Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Menkes Terkejut, Harga Obat di Indonesia Bisa 5 Kali Lebih Mahal dari Malaysia, Netizen: Pantas Banyak Berobat ke Luar Negeri

Redaksi • Senin, 16 Maret 2026 | 14:29 WIB

Ilustrasi obat. (Pexels.com)
Ilustrasi obat. (Pexels.com)

sumutpos.jawapos.com – Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengaku terkejut setelah mengetahui harga sejumlah obat di Indonesia ternyata jauh lebih mahal dibandingkan di negara tetangga, Malaysia. Bahkan, selisih harga obat tersebut disebut bisa mencapai tiga hingga lima kali lipat.

Melansir Instagram @pandemictalks, Senin (16/3/2026), pernyataan itu disampaikan Budi saat membahas tata kelola industri kesehatan di Indonesia. Ia mencontohkan obat kolesterol seperti Crestor dan Lipitor yang dijual di Malaysia dengan harga jauh lebih murah dibandingkan di Indonesia.

“Coba beli Crestor atau Lipitor di Malaysia, lalu bandingkan dengan yang ada di Indonesia. Bedanya bisa tiga sampai lima kali lebih mahal,” kata Budi.

Menurutnya, pajak bukanlah penyebab utama mahalnya harga obat. Ia menjelaskan bahwa pajak obat hanya berada di kisaran 15 hingga 30 persen sehingga tidak mungkin membuat harga melonjak hingga beberapa kali lipat.

Karena itu, Kementerian Kesehatan akan menelusuri lebih jauh penyebab mahalnya obat di dalam negeri, termasuk kemungkinan adanya persoalan dalam rantai distribusi, tata kelola industri farmasi, hingga praktik yang tidak transparan.

Tingginya harga obat juga disebut menjadi salah satu alasan banyak masyarakat Indonesia memilih berobat ke luar negeri, terutama ke Malaysia yang dikenal memiliki layanan kesehatan dengan biaya relatif lebih terjangkau.

Pernyataan Menkes tersebut langsung ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warganet mengaku tidak heran dengan fakta tersebut karena mereka sudah lama merasakan mahalnya harga obat di dalam negeri.

“Pantas saja banyak orang Indonesia berobat ke Malaysia. Harga obat di sana lebih masuk akal,” tulis seorang netizen.

Warganet lain juga menyoroti perlunya pembenahan serius dalam sistem kesehatan nasional.

“Kalau sampai lima kali lebih mahal, berarti memang ada yang salah dalam sistemnya. Harus dibenahi dari hulu sampai hilir,” komentar pengguna media sosial lainnya.

Ada pula yang berharap pemerintah benar-benar menindaklanjuti temuan tersebut.
“Semoga ini bukan cuma kaget sesaat. Harus ada solusi supaya masyarakat bisa beli obat dengan harga yang lebih terjangkau,” tulis netizen lainnya.

Baca Juga: Berbuka Puasa dengan Anak Yatim, NasDem Pasang Target 10 Kursi DPRD Deliserdang

Isu mahalnya harga obat ini kembali memicu perdebatan publik mengenai transparansi industri farmasi dan akses layanan kesehatan di Indonesia. Banyak pihak berharap pemerintah segera melakukan reformasi kebijakan agar masyarakat tidak terbebani biaya kesehatan yang tinggi.(lin)

Deskripsi:

Editor : Redaksi
#malaysia #harga obat #kesehatan indonesia #farmasi #menkes