama ini menjadi waktu penuh emosi dan kenangan bagi Karina Ranau, yang kini mencoba langkah berbeda untuk tetap merasa dekat dengan sosok yang selama lebih dari 17 tahun menjadi bagian penting dalam hidupnya. (lin)
Editor : Redaksi